Sate Payudara Sapi yang Lembut Dinikmati Bersama Kuah Gulai dan Serundeng

Jangan salah, sate kapur bukan berarti sate yang dimasak memakai kapur. Namun, kapur adalah sebutan bagi payudara sapi yang menjadi bahan utama sate tersebut. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Kuliner unik ini menjadi menu andalan warung Pecel Sate Kapur Bu Malika di Jalan Seroja, Desa/Kecamatan Jombang. Warung milik Malika (69) ini tergolong legendaris karena sudah ada sejak 1992 silam. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Setiap tusuk sate berisi 2 potong payudara sapi dicampur daging punggung sapi. Sebelum dibakar, sate kapur dilumuri bumbu cabai merah, cabai rawit kemiri, garam, gula merah dan bawang. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Payudara sapi tekturnya empuk kenyal dengan rasa gurih, tak kalah enak dengan bagian daging sapi lainnya. Apalagi dibumbui cabai yang pedas dan gurih karena kemiri, makin lezat. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Sate kapur ternyata menjadi menu favorit makan sahur di Jombang. Sebanyak 150 tusuk sate habis setiap harinya. Daging punggung dan payudara sapi yang empuk dan kenyal menjadikan sate kapur diburu penikmat kuliner. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Penyajian sate kapur juga berbeda dengan sate yang pada umumnya dimakan dengan gulai. Di warung Malika, sate kapur disajikan dengan pecel dan nasi. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Harga satu porsi sate kapur di warung Malika cukup terjangkau. Dengan membayar Rp 20.000 saja, pengunjung bisa menikmati makan sahur berupa nasi pecel dan 4 tusuk sate kapur. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto

Jangan salah, sate kapur bukan berarti sate yang dimasak memakai kapur. Namun, kapur adalah sebutan bagi payudara sapi yang menjadi bahan utama sate tersebut. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Kuliner unik ini menjadi menu andalan warung Pecel Sate Kapur Bu Malika di Jalan Seroja, Desa/Kecamatan Jombang. Warung milik Malika (69) ini tergolong legendaris karena sudah ada sejak 1992 silam. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Setiap tusuk sate berisi 2 potong payudara sapi dicampur daging punggung sapi. Sebelum dibakar, sate kapur dilumuri bumbu cabai merah, cabai rawit kemiri, garam, gula merah dan bawang. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Payudara sapi tekturnya empuk kenyal dengan rasa gurih, tak kalah enak dengan bagian daging sapi lainnya. Apalagi dibumbui cabai yang pedas dan gurih karena kemiri, makin lezat. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Sate kapur ternyata menjadi menu favorit makan sahur di Jombang. Sebanyak 150 tusuk sate habis setiap harinya. Daging punggung dan payudara sapi yang empuk dan kenyal menjadikan sate kapur diburu penikmat kuliner. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Penyajian sate kapur juga berbeda dengan sate yang pada umumnya dimakan dengan gulai. Di warung Malika, sate kapur disajikan dengan pecel dan nasi. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto
Harga satu porsi sate kapur di warung Malika cukup terjangkau. Dengan membayar Rp 20.000 saja, pengunjung bisa menikmati makan sahur berupa nasi pecel dan 4 tusuk sate kapur. Foto: detikFood/Enggran Eko Budianto