Gudeg Enak di Kota Solo

- detikFood Kamis, 15 Sep 2011 16:43 WIB
Solo - Sekalipun bukan asli Solo, hidangan yang populer di Yogyakarta ini mempunyai varian Solo yang tidak semanis versi aslinya. Pada dasarnya ada dua macam gudeg: basah dan kering. Setelah dimasak dengan api sedang selama 12 jam dengan berbagai bumbu (terutama santan dan gula merah), gudeg basah ditiriskan dan digoreng sehingga menghasilkan gudeg kering. Gudeg kering berwarna kecoklatan dan rasanya lebih manis daripada gudeg basah. Gudeg kering biasanya dibasahkan kembali ketika disajikan dengan kepala santan (areh). ada juga yang dibuat lebih manis dengan tahi minyak kelapa (blondo). Gudeg disajikan dengan nasi putih, ditemani opor ayam atau ayam goreng, tempe dan tahu bacem, sambal goreng rambak (kerupuk kulit), sayur daun singkong.

RM Adem Ayem > Jl. Brigjen Slamet Riyadi 342, 0271 726992/712891, 05.30 – 21.00: Nangka mudanya dipotong besar-besar. Coba juga ayam gorengnya yang empuk dan gurih.

Gudeg Cakar Bu Kasno > depan SMA Negeri I, Jl. Margoyudan, 0271 630703, 01.30–06.00: Terkenal karena opor cakar atau ceker (kaki ayam) yang empuk dan gurih. Jangan lewatkan sensasi gudeg dengan bubur lemu. Hidangan lewat tengah malam at its best! Bila enggan bangun tengah malam, sekarang juga bisa didapati di Galabo mulai pukul 18.00-24.00.

Gudeg Bu Cokro > (juga dikenal sebagai Gudeg Pasar Legi), Jl. Sutan Sjahrir, 0271 642009, 05.30-12.00: Untuk ukuran Solo, ini adalah gudeg paling mahal. Padahal, harganya tetap murah-meriah. Di pagi hari juga tersedia bubur lemu.

Bubur Lemu Bu Mari > Jl. Jenderal Gatot Subroto, dekat Matahari, 0271 738643, 24 jam: Selain gudeg komplet, di tempat ini terkenal dengan bubur lemu (bubur nasi dimasak dengan santan) berlauk gudeg.



(dev/Odi)