Ketika Kafe Jadi Rumah bagi Satwa yang Diselamatkan

Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Pengelola Owl Otter Cafe, Syaina Nozaki, terlihat memberi makan otter di dalam fasilitas tersebut. Kafe itu menjadi tempat perawatan bagi satwa yang telah diselamatkan.REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Owl Otter Cafe merupakan fasilitas yang mengusung konsep kesejahteraan hewan. Berdasarkan informasi pengelola, satwa yang berada di tempat tersebut merupakan hewan yang telah diselamatkan karena mengalami cedera atau sakit, serta keturunan satwa yang sebelumnya dirawat organisasi kesejahteraan hewan. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Selain burung hantu, fasilitas tersebut juga merawat sejumlah satwa lain, termasuk berang-berang cakar kecil Asia. Pendapatan dari kegiatan kafe digunakan untuk mendukung perawatan satwa serta kegiatan penyelamatan kucing terlantar.

 REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Pengelola menyebut tidak ada satwa yang secara khusus dibeli untuk membuka kafe tersebut. Hewan-hewan yang berada di dalam fasilitas juga dirawat untuk jangka panjang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Kisah Owl Otter Cafe muncul ketika keberadaan kafe satwa di Jepang tengah mendapat perhatian lebih besar. Pada September 2026, pemerintah Jepang memulai survei nasional pertama terhadap kafe hewan untuk mengetahui jumlah fasilitas, jenis satwa yang dipelihara, kondisi hewan, serta bagaimana pengunjung berinteraksi dengan satwa. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Syaina Nozaki, manager of Owl Otter Cafe, holds food for Asian small-clawed otters at the cafe, which houses rescued animals, in Kamakura, Kanagawa Prefecture, Japan, September 24, 2026. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai kesejahteraan hewan, kebersihan, dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Jepang juga berencana meningkatkan edukasi publik mengenai risiko berinteraksi dengan satwa eksotis. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Pengelola Owl Otter Cafe, Syaina Nozaki, terlihat memberi makan otter di dalam fasilitas tersebut. Kafe itu menjadi tempat perawatan bagi satwa yang telah diselamatkan.REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Owl Otter Cafe merupakan fasilitas yang mengusung konsep kesejahteraan hewan. Berdasarkan informasi pengelola, satwa yang berada di tempat tersebut merupakan hewan yang telah diselamatkan karena mengalami cedera atau sakit, serta keturunan satwa yang sebelumnya dirawat organisasi kesejahteraan hewan. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Selain burung hantu, fasilitas tersebut juga merawat sejumlah satwa lain, termasuk berang-berang cakar kecil Asia. Pendapatan dari kegiatan kafe digunakan untuk mendukung perawatan satwa serta kegiatan penyelamatan kucing terlantar. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Pengelola menyebut tidak ada satwa yang secara khusus dibeli untuk membuka kafe tersebut. Hewan-hewan yang berada di dalam fasilitas juga dirawat untuk jangka panjang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Kisah Owl Otter Cafe muncul ketika keberadaan kafe satwa di Jepang tengah mendapat perhatian lebih besar. Pada September 2026, pemerintah Jepang memulai survei nasional pertama terhadap kafe hewan untuk mengetahui jumlah fasilitas, jenis satwa yang dipelihara, kondisi hewan, serta bagaimana pengunjung berinteraksi dengan satwa. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai kesejahteraan hewan, kebersihan, dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Jepang juga berencana meningkatkan edukasi publik mengenai risiko berinteraksi dengan satwa eksotis. REUTERS/Kim Kyung-Hoon