Chef de cuisine Zulficar Kareem didatangkan dari Pune Marriott Hotel and Convention Centre India untuk menciptakan kebab dengan citarasa autentik. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Daging yang sudah diberi bumbu ditusukkan ke batang-batang besi, lalu dimasukkan ke dalam tandoor, tungku khas India. Di sini proses pembakaran terjadi. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Setelah matang, kebab diangkat dan digantung agar dingin. Kebab India ini memang berbeda dengan doner kebab yang kita kenal di Indonesia, yakni sebongkah besar daging yang ditusuk di batang besi besar, di mana daging tersebut diiris-iris tipis dan dibuat sandwich menggunakan tortilla. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Ini dia kebab yang sudah jadi. Chef Zulficar kali ini banyak menggunakan daging domba, meski ada pula daging ayam dan seafood. Sambal merah, saus hijau yang creamy, serta acar sayuran menjadi pelengkapnya. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Tidak cuma daging, sayuran pun bisa dibuat kebab. Tandoori gobhi ini adalah kembang kol yang diisi dengan buah kering dan kacang. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Kashmiri pulao ini ternyata memiliki rasa yang di luar dugaan. Nasi basmati yang terlihat pera rupanya terasa pulen! Nasi ini dicampur dengan kacang polong, almond, mede, dan semacam sukade. Tak disangka, nasi manis ini cocok di lidah! (Fitria Rahmadianti/Detikfood)
Mungkin tak semua orang menyukai rasa papadam, keripik India yang tipis dan renyah ini. Pasalnya, rasa pedas ladanya menyengat dengan aroma cengkeh dan rempah yang tak mau kalah. Konon keripik ini dapat menghilangkan bau mulut. (Fitria Rahmadianti/Detikfood)