Hal pertama yang bisa diperhatikan dari kesegaran daging kurban adalah warnanya. Daging kurban yang baru dipotong biasanya memiliki warna merah cerah (terang) yang merata. Foto: iStock
Perhatikan jika mendapatkan jatah daging kurban yang warnanya sudah mulai pucat. Pikir ulang untuk mengolahnya kalau daging yang didapat sudah berwarna cokelat kehitaman, karena menandakan daging mulai membusuk. Foto: iStock
Tekstur dari daging kurban itu sendiri juga bisa menjadi penanda kesegarannya. Pastikan daging kurban kambing maupun sapi yang didapat masih terasa kenyal dan padat. Foto: iStock
Kembalikan jika kamu mendapatkan daging yang kondisinya sudah lembek. Apalagi jika daging tersebut sudah mengeluarkan lendir, artinya sudah membusuk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Difydave
Aroma khas daging juga bisa menandakan kesegaran daging kurban. Pasti ada aroma khas dari daging sapi dan kambing yang mudah dikenali oleh indra pencium. Foto: iStock
Jika daging kurban yang diberikan sudah beraroma aneh, kamu bisa membuangnya. Hindari bau asam, anyir, hingga busuk yang menyengat. Foto: iStock
Penting juga memerhatikan kelembapan daging kurban. Daging yang segar memiliki kelembapan yang pas, tidak kering ataupun basah. Foto: iStock
Jangan mengolah daging kurban yang sudah berair. Apalagi jika daging tersebut mengandung darah yang berlebih, karena menandakan kualitas daging sudah tidak segar. Foto: iStock