Dipantau 3 Chef Sampai Kekenyangan

Dipantau 3 Chef Sampai Kekenyangan

- detikFood
Senin, 28 Jan 2008 11:57 WIB
Jakarta - Cooking class ini memang istimewa. Tiga orang chef turun dari dapurnya, memberi bimbingan langsung. Dari trik mengaduk adonan, membuat lipatan hingga mematangkan. Praktek melipat adonan dim sum pun jadi asyik dan heboh. Akibatnya peserta jadi kekenyangan, ya ilmu dim sum, ya menyantap 10 jenis dim sum!

Sejak jam 9 pagi, bukan hanya peserta tetapi 3 orang chef ; Executive Chef Alex Kral, Chef Tien Chao Lau Pak Wai dan Dim Sum Chef Tan King Chiu sudah siap di Tien Chao Restaurant yang ada di lantai dasar hotel Gran Melia Jakarta. Meja praktek plus beragam peralatan sudah rapi disiapkan.

Lumpia atau spring rolls merupakan jenis dim sum yang pertama diperagakan oleh sang dim sum chef. "Adonan udang ini bisa disesuaikan dengan selera. Yang ini ditambahkan daun kucai, hicken powder dan tepung kentang," demikian penjelasan chef Tan dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh Chef Lau ke bhs.Indonesia. "Chef, ini kulit lupia kok kayak kertas ya? buatnya gimana? belinya di mana?" pesertapun mulai berebut mengajukan pertanyaan. Maklum saja sang chef memakai rice paper roll skin yang tipis putih persis kertas sebagai kulit lumpia. "Ooo... begitu ya cara menggulungnya," komentar peserta saat melihat tangan cekatan sang chef melipat adonan dan melapisi dengan wijen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hitungan menit persertapun mulai membuat lumpia dalam kelompoknya. Hasilnya? Ada yang kecil kempis, ada yang gendut, ada juga yang cantik. "Wah, kayaknya gampang tapi kalo dibikin kok jadi sulit juga ya...," komentar peserta yang berusaha melepaskan kulit lumpia yang lengket. Tiap kelompok perserta didampingi oleh 3 orang asisten chef yang memberi bimbingan dengan sabar.

Peragaan membuat Adonan Hongkong pun berlangsung seru. Adonan kulit dim sum yang terbuat dari tepung Hongkong, tepung terigu protein tinggi dan tepung sagu. "Chef, airnya panasnya seberapa ya? Takaran persisnya berapa ya? Tepung Hongkong itu merknya apa?" serbuan pertanyaan diajukan oleh peserta. "Sebenarnya bisa dikira-kira kalau sudah cukup rata dan kalis, tak perlu ditambah air lagi," demikian jelas asisten chef yang membantu.

Usai membuat adonan kulit, cara melipat dumpling ayam dan udangpun diperagakan dengan jelas. Tak hanya menyerbu dengan pertanyaan, pesertapun berlomba memotret, merekam dengan kamera video dan ada juga yang asyik mencatat. Saat praktek melipat adonan, barulah peserta merasa agak kerepotan. "Aduh, punyaku kok jadinya kayak pastel, gimana ini?", "Punyaku kok miring, isinyaΒ  keluar lagi," pesertapun asyik komentar.

Agak berbeda saat membuat beef dumpling yang lipatannya lebih sederhana, berbentuk segi empat panjang. "Wah, ini gampang, kayak bikin bakso, dan kulitnya nggak dilipat-lipat," dengan penuh antusias pesertapun mulai berpraktek. Kehebohan kembali terjadi saat chef Tan memperagakan pembuatan kulit Hakau. Campuran tepung tang mien dan sagupun dituangi air mendidih yang mengepul.

Dalam beberapa kali adukan, adonanpun menjadi kalis dan padat. "Kalau sudah dingin apa masih bisa dipakai?, tanya peserta. Trik menggiling adonan menjadi bundar dan tipis diperagakan oleh para asisten chef di masing-masing kelompok. "Pak, di sini kok nggak ada gilingannya ya?" teriak kelompok 5. Dalam hitungan menit, sang asisten chef sudah membawa potongan kayu. "Nah, iniΒ  gagang sapu siapa ya yang dipotong?" komentar peserta ini langsung diiringi gelak tawa para peserta.

Rasa penasaran membuat peserta asyik berkutat dengan adonan. Apalagi saat membuat salmon dumpling yang berbentuk ikan dan Vegetables Dumpling yang berbentuk seperti kupu-kupu. Hasilnya juga sangat beragam, ada ikan yang mungil perutnya gendut, ada yang besar di bagian belakang, ada juga yang jadi bundar. Karena hasil karya akan dibawa pulang maka tiap kelompok berusaha membuat dim sum sebanyak-banyaknya. "Makin banyak, bagian kita yang dibawa pulang makin banyak juga," demikian jelas seorang peserta pada teman-teman kelompoknya.

Sambil menanti dim sum hasil karya dikukus, para pesertapun bersantap siang. Belum lagi makan disajikan kelompok-kelompok pun kembali pasang aksi di depan kamera. "Mumpung ketemu…," demikian tutur Tara yang asyik pasang senyum bersama Suzana, dan teman-teman. Rully, salah satu peserta pria selalu asyik melempar komentar dan nyaris selalu jadi juru foto gerombolan para wanita cantik. "Aku mau juga dong difoto bersama cewek-cewek buat bukti ke istri," komentarnya. Aneka dim sum silih berganti disajikan dan akhirnya sebagian peserta menyerah.

Kekenyangan menyantap 10 jenis dim sum, bebek panggang plus sup almond yang mulus dan manis sebagai penutup. Bukan peserta CWS detikfood kalau kurang akal. Dim sum yang tak habis disantappun juga dibagi rata di anatara peserta, dimasukkan rapi ke dalam boks plastik bersama dim sum hasil praktek. "Pokoknya kalau ikut cooking class detikfood nggak cuman kenyang tapi juga bisa bawa pulang hasilnya," demikian komentar mereka.

O, ya dua orang ibu yang beruntung membawa pulang voucher makan dari Gran Melia Jakarta: Ibu Liliana dan Ibu Vera. Selamat ya! Buat Anda yang belum sempat ikutan, tunggu saja, kami akan segera membuka kelas kedua! (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads