Kabar tewasnya Dmitry yang merupakan pegiat kebugaran ini menyita perhatian publik. Sebab ia terkenal dengan gaya hidupnya yang sehat, tapi berujung tewas akibat tantangan makan ekstrem. Foto: Instagram dmitryfit
Dikutip dari People (27/11), Dmitry awalnya mengikuti tantangan makan ekstrem dimana ia harus menaikkan berat badan dengan cepat, tapi nantinya turun berat badan juga harus cepat. Foto: Instagram dmitryfit
Tantangan makan itu mengharuskan Dmitry konsumsi sekitar 10.000 kalori per hari. Ia punya target menaikkan berat badan lebih dari 13 kilogram dalam 1 bulan! Foto: Instagram dmitryfit
Pada unggahan Instagram (18/11), Dmitry menunjukkan berat badannya mencapai 103 kg. Ia sudah sukses menambah bobot tubuhnya. Foto: Instagram dmitryfit
Kemudian ia bertransformasi dengan berat badan 105 kg. Terlihat Dmitry pamer perutnya yang semakin besar sambil makan keripik kemasan (chips) yang tergolong makanan tinggi kalori dan natrium. Foto: Instagram dmitryfit
Dmitry memang memperbanyak asupan tinggi lemak dan kolesterol. Ia memilih mayones, pizza, burger, kue manis, hingga camilan berkalori tinggi. Foto: Instagram dmitryfit
Namun, sepanjang proses menaikkan berat badan ekstrem, Dmitry mengalami gangguan kesehatan. Ia sempat merasa tidak enak badan hingga membatalkan sesi latihan. Foto: Instagram dmitryfit
Nasib Dmitry berakhir nahas. Ia mengalami henti jantung saat tidur dan meninggal dunia yang kemungkinan dipicu pola makannya. Seorang ahli kesehatan mengingatkan risiko kebiasaan makan ekstrem Dmitry memang bisa membuat jantung bekerja keras. Foto: Instagram dmitryfit