Mau Cicip? Ini Soto Kembang Durian yang Harum Unik dari Kulon Progo

Pencinta kuliner pastikan mampir ke Kelurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang saat menyambangi Kulon Progo. Di sini ada UMKM bernama Omah Duren yang menyajikan aneka kuliner dari olahan buah durian.
Salah satu menu andalannya, soto kembang durian. Sesuai namanya, soto ini menggunakan kembang durian sebagai bahan utamanya.
Kembang durian yang oleh masyarakat setempat biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak itu menggantikan suwiran daging ayam atau sapi yang lazim ditemui di soto-soto di Indonesia.
Bagi yang pertama kali melihat soto ini, dipastikan bakal mengira kembang durian yang tersaji adalah suwiran daging lantaran bentuknya sangat mirip. Barulah, ketika mencicipi suwiran tersebut akan terasa bedanya. 
Ada cita rasa unik yang tentunya tidak akan dijumpai di soto-soto lain. Sebab aroma buah durian yang cukup menyengat bakal tercium ketika kita memakan kembang tersebut. 
Dari segi tekstur, kembang durian yang tersaji dalam soto ini mirip seperti jamur tiram yang berpadu dengan kol goreng. Saat dikunyah suwiran bunga terasa begitu lembut, tapi di sisi lain tetap renyah. 
Pencipta soto kembang durian adalah Siti Qodriyah, yang juga merupakan istri pemilik dari Omah Duren, Mukhlasin. 
Siti menuturkan ide pembuatan soto kembang durian itu bermula dari keikutsertaannya dalam lomba memasak olahan durian yang diadakan desanya beberapa tahun lalu. Ketika itu, Siti kebingungan mencari buah durian karena waktu itu belum musim durian.
Ia kemudian memutar otak bagaimana membuat olahan durian tanpa harus menggunakan buah. Dari situlah Siti terbesit menggunakan kembang durian yang memang sangat mudah ditemukan di rumahnya. 
Sebelumnya ia juga pernah bereksperimen membuat oseng bunga durian, namun soto kembang durian adalah inovasi terbarunya yang sukses. Bahkan menu ini sudah dicoba bupati Kulon Progo juga.
Ia menyajikan soto kembang durian di Omah Duren. Tak disangka, inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. 
Siti mengungkapkan tak sedikit wisatawan yang sengaja datang ke Omah Duren selain untuk membeli aneka camilan olahan durian juga secara khusus ingin mencoba soto buatannya. Adapun harga satu porsi soto kembang durian ini hanya Rp8.000.
Salah satu yang mencicipi soto kembang durian, Fajar Gegana bilang rasa soto kembang durian benar-benar khas.
Ia mengaku sangat terkesan dengan kreativitas Omah Duren yang berhasil mengolah buah durian menjadi aneka camilan dan kuliner. Di Omah Duren kata Fajar, tidak hanya menyajikan soto kembang durian, adapula keripik kulit durian, kripik biji durian, dan olahan lainnya. 
Fajar yang merupakan istri wakil bupati Kulon Progo berharap UMKM ini dapat terus berkembang dan produk olahannya bisa merambah pasar nasional. "Kami berharap ini bisa berkembang ya, karena kita kan berdekatan dengan Borobudur, jadi mungkin bisa dipasarkan di Borobudur, agar bisa dirasakan para wisatawan di sana, sehingga potensi lokal kita dapat dikenal luas," ujarnya. 
Pencinta kuliner pastikan mampir ke Kelurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang saat menyambangi Kulon Progo. Di sini ada UMKM bernama Omah Duren yang menyajikan aneka kuliner dari olahan buah durian.
Salah satu menu andalannya, soto kembang durian. Sesuai namanya, soto ini menggunakan kembang durian sebagai bahan utamanya.
Kembang durian yang oleh masyarakat setempat biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak itu menggantikan suwiran daging ayam atau sapi yang lazim ditemui di soto-soto di Indonesia.
Bagi yang pertama kali melihat soto ini, dipastikan bakal mengira kembang durian yang tersaji adalah suwiran daging lantaran bentuknya sangat mirip. Barulah, ketika mencicipi suwiran tersebut akan terasa bedanya. 
Ada cita rasa unik yang tentunya tidak akan dijumpai di soto-soto lain. Sebab aroma buah durian yang cukup menyengat bakal tercium ketika kita memakan kembang tersebut. 
Dari segi tekstur, kembang durian yang tersaji dalam soto ini mirip seperti jamur tiram yang berpadu dengan kol goreng. Saat dikunyah suwiran bunga terasa begitu lembut, tapi di sisi lain tetap renyah. 
Pencipta soto kembang durian adalah Siti Qodriyah, yang juga merupakan istri pemilik dari Omah Duren, Mukhlasin. 
Siti menuturkan ide pembuatan soto kembang durian itu bermula dari keikutsertaannya dalam lomba memasak olahan durian yang diadakan desanya beberapa tahun lalu. Ketika itu, Siti kebingungan mencari buah durian karena waktu itu belum musim durian.
Ia kemudian memutar otak bagaimana membuat olahan durian tanpa harus menggunakan buah. Dari situlah Siti terbesit menggunakan kembang durian yang memang sangat mudah ditemukan di rumahnya. 
Sebelumnya ia juga pernah bereksperimen membuat oseng bunga durian, namun soto kembang durian adalah inovasi terbarunya yang sukses. Bahkan menu ini sudah dicoba bupati Kulon Progo juga.
Ia menyajikan soto kembang durian di Omah Duren. Tak disangka, inovasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. 
Siti mengungkapkan tak sedikit wisatawan yang sengaja datang ke Omah Duren selain untuk membeli aneka camilan olahan durian juga secara khusus ingin mencoba soto buatannya. Adapun harga satu porsi soto kembang durian ini hanya Rp8.000.
Salah satu yang mencicipi soto kembang durian, Fajar Gegana bilang rasa soto kembang durian benar-benar khas.
Ia mengaku sangat terkesan dengan kreativitas Omah Duren yang berhasil mengolah buah durian menjadi aneka camilan dan kuliner. Di Omah Duren kata Fajar, tidak hanya menyajikan soto kembang durian, adapula keripik kulit durian, kripik biji durian, dan olahan lainnya. 
Fajar yang merupakan istri wakil bupati Kulon Progo berharap UMKM ini dapat terus berkembang dan produk olahannya bisa merambah pasar nasional. Kami berharap ini bisa berkembang ya, karena kita kan berdekatan dengan Borobudur, jadi mungkin bisa dipasarkan di Borobudur, agar bisa dirasakan para wisatawan di sana, sehingga potensi lokal kita dapat dikenal luas, ujarnya.