'Organic Day': Dari Hidup Organik Sampai Ayam Amplop

'Organic Day': Dari Hidup Organik Sampai Ayam Amplop

- detikFood
Senin, 16 Apr 2007 11:12 WIB
Jakarta - Obrolan tentang produk organik dan nasib pertanian organik menjadi topik pembuka yang seru. Belum lagi chef Adi yang santai dan penuh humor membeberkan segala detil urusan memasak. Dari yang paling rumit sampai yang paling 'males'. Acara makin asyik dengan santapan makanan sehat plus bagi-bagi hadiah dan voucher!'Makanan organik saat ini sedang menjadi trend,' demikian tutur pak Agus Margono dari Bukit Organik membuka acara 'Organic Day'. Peserta yang memadati ruang Ranch's Cooking School Pondok Indah yang berlokasi di Ranch Market Pondok Indah pun dengan serius menyimak penuturan pak Agus. 'Semua penyakit yang sekarang ada berasal dari perut, karena itu sangat positif jika kita mau mulai hidup sehat dengan makanan organik,' demikian tegas pak Agus yang sudah berpengalaman mengelola pertanian organik. Nuansa sehat dan segar sudah dirasakan oleh para peserta saat mereka menikmati jus buah MamaRoz tanpa pengawet yang disajikan sebagai welcome drink. Pesertapun makin asyik bertanya jawab dengan pak Agus. 'Kalau tak ada sertifikat apa yang harus kita perhatikan saat membeli produk organik?', demikian pertanyaan yang dilontarkan seorang peserta setelah Pak Agus bercerita soal sertifikasi organik yang belum ada di Indonesia. Ternyata caranya sangat mudah. Belilah di toko yang terpercaya! Pak Agus pun mengajak peserta untuk mulai bersikap organik. Artinya, menghargai alam sebagaimana adanya dengan cara mengkonsumsi produk organik. 'Kalau tak ada konsumen tentu pertanian organik tak akan berkembang,' tuturnya. Acara bincang-bincang ditutup pak Agus dengan 'memamerkan' gambar-gambar kegiatan di Bukit Organik yang terletak di pegunungan dengan ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Usai obrolan serius, chef Adi Taroepratjeka yang datang dari Bandung mulai membeberkan rahasia dapurnya dengan resep Green Salad yang memakai saus jus buah segar. 'Kalau mau praktis dan hasilnya bagus, daun selada sebaiknya jangan dipotong dengan pisau, cukup dipotong dengan cara 'diulir' dengan tangan,' tutur Adi memberikan tipsnya. Kalau biasanya saus vinaigrette memakai 100% minyak olive maka chef Adi mengganti sebagian dengan carrot and orange juice yang segar. 'Supaya tak repot masukkan saja semua bahan saus ke botol juice, tutup lalu kocok seperti ini,' chef Adi memperlihatkan jurus praktisnya. Dalam sekejap salad berbahan sayuran organik dengan saus jus buahpun siap. Pembuatan Watercress and Tomato Soup pun segara dibuat. 'Selada air ini termasuk favorit saya karena warnanya bagus dan teksturnya sangat renyah,' tutur chef Adi sambil memperagakan cara menumis bawang Bombay dan kentang. Untuk taburan tomat segarpun dipanggang di atas bara api hingga kulitnya gosong. 'Gosongnya sampai hitam begini ya,' kata chef Adi sambil mengupas tomat dan mencincangnya. 'Jangan lupa saat memproses sup panas dengan blender, tutup dengan lap supaya kalau 'muncrat' tidak mengenai muka,' Adi memberikan tipsnya. Tanya jawab pun mengiringi pembuatan setiap resep. Tiap langkah selalu disertai dengan tips dan bahan alternatif penggantinya. Pembuatan Chicken Papillote ternyata sangat menarik. Dada ayam yang diberi bumbu rempah ringan dibungkus rapat dengan kertas aluminium lalu dipanggang. 'Kalau membuatnya banyak, taruh saja di loyang lalu tutup rapat dengan selembar kertas aluminium,' jelas chef Adi. Seperti dituturkan oleh chef Adi, setelah 20 menit dipanggang, bungkusan ayam menjadi 'menggembung' seperti balon. 'Nah, untuk menarik perhatian, tiap orang bisa mendapat satu bungkusan, saat akan dimakan, digunting dan uap harum akan mengepul, wangi sekali,' Jelas chef Adi sambil menggunting bungkusan ayam dan dalam sekejap uap panas mengepul diiringi aroma harum menusuk hidung. Wah, perutpun jadi tergelitik lapar!. Aroma daun basil segar yang harum juga 'menggoda', saat chef Adi melumatkan daun basil dan bawang putih untuk resep saus pasta, Tomato Basil Pesto. Khusus untuk saus pesto ini chef Adi menyarankan pemakaian pasta yang berbentuk potongan pendek seperti pasta bentuk pita, pena, spiral atau kerang. 'Kalau memakai bentuk yang panjang saus tidak akan menempel, saus akan tertinggal saat pasta dimakan,' jelas chef Adi. Sambil melihat peragaan pembuatan Strawberry Shortcake, berbagai jenis teh Dilmah yang hangat harum mengepul disajikan untuk peserta. Hitung-hitung sebagai penghangat perut yang makin lapar! 'Kue ini sangat praktis, adonan bisa disimpan, bisa diberi topping krim dan buah segar atau dimakan begini saja sebagai teman makan sup,' tutur Adi sambil memotong adonan dengan pisau. Kue yang gurih renyah dengan topping krim segar yang dikocok plus irisan strawberry organik pun tersaji cantik!Semua sajian santap siang disiapkan langsung oleh Chef Adi, dalam keadaan segar! Sambil menanti chef Adi menyiapkan sajian makan siang, pesertapun diberi informasi soal wadah penyimpan bahan makanan dari Korea, Lock & Lock. 'Produk ini dilengkapi dengan karet di keliling tutupnya sehingga kalau ditutup akan membuat kondisi kedap udara atau hampa udara di dalamnya. Makanan jadi awet segarnya dan tidak mudah rusak,' demikian tutur perwakilan dari Lock & Lock. Wadah plastik yang bening dengan klep pengait di semua sisinya ini memang bisa ditaruh di lemari es atau freezer. 'Organic Day' kali ini memang didukung oleh banyak pihak termasuk Bertolli, produk minyak zaitun, pasta dan aneka saus dari Italia yang ternama karena kualitasnya. Sebelum menghirup sup hangat sebagai pembuka makan siang, hadiahpun dibagikan. Sepuluh orang peserta berhasil mendapatkan 10 voucher cooking class di Ranch's Cooking School. Lima orang beruntung membawa pulang 5 bingkisan teh berkualitas dari Dilmah dan tiga orang membawa pulang 3 bingkisan dari Paseo. Makan siang yang ringan, sehat dan bercita rasa alami menjadi penutup kemeriahan acara 'Organic Day'. Nah, sampai bertemu lagi! Salam sehat! (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads