Brokus Berubah Jadi Puding Cokelat
Selasa, 25 Jul 2006 12:15 WIB
Jakarta - Di sabtu pagi yang cerah dan indah, para peserta cooking class Bownies Kukus mendatangi studio kuliner Arumanis, Indonesia Arts dengan wajah penuh semangat. Banyaknya peserta kali ini mencerminkan keantusiasan pecinta brokus untuk membedah "rahasia" kelezatannya langsung dari sang ahli. Bertempatkan di jalan Ciniru I/12, studio Arumanis ini terasa penuh sesak dengan 16 peserta yang seakan sudah tak sabar ingin menggali kemampuannya. Cooking class yang biasanya hanya menampung maksimal 10 peserta ini terlihat lebih semarak dari biasanya. Tak heran jika kami sempat kewalahan menghadapinya. Sambil menunggu pak Yongki Gunawan, sang pakar kue, menyantap sarapannya para peserta juga terlihat asyik menyantap teh manis hangat dengan kroket sebagai menu sarapannya.Dengan wajah yang tak kalah berseri-serinya, pak Yongki akhirnya muncul dan menyapa peserta, "Pagi ibu-ibu, maaf ya sudah menunggu lama. Saya tadi tidak sempat sarapan di rumah. Yuuk, kita mulai saja acaranya!" Kemudian para peserta masuk ke kelas untuk menerima teori singkat dari sang chef. Sesi ini diawali dengan introduction mengenai aneka bahan, tips serta trik membuat brokus yang tak hanya legit di gigi tapi juga yummy di lidah. Pak Yongki yang sangat ramah serta penuh dengan guyonan ini dengan seketika melumerkan kekakuan yang semula terasa di antara peserta. Dengan santai pak Yongki menceritakan pengalamannya membuat brownies kukus. "Sebenarnya saya tak sengaja membuat brokus ini lho Bu. Tadinya saya ingin membuat brownies panggang biasa tapi karena gagal adonannya ya sudah saya kukus saja akhirnya dan saya berikan ke anak-anak buah saya. Ternyata staff saya semua pada bilang enak. Nah karena semua bilang enak, saya jadiin materi pengajaran saya deh...", cerita pak Yongki yang berhasil membuat peserta tertawa. Alhasil pak Yongki menjadi kebanjiran pertanyaan dari peserta. "Pak, kalau tak mau memakai rhum bakar, boleh pakai vanilla gak?" "Boleh saja Bu, tapi rasa serta aromanya jelas akan berbeda. Kegunaan rhum bakar untuk menetralisir aroma amis telur dan tak ada yang bisa mengalahkan aroma amis telur selain rhum bakar. Rhum bakar ini memang tak ada tandingannya, bahkan kalau lemari ibu ingin wangi, boleh saja diberi rhum." jelas pak Yongki dengan kelakarnya. Spontan saja para peserta tertawa dan ada yang sempat menyeletuk, "Aahh...pak Yongki bisa saja niih..."Kenyamanan yang dirasakan peserta terhadap penjelasan pak Yongki yang penuh dengan "banyolan" ini tentu saja membuat para peserta "betah". Jika tak dihentikan, mungkin sesi penjelasan teori ini akan berlangsung lebih lama dari yang sudah ditentukan. Kurang lebih sejam kemudian, sesi praktek dimulai. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok A (yang berpraktek di bagian depan ruang praktek) berjumlah 8 orang dan kelompok B (yang berpraktek di belakang) berjumlah 8 orang. Setelah pembagian kelompok ini selesai, para peserta yang penasaran tak mau membuang-buang waktu lagi untuk mencoba keahliannya. Sesi praktek berjalan dengan lancar, meski dibagi dalam dua kelompok namun tak satupun peserta yang luput dari perhatian pak Yongki. Hingga di dalam ruangan kelompok A terdengar hingar bingar yang rupanya terjadi kesalahan. Kesalahpahaman antara peserta dan kru pak Yongki membuat adonan yang semula dibuat sebagai lapisan tengah resep Brownies Kukus Murah dijadikan sebagai adonan dasar. Adonan yang tak seharusnya dikukus ini karena misunderstanding akhirnya dikukus. Pak Yongki yang sabar akhirnya meredakan ketegangan ini, "Sudahlah bu, tak apa-apa. Namanya juga masih dalam taraf belajar, jadi kalau berbuat salah itu lumrah.", jelas pak Yongki. Sembari mengambil adonan "gagal" tersebut, pak Yongki berkata, "Ini juga tak kalah enaknya kok Bu untuk dimakan. Ayoo...ayoo...coba saja dicicip." "Hmm..iya ya pak, rasanya jadi seperti hot chocolate pudding, kuenya lembut, dengan lumeran cokelat, nyam..nyam...enak lho!!"Sebelum terjadi "kekacauan", sesi praktek dijeda sementara oleh makan siang bersama. Menu makan siang yang lezat pun tandas dalam sekejap. Selesai membuat aneka macam brownies lezat dan sembari menunggu dua resep terakhir, yaitu Almond Brownies Kukus dan Brownies Cheese Drop Kukus matang, para peserta berkumpul dan berbincang-bincang dengan pak Yongki. Serasa tak ingin "pisah" dengan pak Yongki, para peserta terlihat enggan beranjak pergi. Namun waktulah yang menentukan segalanya dan setelah hasil praktik peserta dibagikan, mau tau mau mereka meninggalkan studio Arumanis. Sampai jumpa di sesi berikutnya ya Bu,...
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN