Meskipun janjian pukul 10.00 pagi, tapi pukul 09.00 member milis detikfood yang ikutan acara MasBY (Masak Bareng Yuk) sudah berdatangan di Ranch's Cooking School, Ranch Market Pondok Indah. Hatijah, Rurry, disusul rombongan Emma, Stella, mbak Ine, Nining plus teman-temannya. Sambil bersiap-siap, mereka pun bergerombol sambil ngobrol asyik.
Usai menyiapkan bahan-bahan, Stella pun mulai membongkar bawaan. "Ayo dicicip, ini lidah asap buatanku..." Wah, para memberpun langsung menyerbu irisan tipis lidah asap yang kecokelatan dan wangi. Nyam..nyam!!! Sementara Emma menyiapkan aneka sayuran dan bumbu untuk Garo Bunga Pepaya, mulut-mulut para member juga sibuk mengunyah serabi Solo, combro dan misro yang dibawa para member.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stella juga menjelaskan penuh detil bahan-bahan yang dibawa buat Bakso Choynya. "Bahan yang unik adalah jamur fat choy, yang halus hitam seperti ini. Jamur ini sering dipakai untuk sajian Imlek. Mungkin bunyinya mirip dengan ' fat choy'," jelas Stella sambil menunjukkan jamur yang mirip rambut atau potongan jenggot. Urusan udang segar dan bijirin atau sereal pembuat Udang Goreng Gandum pun dijelaskan dengan rinci. Bijirin Nestum pun komplet berikut kalengnya diamati oleh para member.
Para memberpun berpencar membagi diri membantu persiapan memasak. Sambil mengiris daun pandan, obrolanpun mengalir. "Ini daging ayamnya digiling sama lemaknya ya?" tanya Paulina pada Stella. Lilik yang paling juniorpun (yang mengaku belum pernah memasak), dengan cekatan ikut mengupas udang. Diam-diam Rury pun sudah beres dengan adonan puding almondnya.
Tiba-tiba muncul Ellen yang datang terlambat sambil menenteng 2 kotak berisi arsik ikan mas. "Masak sendiri ya?," teriak kami. "Enggak aku minta tolong saudara," jawab Ellen yang langsung mengamati pembuatan bakso choy. Sstt..ada lho member yang sibuk banget, buka sibuk mengiris atau mengaduk tapi jeprat-jepret memotret member yang masak. Siapa lagi kalau bukan Nining? "Maaf ya ini try out kamera baru gue," tuturnya sambil membidikan kamera digital Canonnya ke panci bakso. "Huuuu...huu...," teriak member yang lain.
"Waduh liat dong Stella kayak abang bakso," teriak mbak Ine melihat Stella membentuk bakso dengan menggunakan jempol telunjuk dan sendok makan. Bergiliran para memberpun mencoba membentuk bakso. Sementara wangi udang goreng sudah tercium, Emma juga sudah siap dengan segala racikan bumbunya. Akibat belum terbiasa memakai wajan besi yang tebal,adonan telur kocok yang dibuatpun terlanjur menggumpal karena kebesaran api.
Ronde kedua pembuatan udang gandum ini akhirnya dilakukan oleh Nining (yang terpaksa menaruh kamera barunya). Garo Bunga Pepaya hidangan khas Manado pun dibuat paling akhir dan hampir seluruh member pun bergerombol mengamati wajan berisi tumisan bumbu, daun papaya dan daun tangkil yang diaduk-aduk. Di sebelahnya panci bakso choypun sudah mendidih, mengepul wangi! Urusan cicip mencicip, mbak Ine, sang suhu memasak pun turun tangan. "Baksonya dah cukup asinnya. Udang gorengnya agak keasinan, nanti yang kedua jangan ditambah garam," demikian komentarnya.
Ya, akhirnya semuanya siap dalam waktu satu setengah jam. "Kok cepet ya kita masaknya padahal sambil ngobrol." Ya, itu karena dikerjakan ramai-ramai dengan suasana senang. Tanpa dikomando, mbak Ine diikuti beberapa member, sibuk bersih-bersih. Mencuci semua peralatan masak dari panci sampai sendok dan pisau. Wah... wah, hebat ya? Selesai beberes peralatan masak, makan siangpun dimulai. Pokoknya semua melayani diri sendiri seperti di rumah.
Bakso langsung diambil dari pancinya. Nasi yang panas mengepul diambil langsung dari kukusan. Ternyata, kecuali lauk yang dimasak, mbak Ine bawa orak-arik peda (pakai pete lagi!), Ellen bawa arsik ikan mas dan Stella juga membagikan sampel sosis ayam dan sosis daging asap buatannya. "Wah, kalau ada orak-arik, garo pepaya dan arsik kayak begini mendingan makan pake tangan," komentar Rury yang langsung diikuti member lain. Jangan ditanya kalau ada yang bolak-balik nambah apalagi setelah merasakan bakso choy yang hangat ngepul dan gurih habis! Maklum aja karena peda mbak Ine sedep banget, arsik Ellen, pedes gurih, plus garo bunga papaya yang renyah krenyes-krenyes dan udang goreng yang gendut menantang. Setelah kekenyangan, puding almond yang dingin lembut ditaburi fruit cocktail jadi 'pemadam' rasa pedas gurih di mulut.
Perut kenyang ternyata tak membuat para member langsung pulang lho! Semua piring dan mangkuk kotorpun dicuci ramai-ramai dan dilap kering. Dilanjutkan dengan acara mengelap meja dan memberesi barang-barang. Waduh, yang satu ini memang patut diacungi jempol! Dapur Ranch's Cooking School pun kembali mengkilap! Acara beberespun berlanjut. Apalagi kalau bukan sisa bahan dan sisa makanan. Sisa bijirin, sisa bunga papaya, puding, arsik dan semua lauk dan kue yang ada di mejapun habis dibagi dan dibungkus rapi untuk dibawa pulang.
Acara ditutup dengan foto bersama sampai beberapa kali dengan beberapa kamera! Tentu saja semua pasang gaya paling oke! Ssst.. apa ya tema buat MasBY yang akan datang? Ada yang usul makanan Jepang untuk menyambut Nury pulang kampung dari Jepang. Ada juga yang usul membuat aneka jajanan tradisional. Atau bikin makanan daerah yang unik? Hmm...semuanya menarik kan? Buat seluruh member yang ikutan MasBY perdana terima kasih banyak ya.. Yang belum ikutan, kami tunggu di MasBY berikutnya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN