easyJet: AirAsia-nya Eropa

- detikFood Senin, 07 Mar 2011 13:07 WIB
Jakarta - easyJet adalah maskapai penerbangan low-cost yang terkenal di Eropa. Armadanya banyak, melayani berbagai bandara di banyak negara. Untuk penerbangan ini, karena tiketnya saya beli dua bulan sebelumnya, harga tiket dari Italia ke Belanda ini (jarak setara dengan Jakarta-Ampenan) "hanya" Eu 89 (sekitar Rp 1 juta lebih sedikit).
   
Dari segi efisiensi dan kualitas layanan, easyJet setara dengan AirAsia. Bedanya, AirAsia sudah sejak lama menerapkan nomor kursi, sedangkan easyJet hingga sekarang masih menerapkan sistem free seating. Artinya, penumpang memilih sendiri kursinya ketika sudah berada di atas pesawat. Untungnya, karena di Eropa orang sudah terbiasa tertib, tidak terjadi suasana bersidahulu untuk berebut kursi.
   
Ruang tunggu di pintu-pintu pemberangkatan pun didesain nyaman untuk penumpang. Selalu ada kafe dan restoran di dekatnya. Tersedia juga beberapa charging stations untuk penumpang yang perlu mengisi baterai untuk ponselnya. Charger-nya tersedia untuk berbagai merk ponsel. Juga ada beberapa kursi pijat berbayar yang tampak populer diantre penumpang.
   
Di penerbangan ini saya memperhatikan adanya safety procedure yang khas. Pintu ke kokpit penerbang senantiasa dalam keadaan tertutup. Setiap kali ada petugas yang akan masuk ke kokpit, selalu ada awak kabin yang berdiri membelakangi pintu untuk mengamankan kokpit dari orang tidak berkepentingan yang akan menyerobot masuk. Prosedur ini dijalankan baik ketika pesawat berada di darat maupun setelah mengudara.
   
Dalam bahasa yang bebas, tetapi berwibawa dan jelas, kapten penerbangan menyampaikan maaf atas tertundanya keberangkatan pesawat karena keterlambatan tiba dari bandara sebelumnya. Di bawah renai salju, proses turnaround terlaksana dalam waktu 20 menit - sejak pesawat tiba dan boarding dimulai.
   
Beberapa menit setelah lepas landas, pesawat terguncang-guncang dalam awan tebal. Tetapi, setelah mencapai ketinggian jelajah, matahari tampak bersinar terang, dan penerbangan berlangsung mulus. Pegunungan Alpen tampak indah nun di bawah sana.
   
Pramugari dan pramugara dengan sigap mendorong kereta makanan dan minuman yang dijual kepada penumpang. Menu yang dijual bergantung pada bandara pemberangkatan. Misalnya, bila pesawat berangkat dari Italia, pilihan sandwich-nya adalah panini dan pizza. Bir-nya Nastro Azzurro. Tetapi, bila keberangkatan dari Jerman, bir-nya Kronenburg, dan roti gapitnya berisi wurst Jerman. Panini dan pizza (Eu 5, sekitar Rp 60 ribu) bisa dipanaskan sesuai dengan keinginan penumpang.
   
Uniknya, in-flight sales easyJet tidak hanya menjual berbagai cendera mata dan tiket bus dari bandara ke kota, melainkan juga menjual tiket untuk berbagai paket tur di bandara tujuan.
   
easyJet mendarat mulus satu jam terlambat dari jadwal di Amsterdam Schiphol yang sebagian kawasannya tampak putih tertutup salju. Cuaca 3 derajat Celcius. Bagasi pun muncul cepat di conveyor belt ruang kedatangan. Efisien. No frills!

Tanggal    :    3 Januari 2011
Maskapai  :    easyJet
Flight No   :    EZY 2727
Rute         :    MXP (Milan Malpensa) - AMS (Amsterdam Schiphol)
Jarak/Waktu:  1 jam 30 menit
Pesawat   :     A-319
Nomor Kursi:  28 B-C
Kelas        :    Ekonomi



(eka/Odi)