Kontol Kejepit, Jajanan Tradisional khas Bantul yang Manis Legit

Tolpit atau kontol kejepit merupakan jajanan tradisional berupa kue adrem. Dinamakan demikian karena bentuknya yang disebut-sebut menyerupai alat kelamin. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Kontol kejepit banyak ditawarkan di pedagang-pedagan kaki lima di Bantul. Salah satunya ada Mardinem (66)yang sudah berjualan sejak usia 16-17 tahun. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Berawal dari dirinya yang kerap membantu orangtuanya berjualan adrem dan kue cucur di Pasar Pleret. Dari itulah ia mulai belajar sedikit demi sedikit. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Awalnya dia hanya berjualan tolpit selama 4 tahun di Pasar Niten. Pasalnya dia lebih fokus untuk menjual hasil bumi, terlebih saat itu yang lebih laku adalah hasil bumi. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Tapi akhirnya Mardinem melanjutkan jualan adrem lagi mulai tahun 2002, pokoknya sebelum gempa (2006) sampai sekarang. Selama pandemi ia hanya berjualan sesuai pesanan. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Menurut Mardinem, penamaan tolpit alias 'kontol kejepit' sudah sejak lama dan karena proses pembuatannya yang menggunakan teknik penjepitan. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

"Dijapit pakai sumpit 3 buah, lalu diangkat. Nah, kalau sudah dicur (adonan dituang ke dalam penggorengan) melembung terus dijapit. Karena itulah namanya tolpit," ujar Mardinem. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Terkait pembuatan tolpit alias kontol kejepit, dia menyebut ada 2 cara. Kendati demikian hasil pembuatan dari 2 metode ini sama. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Pertama yang encer, gula sekilo, tepung sekilo campur gandum dan kelapa 1. Kalau yang padat, itu tepung sekilo, gula 8 ons dan kelapa cuma seperempat. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Sedangkan untuk harga, dia menyebut satu buah tolpit dipatok dengan harga Rp 1000. Sedangkan untuk 6 buah tolpit biasanya dijual Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana

Tolpit atau kontol kejepit merupakan jajanan tradisional berupa kue adrem. Dinamakan demikian karena bentuknya yang disebut-sebut menyerupai alat kelamin. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Kontol kejepit banyak ditawarkan di pedagang-pedagan kaki lima di Bantul. Salah satunya ada Mardinem (66)yang sudah berjualan sejak usia 16-17 tahun. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Berawal dari dirinya yang kerap membantu orangtuanya berjualan adrem dan kue cucur di Pasar Pleret. Dari itulah ia mulai belajar sedikit demi sedikit. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Awalnya dia hanya berjualan tolpit selama 4 tahun di Pasar Niten. Pasalnya dia lebih fokus untuk menjual hasil bumi, terlebih saat itu yang lebih laku adalah hasil bumi. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Tapi akhirnya Mardinem melanjutkan jualan adrem lagi mulai tahun 2002, pokoknya sebelum gempa (2006) sampai sekarang. Selama pandemi ia hanya berjualan sesuai pesanan. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Menurut Mardinem, penamaan tolpit alias kontol kejepit sudah sejak lama dan karena proses pembuatannya yang menggunakan teknik penjepitan. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Dijapit pakai sumpit 3 buah, lalu diangkat. Nah, kalau sudah dicur (adonan dituang ke dalam penggorengan) melembung terus dijapit. Karena itulah namanya tolpit, ujar Mardinem. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Terkait pembuatan tolpit alias kontol kejepit, dia menyebut ada 2 cara. Kendati demikian hasil pembuatan dari 2 metode ini sama. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Pertama yang encer, gula sekilo, tepung sekilo campur gandum dan kelapa 1. Kalau yang padat, itu tepung sekilo, gula 8 ons dan kelapa cuma seperempat. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana
Sedangkan untuk harga, dia menyebut satu buah tolpit dipatok dengan harga Rp 1000. Sedangkan untuk 6 buah tolpit biasanya dijual Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu. Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana