Roti Empuk, Roti Manis, Roti Cantik!

Roti Empuk, Roti Manis, Roti Cantik!

- detikFood
Senin, 14 Apr 2008 12:59 WIB
Jakarta - Membuat roti memang mengasyikkan! Dari proses mengaduk adonan, membentuk, menghias roti dengan aneka topping, hingga memanggang roti di oven semuanya dilakukan para peserta dengan semangat. Tak heran hasilnya pun cantik, empuk, tak kalah dengan buatan bakery!

Bertempat di Ranch's Cooking School Pondok Indah, cooking class exclusive yang bertemakan 'Roti Manis' ini pun digelar. Tepat pukul sepuluh, acara dibuka oleh Pak Haryanto yang murah senyum dan piawai dalam urusan membuat roti dan cake ini.

Acara diawali dengan penjelasan seputar roti hingga sesi tanya jawab yang berlangsung seru."Pak, yang dimaksud dengan telur antero itu apa sih?", "Berapa lama sih tangannya bisa terampil membuat roti seperti bapak?", "Kok mentega dan garam dimasukkan saat terakhir?". Ya, itulah seputar pertanyaan yang bertubi-tubi ditanyakan oleh para peserta dengan antusias.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun para peserta belum puas bertanya, agar tidak membuang waktu acara segera dilanjutkan dengan membuat adonan roti. Bersama-sama mereka pun mulai meracik adonan menggunakan mixer berukuran besar yang telah disediakan oleh PT. Sinar Cahaya Cemerlang. Tak ketinggalan, sesi tanya jawab pun masih berlangsung sambil menunggui adonan menjadi kalis.

"Wah cepat benar Pak kalisnya," ujar salah seorang peserta sambil menjawil adonan yang telah dikeluarkan dari mixer. "Ini dikarenakan memakai mixer yang khusus untuk usaha bakery bukan rumah tangga biasa. Kalau tertarik bisa ditanyakan dengan Pak Adi dari SCC loh," ujar Pak Haryanto ikutan berpromosi.

"Kok lama banget sih mengembangnya?" gerutu beberapa peserta yang sudah tak sabar. Bahkan beberapa ada yang bolak-balik mengintip adonan dari balik plastik penutup. Agar peserta tak bosan, sambil menunggu adonan mengembang Pak Haryanto mencontohkan cara membulatkan dan membentuk variasi seperti sakura buns, sunny buns, choco strip buns, dll.

Adonan yang bulat lonjong polospun ditutupi dengan adonan talas yang berpola marmer, ungu putih. "Duh... cantik-cantik ya jadi sayang dimakan?", "Wah bagus ya hasilnya?" begitulah sebagian komentar dan decak kagum peserta ketika menyaksikan kepiawaian Pak Haryanto.

Makin sore, acara pun makin berlangsung seru. Setelah disela dengan makan siang bersama, kini giliran para peserta kembali unjuk gigi. Mereka pun dibagi menjadi beberapa kelompok agar pembuatan roti dapat berlangsung lancar. "Kok susah sih, tadi Pak Haryanto kayaknya gampang?", "Punyaku adonannya enggak bisa bulat sih?", komentar para peserta yang mencoba membuat variasi roti.

Tak hanya para peserta wanita, para peserta pria pun tak kalah heboh. "Loh kok cowok-cowok model rotinya beda dengan yang lain ya?" ujar Pak Haryanto sambil tersenyum geli. Mengapa tidak? model yang bulat pun disulap menjadi kodok dan bentuk 'antik' lainnya. "Ini model suka-suka," celetuk seorang peserta pria yang diiring tawa geli peserta lainnya.

Setelah proses membuat variasi isi roti komplet dibongkar dan dipraktekkan bersama. Proses memberi topping pada roti pun menjadi keasyikan tersendiri para peserta dalam berkreasi. Ada yang hasilnya tampak cantik, ada pula yang salah memberi topping.

"Pokoknya dalam membuat roti yang penting kita harus gembira hingga kreatifitas dapat keluar," ujar Pak Haryanto. Hmm... bau harum roti dari oven yang telah dipanggang seketika menggelitik hidung para peserta. Tak ayal lagi, mereka pun berlomba-lomba agar roti buatan mereka dapat segera dipanggang.

Akibat proses pemanggangan yang bergiliran membuat mereka harus sabar mengantre. Roti buatan Pak Haryanto yang mengepul hangat pun ludes menjadi serbuan peserta sambil menunggu roti mereka matang. Ada yang langsung mencicipi "Hmmm... enak banget Pak!" Ada pula yang mengemasinya dalam box untuk dibawa pulang bersama dengan roti buatannya sendiri. Bahkan sisa isian roti , ada adonan vla, adonan talas, sampai adonan mayones yang masih ada pun, tak luput dari jarahan para peserta. Wah wah!

O ya, sebelum menutup acara Pak Haryanto pun memberikan tips-tips untuk menetapkan harga jual roti. Faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk menetapkan harga jual hingga berapa persen keuntungan yang bakal diperoleh. "Jadi, kalau tidak ada karyawan, Anda harus kerja sendiri, tetap harus digaji, ada biayanya," demikian tegas pak Haryanto. "Membuat roti manis harus kreatif, filling dan topping harus menarik,' demikian pesannya. Wah, komplet bukan?

Akhirnya kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta CWS Exclusive Roti, Ranch's Cooking School Pondok Indah dan juga PT. Sinar Cahaya Cemerlang yang mendukung acara ini. Sampai bertemu di CWS selanjutnya ya! (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads