Tape Bondowoso yang Kriuk Renyah dan Bikin Nagih!

Di Bondowoso tape singkong diolah sedemikian rupa hingga menjadi menjadi camilan yang lebih enak. Rasanya legit, kriuk renyah dan dikemas dengan rapih modern. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

 Lazimnya, tape hanya disajikan biasa dan langsung dimakan sebagai kudapan. Penganan berbahan dasar singkong ini berasa manis, sedikit asam. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Seorang warga Curahdami, Bondowoso, Nurul Hidayati, membuat terobosan. Tape singkong dikeringkan dengan teknis tertentu. Jadilah tape krispi yang kriuk dan renyah. Tapi tetap mempertahankan cita rasa dasar tape. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Proses pembuatan tape krispi tersebut, tape yang sudah matang dikeringkan dengan suhu tertentu menggunakan vacuum frying selama beberapa jam. Lalu diberi variasi rasa sesuai selera. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Menurut Nurul, di masa pandemi ini permintaan pasar tape krispi buatannya naik hingga 100 persen. Saat ini, permintaannya per bulan mencapai 5.000 kemasan berukuran 100 gram. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Untuk variasi rasa dan topping ada rasa original, keju, cokelat, pedas, dan beberapa rasa lainnya. Khusus untuk rasa keju, keju yang dipakai adalah impor. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Permintaan tape krispi produksi Nurul dengan merk dagang GeHaelFood ini ternyata tak hanya di Bondowoso maupun kota-kota lain di Jawa Timur dan Indonesia. Tapi sudah ke luar negeri seperti Singapura, China, Korea, dan benua Eropa. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Bahkan sebuah maskapai penerbangan nasional juga memberi kesempatan pada UMKM ini untuk memasarkan produknya di pesawat terbang maupun lounge-nya. Berupa sales on board (SOB), bersama sejumlah produk-produk lainnya. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.

Di Bondowoso tape singkong diolah sedemikian rupa hingga menjadi menjadi camilan yang lebih enak. Rasanya legit, kriuk renyah dan dikemas dengan rapih modern. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
 Lazimnya, tape hanya disajikan biasa dan langsung dimakan sebagai kudapan. Penganan berbahan dasar singkong ini berasa manis, sedikit asam. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Seorang warga Curahdami, Bondowoso, Nurul Hidayati, membuat terobosan. Tape singkong dikeringkan dengan teknis tertentu. Jadilah tape krispi yang kriuk dan renyah. Tapi tetap mempertahankan cita rasa dasar tape. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Proses pembuatan tape krispi tersebut, tape yang sudah matang dikeringkan dengan suhu tertentu menggunakan vacuum frying selama beberapa jam. Lalu diberi variasi rasa sesuai selera. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Menurut Nurul, di masa pandemi ini permintaan pasar tape krispi buatannya naik hingga 100 persen. Saat ini, permintaannya per bulan mencapai 5.000 kemasan berukuran 100 gram. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Untuk variasi rasa dan topping ada rasa original, keju, cokelat, pedas, dan beberapa rasa lainnya. Khusus untuk rasa keju, keju yang dipakai adalah impor. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Permintaan tape krispi produksi Nurul dengan merk dagang GeHaelFood ini ternyata tak hanya di Bondowoso maupun kota-kota lain di Jawa Timur dan Indonesia. Tapi sudah ke luar negeri seperti Singapura, China, Korea, dan benua Eropa. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.
Bahkan sebuah maskapai penerbangan nasional juga memberi kesempatan pada UMKM ini untuk memasarkan produknya di pesawat terbang maupun lounge-nya. Berupa sales on board (SOB), bersama sejumlah produk-produk lainnya. Foto: detikcom/Chuk Shatu W.