Sebelum bertransaksi, pengunjung diwajibkan menukarkan uang di loket ini. (Fitria/detikFood)
Ini dia uang-uangan kuno yang berlaku di Kampoeng Tempo Doeloe. Nominalnya terdiri dari 5, 10, dan 20 yang dikalikan dengan Rp 1,000 jika dikonversi ke uang aslinya. (Fitria/detikFood)
Ada puluhan stand makanan di sini yang dihias seperti rumah kuno jaman Belanda. Dari cemilan, makanan tradisional Indonesia, hingga kudapan yang mendapat pengaruh Belanda seperti poffertjes bebas dipilih sesuka hati. (Fitria/detikFood)
Untuk memperkuat kesan Batavia jaman dulu, waiter pun didandani seperti kompeni. Lucu ya, berpakaian kolonial tapi membawa-bawa nampan dan membereskan sisa makanan di meja. Hihihi... (Fitria/detikFood)
Nyam, nyam... Ini namanya Sate Batibul Laka-laka. Sate khas Tegal ini dibuat dari daging kambing berusia di bawah tiga bulan. Harganya Rp 25,000 untuk 6 tusuk sate plus lontong atau nasi. (Fitria/detikFood)
Untuk memuaskan dahaga, Es Oyen seharga Rp 12,000 ini terasa mantap. Manis, segar, dan dingin. Isiannya terdiri dari kelapa muda, kolang-kaling, irisan alpukat, dan mutiara delima. Slurp! (Fitria/detikFood)