Urban Farming di Rooftop, Solusi Pangan dari Rumah

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi di Jalan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming).

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asam jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Sebagian tanaman pakcoy dipisahkan dari system hidroponik ke media tanah untuk memaksimalkan panen.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Sistem hidroponik juga dimanfaatkan untuk sayuran pakcoy. Hasilnya untuk konsumsi rumah tangga.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Pengecekan ph air menggunakan ph meter pada bak air hidroponik dilakukannya rutin setiap hari.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming), Jl Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/1). Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asem jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.

Inisiatif Suryana yang dilakukan di tengah Jakarta tersebut mendapat apresiasi dari da pendampingan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan.

Seorang warga Kelurahan Pasar Manggis, Suryana (56) memanfaatkan lantai atap (rooftop) rumahnya seluas 90 meter persegi di Jalan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai lokasi pertanian perkotaan (urban farming).
Lebih dari 20 jenis tanaman seperti asam jawa, kangkung, nangka, terong dan bidara cina ia budidayakan menggunakan pot atau polybag.
Sebagian tanaman pakcoy dipisahkan dari system hidroponik ke media tanah untuk memaksimalkan panen.
Sistem hidroponik juga dimanfaatkan untuk sayuran pakcoy. Hasilnya untuk konsumsi rumah tangga.
Pengecekan ph air menggunakan ph meter pada bak air hidroponik dilakukannya rutin setiap hari.
Inisiatif Suryana yang dilakukan di tengah Jakarta tersebut mendapat apresiasi dari da pendampingan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan.