Yogyakarta

Yogyakarta

- detikFood
Rabu, 18 Agu 2010 13:14 WIB
Jakarta - Jogja adalah sebutan pendek dari sebuah kota yang bernama lengkap Yogyakarta. Dalam bahasa Jawa disebut Ngayoja, diduga berasal dari kata Ayodia. Kota perjuangan, kota pelajar/mahasiswa, kota budaya, kota bersejarah, yang sekaligus ingin kami tampilkan sebagai kota kuliner.

Jogja memiliki peta kuliner yang luar biasa. Ciri-ciri kuliner tradisional Jogja yang gurih, manis, dan mantap, telah dikenal secara luas. Gudeg, brongkos, dan baceman, mungkin merupakan andalan kuliner Jogja. Tetapi, makanan generik lainnya pun – seperti soto dan sate – hadir di Jogja dengan penampilannya yang khas dan unik.

Untuk urusan makan-makan, Jogja nggak ada matinye. Makanan juga merupakan alasan utama yang membuat Jogja hidup dan berdenyut selama 24 jam. Sepanjang hari dan malam, selalu ada tempat makan asyik yang dapat dijadikan sasaran. Ibaratnya, setengah warga Jogja sibuk masak-masak, sedangkan setengahnya lagi sibuk makan-makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenyataan sejarah Jogja yang pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia selama masa hijrah (1946-1949), juga membuat kota ini memiliki sifat-sifat nasional dalam banyak hal - termasuk kulinernya. Ini juga diperkuat dengan kehadiran mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia yang belajar di Jogja dan akhirnya "memboyong" pula berbagai makanan khas dari kawasan-kawasan Indonesia lainnya.Β 

Di bidang kuliner, ekonomi kreatif bukanlah hal yang baru. Begitu banyak penjaja makanan yang secara kreatif menghadirkan kuliner baru dan kini menjadi populer di Jogja. Semua ini memeriahkan pelangi kuliner di kota besar berlatarbelakang budaya Jawa ini.

Sebagai kota pelajar/mahasiswa, Jogja juga dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur. Selama 24 jam, selalu saja ada aktivitas yang dapat dilakukan di Jogja. Dan semuanya terjadi tanpa terburu-buru. Denyut Jogja yang alon-alon angger kelakon (pelan-pelan asal tercapai) dan penuh kenikmatan khas ini memang harus dialami sendiri. Dengan kata lain, kapan pun Anda merasa lapar, selalu saja ada tempat makan yang siap memenuhi keperluan Anda.
Β Β Β 
AYAM GORENG/PANGGANG
(termasuk bebek dan burung dara)
Jangan dulu menganggap remeh! Sekalipun ayam goreng merupakan hidangan yang umum dan luas dijumpai di mana-mana, beberapa penjaja ayam goreng di Jogja sungguh-sungguh tidak boleh dilewatkan.

Kebanyakan, ayamnya sudah diungkep (direbus dengan bumbu) sebelum kemudian digoreng. Hasilnya adalah ayam goreng yang renyah di luar, empuk di dalam. Sambal goreng manisnya merupakan pendamping yang sangat cocok untuk ayam goreng jenis ini.

Cara lain untuk menyiapkan ayam sebelum digoreng adalah dibacem. Ayam goreng jenis ini sangat khas, dengan citarasa yang juga sangat unik.

Ayam Goreng mBok Sabar: Jl. Jagalan 23A, 588467: Ayam bacem goreng yang sungguh istimewa. Sambalnya juga mantap.

RM β€œIbu Suharti”: Jl. Laksda Adisutjipto 208, 484522, 484512: Bermula dari warung kecil, kini β€œIbu Suharti” sudah merupakan waralaba nasional dengan gerai di seluruh Indonesia. Mutu ayam gorengnya sudah dikenal luas.

Ayam Goreng β€œLombok Idjo”: Jl. Laksda Adisutjipto 22, 519603, 519604: cabang dari rumah makan ayam goreng di Semarang yang sedang laris dan naik daun. Top markotop!

Ayam Panggang Klaten: dijajakan oleh Mbah Purwo dengan tenong digendong, sering mangkal di depan Toko Maju Jaya, Malioboro: Ayam panggang yang harum dengan santan yang mlekoh. Bagi saya pribadi, ayam panggang klaten adalah yang paling mak nyuss! Aroma maupun citarasanya luar biasa.

Ayam Panggang Tiga Berku: Jl. Ki Penjawi 6, Kotagede, 377345: ayam panggang gagrak Klaten yang memakai areh (santan kental). Harum, gurih dan mak nyuss!

Burung Dara Goreng SBTB (Sebelah Barat Terang Bulan): Jl. Malioboro, dekat Pasar Beringharjo, 518565, 0815 6870064: Sangat mungkin merupakan burung dara goreng paling enak di Jogja. Tersedia juga nasi gudeg sebagai pendamping, serta ayam goreng dengan kualitas yang juga istimewa.

Cak Koting & Bu Meti: Jl. Dr. Sutomo (depan Bioskop Mataram), 566773: Bebek goreng a la Madura di warung ini sangat gurih dan empuk. Bila kurang suka bebek, juga tersedia ayam goreng dengan bumbu dan cara penyajian yang sama.
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads