Sedapnye! Nasi Uduk Pakai Lauk Semur Jengkol yang Jadi Primadona

Warung itu adalah Nasi Uduk Pasar Thomas yang sejak PPKM berlaku di Jakarta buka lebih awal pada pukul 17.00 WIB. Baru buka saja, nasi uduk ini langsung diserbu pelanggan. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Nasi Uduk Pasar Thomas memang sangat terkenal karena kelezatannya. Menurut Siti Fatimah atau Ibu Ipat pemilik Nasi Uduk Pasar Thomas, warung in dirintisnya sejak 2007 lalu. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Awalnya Nasi Uduk Pasar Thomas hanya menyajikan lauk sederhana seperti semur dan telur saja. Namun, kini lauknya mencapai 30 jenis! Ada semur, bihun goreng, tempe orek, semur jengkol, daging pedas, dan lainnya. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Semur jengkolnya jadi primadona di sini. Bahkan, dalam sehari bisa menghabiskan 6 kilogram jengkol. Ibu Ipat juga menjelaskan kepada detikFood (23/2) kalau lauk ini selalu habis duluan. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Sate kikilnya yang kenyal dengan lumuran saus kacang yang kental legit juga jadi favorit pelanggan. Satu tusuknya Rp 5 ribu saja! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kami pun memesan dengan menu andalan di sini. Satu porsi nasi uduk dengan lauk semur jengkol dan sate kikil dibanderol harga Rp 17 ribu. Harga terjangkau dan tentunya bisa bikin perut kenyang! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Nasi uduk di sini juga jadi juara. Aromanya sangat wangi dan rasa gurih juga kuat. Tak heran kalau selalu diburu pelanggan. Dalam sehari, Nasi Uduk Pasar Thomas ini bisa habiskan 50 liter beras lho! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Ada juga menu nasi kuning yang tak kalah enak. Nasi kuningnya jauh lebih pulen dengan aroma rempah yang kuat. Makan nasi kuning ini enaknya ditambahkan lauk daging balado pedas, bihun goreng, tempe orek, dan tahu semur. Hmm, sedap! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Gorengan di sini juga masih terjangkau, dibanderol harga Rp 1.000 saja per buahnya. Ada tempe goreng dan bakwan yang nikmat banget! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Warung itu adalah Nasi Uduk Pasar Thomas yang sejak PPKM berlaku di Jakarta buka lebih awal pada pukul 17.00 WIB. Baru buka saja, nasi uduk ini langsung diserbu pelanggan. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Nasi Uduk Pasar Thomas memang sangat terkenal karena kelezatannya. Menurut Siti Fatimah atau Ibu Ipat pemilik Nasi Uduk Pasar Thomas, warung in dirintisnya sejak 2007 lalu. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Awalnya Nasi Uduk Pasar Thomas hanya menyajikan lauk sederhana seperti semur dan telur saja. Namun, kini lauknya mencapai 30 jenis! Ada semur, bihun goreng, tempe orek, semur jengkol, daging pedas, dan lainnya. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Semur jengkolnya jadi primadona di sini. Bahkan, dalam sehari bisa menghabiskan 6 kilogram jengkol. Ibu Ipat juga menjelaskan kepada detikFood (23/2) kalau lauk ini selalu habis duluan. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Sate kikilnya yang kenyal dengan lumuran saus kacang yang kental legit juga jadi favorit pelanggan. Satu tusuknya Rp 5 ribu saja! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Kami pun memesan dengan menu andalan di sini. Satu porsi nasi uduk dengan lauk semur jengkol dan sate kikil dibanderol harga Rp 17 ribu. Harga terjangkau dan tentunya bisa bikin perut kenyang! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Nasi uduk di sini juga jadi juara. Aromanya sangat wangi dan rasa gurih juga kuat. Tak heran kalau selalu diburu pelanggan. Dalam sehari, Nasi Uduk Pasar Thomas ini bisa habiskan 50 liter beras lho! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Ada juga menu nasi kuning yang tak kalah enak. Nasi kuningnya jauh lebih pulen dengan aroma rempah yang kuat. Makan nasi kuning ini enaknya ditambahkan lauk daging balado pedas, bihun goreng, tempe orek, dan tahu semur. Hmm, sedap! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Gorengan di sini juga masih terjangkau, dibanderol harga Rp 1.000 saja per buahnya. Ada tempe goreng dan bakwan yang nikmat banget! Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari