Mengungkap Rahasia Roti & Cake

Mengungkap Rahasia Roti & Cake

- detikFood
Kamis, 30 Agu 2007 08:24 WIB
Jakarta - Ragi yang menjadi bahan utama roti merupakan benda hidup. Karena itu sejak awal peradaban manusia, roti dianggap sebagai lambang kehidupan. Sejalan dengan evolusi manusia, rotipun mengalami evolusi. Tak sekedar bersenyawa dengan ragi pasangan abadinya tetapi juga dengan bahan-bahan lainnya. Hasilnya? Hmm... yummy!!!Ya, seandainya para raja Romawi bisa hidup kembali dan melihat perkembangan ragam roti saat ini tentulah mereka akan menggeleng-gelengkan kepala. Roti yang asalnya dibuat hanya dengan ragi, air, tepung terigu dan sedikit gula tak lain hanyalah untuk memelihara hidup si ragi. Namun ternyata justru menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi. Kini, roti yang dipelopori oleh orang Eropa telah mengalami perkembangan dahsyat di kawasan Asia. Kalau baquette di Prancis hanya tawar rasanya maka di Asia dihasilakn sweet baquette yang empuk, mentul-mentul. Belum lagi beragam roti manis dengan aneka isian yang sangat tak terbatas jumlahnya. Orang Asia menjuluki genre roti yang baru ini sebagai roti Taiwan. Karena konon dipelopori oleh orang Taiwan. Dari kreasi merekalah akhirnya lahir roti manis yang dipaksa 'selingkuh' dengan adonan cake yang manis sehingga memberi tekstur renyah kres di luar tetapi sangat lembut di dalam. Kreasi inilah yang kini menjadi best seller beberapa branded bakery di kawasan Asia.Untuk Anda pencinta roti, kami mengajak Anda menggali ilmu dari bpk. Haryanto Makmoer, seorang ahli bakery yang rajin berkeliling Indonesia untuk memberikan aneka pelatihan seputar roti. Negera-negara kawasan Asia juga rajin dikunjunginya. Dalam kesempatan khusus, pria muda ini akan membeberkan teknik marbling pada adonan roti sehingga menciptakan rasa gurih manis yang seimbang. Belum lagi tampilannya yang cantik memikat! Tak hanya itu, aneka jenis cake juga mengalami perubahan. Masyarakat kembali menyukai cake yang memakai bahan alami dan resep kuno. Bukan hanya rasanya prima tetapi juga tetap bisa dibuat dengan teknologi modern. Untuk itu Bapak Hadi Tuwendi, seorang pakar bakery dan kue yang berpengalaman lebih dari 30 tahun akan mengungkap rahasia cake kuno.Cake kuno inipun mengalami 'perselingkuhan' baru, bukan dengan aneka bahan tetapi justru dengan tampilan. Lapis Surabaya dengan model 'marmer' yang cantik sehingga tak membosankan. Bahkan pak Hadi mencoba paduan yang kurang lazim antara cake dan soes atau choux pastry. Kedua jenis kue yang popular ini dipadukan dalam satu loyang. Hasilnya? 'Perselingkuhan' tekstur dan rasa yang luar biasa enak! Semua bahan-bahan dari resep kuno masih dipertahankan sehingga kelezatan akan menjadi jaminannya.Jika Anda pencinta roti dan cake yang ingin meluaskan wawasan, silakan luangkan waktu Anda bersama kami pada hari Sabtu, 1 September 2007, pukul 9.30 - 17.30 di hotel Shangri-la Jakarta. Kami akan memanjakan Anda dengan beragam informasi dahsyat seputar kuliner. Jangan sampai tertingal trend atau kehabisan tiket, segera daftarkan diri Anda di sini!!! (/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads