Low-Fare dengan Suguhan

- detikFood Selasa, 12 Jul 2011 15:52 WIB
Jakarta - Valuair adalah low-cost carrier yang berbasis di Singapura, didirikan pada tahun 2004 oleh mantan Dirut Singapore Airlines. Awalnya, Valuair melayani rute Singapura-Hong Kong dan Singapura-Bangkok, sebelum kemudian meluaskan sayapnya untuk melayani penerbangan ke-dari Jakarta.

Sekalipun diposisikan sebagai low-cost carrier, sejak awal Valuair tetap memberikan frills kepada penumpang seperti layaknya penerbangan berjadwal, misalnya: bagasi gratis 20 kg, jarak antar-kursi 32 inci, dan dengan suguhan pula, sekalipun terbatas. Ini sengaja dilakukan untuk bersaing dengan Tiger Airways, dan JetStar Asia Airways, low-cost carrier lainnya yang juga berbasis di Singapura.

Valuair juga menerbangi rute yang tidak umumnya diterbangi oleh low-cost carrier, misalnya dengan terbang ke Perth (Australia), Xiamen dan Chengdu (RRC)

Baru setahun beroperasi dengan sukses, Valuair diakuisisi oleh JetStar Asia Airways (subsidiary dari Qantas). Dengan dana segar yang dicurahkan oleh Qantas, JetStar makin meluaskan sayapnya. Di Indonesia, misalnya, Valuair juga menerbangi Medan, Surabaya, dan Denpasar. Sekalipun sudah diakuisisi oleh JetStar, tetapi nama Valuair masih dipertahankan, khusus untuk melayani penerbangan ke destinasi Indonesia. Khusus untuk tujuan Bangkok, dipakai sistem code-sharing dengan JetStar. Karena itu, jangan bingung bila ketika melakukan pembukuan secara online, Anda akan terhubung dengan situs JetStar.

Penerbangan dari Singapura ke Jakarta dengan Valuair ini saya pilih karena itinerary perjalanan saya yang terputus-putus dan diselingi open jaw dengan moda transportasi darat. Penerbangan point-to-point (bukan roundtrip) memang selalu lebih murah bila diterbangi dengan low-fare airlines seperti Valuair ini.

Pertimbangan lain memilih Valuair adalah karena mendengar kinerja OTDA (On-Time Departure and Arrival) yang cukup baik di antara maskapai penerbangan sekelasnya. Dalam penerbangan ini, kinerja itu terpenuhi dengan baik. Pada tiket tercantum ETD (Estimated Time of Departure) pukul 20.10. Pintu pesawat sudah ditutup pada pukul 20.05 dan push back sudah terjadi pada pk 20.10. Tetapi, karena traffic yang ramai di bandara Changi pada saat itu, pesawat baru airborne pk 20.35.

Interior pesawat ini benar-benar mencerminkan karakter low-fare airline. Interiornya didominasi warna abu-abu. Very nondescript. Dingin. Seragam pramugari dan pramugara pun tidak terlalu fancy, tetapi tampak rapi. Pesawat Airbus Seri 320 ini masih tampak terawat baik. Semua fitur kursi berfungsi baik.

Uniknya, begitu pesawat mencapai ketinggian jelajah, pramugari membagikan segelas air kemasan dan muffin untuk seluruh penumpang. Lho, ternyata penerbangan murah juga masih peduli untuk menyuguhkan sekadar minum/makan bagi penumpangnya? Semangat untuk menghadirkan kepantasan ini perlu dihargai.

Bagi penumpang yang memerlukan minum/makan tambahan, tersedia JetCafe dengan pilihan menu yang cukup baik dan beragam. Minuman kemasan (Coke, Hot Milo, Teh, Juice) rata-rata seharga Sin$3. Kopi susu panas Sin$4-5. Bir dan wine Sin$5. Nasi Ayam Hainan Sin$10. Beef Stew with Bread Roll Sin$ 8. Japanese-style Curry Rice Sin$8.

Penerbangan malam yang cukup mulus, dan mendarat tepat waktu pada pk 21.55.



(dev/Odi)