Krakatau Room yang berlokasi dilantai dasar Grand Hyatt Jakarta mendadak jadi senyap. Padahal sebelumnya peserta cooking class yang penuh sesak nyaris tak henti berkicau. Wah, rupanya mereka sedang menikmati cofffee morning. Secangkir teh atau kopi di tangan kiri dan sepiring penuh aneka cake cokelat di tangan kanan.
"Aku sudah sarapan tapi nggak tahan deh liat cake cokelatnya," komentar seorang peserta. Bagaimana tidak tergiur? di meja depan ruangan sudah berjajar beragam cake cokelat, truffle cake, cake cokelat matcha, mangkuk cokelat berisi krim strawberry, chocolate chips cookies ukuran besar, dan tepat di ujung ada air mancur cokelat. Beragam potongan buah segar, kue dan buah kering dicelup langsung dalam cokelat yang mengalir. Hmmm... pantas saja mulut para peserta terkunci, sibuk mengunyah aneka kelezatan itu!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang membedakan dengan cake cokelat lain adalah adonan cakenya, yang tidak sepert bolu tapi juga bukan butter cake," jelas mbak Woro. "Kok cakenya nggak pake mentega ya? Apa enak? Apa bisa mengembang? Apa nggak kering ya?," berondongan pertanyaan peserta langsung dijawab dengan detil oleh mbak Woro. "Pokoknya, hari ini saya berikan rahasia membuat cake andalan hotel Grand Hyatt Jakarta ini," jawab mbak Woro sambil melempar senyum.
Tahap-tahap pembuatan Framboise Chocolate Cake dan Prune Chocolate yang diperagakan penuh detil oleh mbak Woro berlangsung seru. Nyaris tak ada tahapan yang dilewatkan tanpa pertanyaan dari peserta. "Loyangnya harus pake yang ring ya mbak? Belinya di mana ya? Tolong dong dikasih tahu cara melapisi dengan kertas?," demikian serangan pertanyaan peserta. Semuanya dijawab lengkap dengan peragaan oleh mbak Woro. "Untuk menambahkan pure raspberry bisa sesuai selera, cukup diaduk saja sampai rata," tutur mbak Woro sambil menyelesaikan adonan mousse cokelat dan raspberrynya.
Pembuatan cake untuk Cake Prune Chocolate sedikit berbeda karena memakai campuran kacang walnut yang dihaluskan. "Saya tidak memakai tepung terigu karena sudah diganti dengan walnut yang dihaluskan. Hasilnya nanti cake sedikit kasar tetapi ringan teksturnya dan gurih," demikian jelas mbak Woro sambil tangannya asyik mengaduk adonan dengan walnut halus.
Cake yang matangpun dibelah dan peserta bisa melihat langsung teksturnya. Peragaan melapis cake juga tak kalah seru. "Oo..gitu ya triknya supaya bisa mulus," komentar seorang peserta saat melihat mbak Woro memakai loyang ring untuk melapis cake. "Dengan ring ini cake dan lapisannya jadi lebih kokoh dan bagus," inilah alasan sang pastry chef.
Trik melapisi cake dengan cokelat ganachepun menyedot perhatian peserta. "Jangan pelit saat memakai cokelat buat melapis cake. Sisa cokelat ini setelah agak keras bisa dipakai untuk melapis cake yang lain," jelas mbak Woro. Dalam beberapa detik, cokelat yang hangatpun meluncur sempurna, melapisi cake, licin, mulus tanpa cacat. 'Wooouww...', teriak peserta bersamaan. Cara mengoles cake dengan adonan mousse pun dipragakan dengan teliti. "Wah, memang benar ya kita nggak boleh pelit-pelit..," demikian komentar peserta.
Soal mengukur adonan dengan bentuk loyang juga jadi pembahasan serius. Hal ini terjadi saat mbak Woro memperagakan pembuatan 'Pistachio Chocolate Cake' yang memakai loyang segi empat panjang sebagai cetakannya. "Sebenarnya tak ada alasan khusus, hanya saja dari tadi sudah bundar ya sekarang kita buat yang segi empat,' sambil tersenyum chef Woro menanggapi pertanyaan peserta.
Rupanya pemakaian loyang segi empat ini bisa membuat potongan cake lebih banyak. Untuk ukuran 40x30 cm bisa menjadi 40-0 potong. "Kalau begitu lebih irit ya pake yang segi empat ya," kata bu Pauline yang duduk di deretan depan dan selalu rajin bertanya.
Pembuatan cake terakhir Chocolate Cassata tetap menarik perhatian peserta karena prinsipnya mirip bolu gulung. "Wah, ini menarik karena aku selalu nggak berhasil bikin bolu gulung yang mulus," kata seorang peserta. Adonan cokelatpun dituang ke dalam loyang segi empat, tipis-tipis. "Apa nggak ketipisan ya chef? kalau digulung apa nggak pecah?," tanya peserta lagi. Semua pertanyaan itu dijawab dengan peragaan menggulung cake yang sudah dilapisi mousse putih dan taburan aneka buah. Tahap menghias cake inipun sangat memukau peserta.
Gulungan cake memanjang yang ada di atas loyangpun mulai dioles dengan chocolate ganache. "Nggak rata gitu nggak apa-apa ya mbak Woro," tanya seorang peserta. Sambil tersenyum mbak Woro pun mengambil sepotong plastik mika dan ditaruh melintang di permukaan cake. Simsalabiiim... dalam sekali gerakan lapisan cokelatpun jadi mulus! "Wouuw....hebat deh.. diulang lagi dong," sambil tepuk tangan pesertapun berteriak dan sang chef pun mulai lagi peragaannya.
Akhirnya sesi cooking class yang padat ilmu dan tips pun berakhir. Hadiah-hadiah istimewapun dibagikan. Lima orang peserta yang membawa pulang bingkisan cokelat Lindt dari PT Pandurasa Kharisma adalah Fitra Hayati, Annie Haryanto, Lisa, Indrastuti, dan Silvi Kurniawan. Selamat mengulum cokelat ya!
Seorang peserta yang bakal menikmati berakhir pekan menginap di Gran Room hotel Grand Hyatt Jakarta adalah Hisma Pratanti dan yang bakal bisa makan enak dengan voucher makan dari Gran Hyatt adalah Dessy. Mbak Woro juga membagikan 2 buah botol khusus (yang dibawa dari Singapura) untuk memerciki sirop gula ke atas cake dan yang bisa membawa pulang adalah Eri Muriati dan Minda.
Acara memotret cake cokelat yang sudah dihias cantik dan di display di piring cantik menjadi kesibukan peserta. Selain itu tentu saja foto bersama cake, bersama teman, bersama mbak Woro dan juga diskusi lanjutan dengan mbak Woro masih mewarnai suasana.
Yang tak kalah heboh tentu saja kerumunan peserta yang berjubel di stand PT. Pandurasa Kharisma, membeli cokelat Lindt dengan harga spesial. Setelah itu makan siang di Gran Cafe pun menjadi penutup acara. Peserta pun kewalahan menenteng bawaan, dari belanjaan cokelat sampai kotak kue berisi 5 jenis cake yang dibuat dalam cooking class.
Wah..wah bener-benar kuenyanng banget! Ya ilmu ya cokelat ya makan siang! Oke, sampai jumpa di cooking class yang akan datang ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN