Gudeg Pak Atmo yang berada di Jl. Gandaria I, ruangannya ditata sederhana dan di teras warung ini selalu ada sepeda ontel yang jadi hiasan. Nama Pak Atmo yang terpampang pada spanduk di depan warung adalah nama asli pemiliknya.(Dyah OKtabriawatie Waluyani/detikFood)
Nasi asem-asem daging (Rp.28.000) tersaji dalam hitungan beberapa menit. Disajikan dalam mangkuk berukuran sedang dan nasinya disajikan di atas piring bersama kerupuk udang. Isian asem-asem daging sangat banyak, ada irisan jagung muda, daun melinjo, daging sapi berlemak yang dipotong dadu juga potongan cabai merah besar. Aroma daging yang gurih bercampur aroma cabai yang segar. (Dyah OKtabriawatie Waluyani/detikFood)
Kalau yang ini nasi urap (Rp. 21.000) yang disajikan di atas piring beralas daun pisang dengan lauk sepotong tempe bacem. Sayuran rebus untuk urapannya ada bayam, daun singkong, kacang panjang, tauge, irisan timun dan pete rebus yang diiris tipis. Kelapa berbumbunya diaduk langsung dengan sayurannya. Wangi semerbak aroma kencur dan kelapanya langsung tercium. (Dyah OKtabriawatie Waluyani/detikFood)
Dari nama warungnya saja sudah jelas menu gudeg yang paling tersohor di sini. Gudegnya tidak terlalu manis dan agak kering. Rebusan singkong juga jadi pelengkapnya. (Dyah OKtabriawatie Waluyani/detikFood)
Slruup!! Secangkir es beras kencur (Rp. 8500) yang disajikan dingin legit dan wangi jadi minuman penutup hidangan sedap ini. (Dyah OKtabriawatie Waluyani/detikFood)