Terbang Bersama Penerbang Pahlawan

- detikFood Jumat, 22 Jul 2011 13:24 WIB
Jakarta - Saya terkejut melihat pesawat mengkilat ini sesaat sebelum boarding di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Pesawat dengan nomor registrasi PK GFM ini ternyata dicat sesuai dengan livery Garuda Indonesia di masa lalu. Bagian atas badan pesawat dicat warna putih, dengan strip merah sepanjang tubuhnya. Logo Garuda lama (1961-1969) yang berwarna hitam dengan bentuk segitiga tampak anggun.

Rupanya, Garuda Indonesia sengaja ingin menampilkan sejarahnya dengan mengecat dua pesawat terbarunya (keduanya dikirim dari pabriknya pada tahun 2011 ini) dengan livery lama. PK GFM memakai livery Garuda 1961-1969. Sedangkan PK GFN memakai livery Garuda 1970-1985 yang masih memakai logotype huruf-huruf kecil. Logotype ini sekarang "dicomot" oleh RM Minang-Melayu Garuda.

Penerbangan pagi ke Makassar ini cukup penuh. Sekitar 90% kursi terisi penumpang. Sesuai jadwal pesawat sudah didorong dari garbarata pukul 09.30, dan lima menit kemudian sudah airborne.

Saya mendapat kejutan menyenangkan ketika mendengar pengumuman bahwa penerbangan ini dipimpin oleh Capt. Abdul Rozak. Captain Rozak adalah penerbang legendaris yang mendapat penghargaan dari asosiasi penerbang dunia karena prestasinya dalam mengatasi keadaan darurat ketika mesin pesawatnya mati di udara, dan Capt. Rozak berhasil mendaratkan pesawatnya di Bengawan Solo dengan selamat. Sebagian besar kita tentu masih ingat kejadian yang mirip mujizat itu.

Saya sempat mengirim salam kepada Capt. Rozak melalui pramugari, dan Capt. Rozak bahkan berkenan mengundang saya sebentar ke cockpit penerbang untuk bertukar sapa.

Saya kembali ke kursi karena pramugari telah mulai menghidangkan makanan. Di ketinggian 14,5 kilometer di atas permukaan laut, dengan penerbangan yang mulus di tangan seorang kapten yang legendaris, para penumpang disuguhi pilihan mi goreng daging sapi atau nasi goreng ayam. Saya memilih nasi goreng ayam. Nasi gorengnya lezat, dengan tendangan trasi yang sungguh tepat. Ayamnya bukan merupakan potongan yang dicampur dalam nasi goreng, melainkan ayam bumbu rujak yang disajikan sebagai lauk terpisah. Ayam bumbu rujaknya harus diacungi jempol. Kualitas krupuk ikan tengiri sebagai pelengkap pun membuat pengalaman makan ini cukup mengesankan.

Penerbangan mulus ini berakhir dengan touch down yang mulus pada pukul 12:36, tepat dua jam penerbangan. Terima kasih, Capt. Rozak.

Tanggal: 5 Maret 2011
Maskapai: Garuda Indonesia
Flight No.: GA 640
Rute: CGK (Soekarno-Hatta) – UPG (Sultan Hasanuddin, Makassar)
Jarak/Waktu: 2 jam
Pesawat: B 737 800NG
Nomor Kursi: 21D (Aisle)
Kelas: Ekonomi




(dev/Odi)