Sushi? Tottemo Oishi Desu!

Sushi? Tottemo Oishi Desu!

- detikFood
Senin, 05 Jun 2006 11:09 WIB
Jakarta - Kelas kedua CWS Exclusive Sushi ini tak kalah seru dengan kelompok pertama. Meskipun relatif kurang "cerewet" dan jarang bercanda tetapi mereka rajin bertanya. Hampir setiap detil ditanyakan pada sang chef. Hmm...sampai-sampai sang chef bingung kapan bisa mulai memberi peragaan. Nah, lho!Cooking class dimulai pukul 10.05 teng meskipun beberapa peserta belum hadir. Seperti biasa, acara dibuka oleh ibu Odilia dengan perkenalan. Setelah acara perkenalan Sembilan belas orang peserta menyimak penjelasan para Chef mengenai nama bahan-bahan pembuatan sushi. Mulai dari beras, cuka, kombu dan nori. "Nori yang bagus itu gimana sih chef, terus kalo boleh tau harganya berapa ya?" "Oh yang bagus itu yang warnanya gelap ibu, kalo yang kami pakai di sini norinya harganya Rp 400.000 satu bungkusnya. Isinya mungkin sekitar 80 lembar", jawab chef Sopi. "Whew...!"Usai perkenalan bahan, peragaan pembuatan cuka sushi (sushi shu) pun dibeberkan. Meskipun bahannya terdiri dari cuka, garam, gula dan kombu tetapi perlu diperhatikan urusan merebus. "Tidak boleh mendidih ya. Setelah kombu masuk, bisa dibiarkan sampai lama juga bisa disimpan bersama kombunya biar rasanya lebih enak," demikian chef Sopi menjelaskan. Agar ilmu dan praktek lebih efektif diterima oleh peserta maka peserta pun dibagi menjadi dua kelompok."Ingat ya ibu untuk nigiri sushi nasinya jangan terlalu ditekan, begitu juga dengan ikannya karena nanti kalau banyak dipegang jadinya tidak segar lagi," jelas chef Sopiyanto. Okayasu san pun ikutan nimbrung membantu peserta membuat sushi. "Bila senang nasi, nasinya boleh kasih banyak. Tapi orang Jepang nasinya sedikit, sushi itu harus masuk satu kali suap," jelas Okayasu san dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata. "Iya, kalau besar-besar itu nanti seperti sushi murahan, dan gigitnya susah," jelas pak Sopiyanto.Urusan gulung menggulung ternyata tak semudah yang dilihat. Sambil digulung, makishu (gulungan bambu) digerakkan ke arah depan. "Sambil digulung, tekan sisi-sisinya hingga bentuknya segi empat," jelas chef Sopi. Setelah bolak-balik dicek akhirnya urusan menggulungpun selesai. "Wah pak, kok isi sushi saya jadi di pinggir ya, nggak di tengah, kenapa ya?," tanya seorang peserta. "Itu karena posisi menggulungnya kurang pas saja," jelas pak Sopi sambil tersenyum dan mengecek hasil tiap peserta. Nigiri sushi alias hand roll sushi terlihat gampang. Nasi segede jempol, dikepal terus ditempel pada salmon dan udang rebus. Saat praktek, barulah "babak-belur." "Ingat nasinya hanya segini dan dikepal ringan, jangan terlalu kencang. Ikuti saya ya, satu, dua, tiga, empat!," dengan sabar chef Sopi memberi aba-aba. Hasilnya? Ada yang cantik, mungil, ada yang gendut bahkan kebesaran tetapi ada juga yang terlalu padat. Belum lagi jari-jari berlepotan nasi plus wasabi. "Pokoknya dengan praktek pasti bisa," tutur chef Sopi menghibur. Sesi praktek ditutup dengan pembuatan maki sushi, sushi berbentuk contong yang berisi "california style."Sushi hasil praktekpun dikemasi dalam kotak plastik yang telah disiapkan olah Ms. Yukiko, lengkap dengan sebotol mungil shoyu untuk dibawa pulang. "Apapun hasilnya, harus bangga dan dimakan enak karena buatan sendiri," ujar pak Sopi menutup acara. Sebelum pulang peserta menikmati santap siang bersama. bermenu Japanese food yang disajikan ala carte. "Hmm...enak dan buanyak sekali porsinya, sampai saya malas berdiri," kata salah seorang peserta. Doorprize kali ini dimenangkan oleh Antari dan Elra yang mendapatkan dua voucher makan siang untuk berdua dari Shang Palace Restaurant.Cooking class bertopik Sushi ini merupakan kelas Sushi ketiga tahun ini. Jika Anda belum kebagian tempat tahun ini. Jangan sampai kehabisan tempat lagi ya, karena tahun depan kami akan menggelar kelas sushi yang lebih seru. Jangan lewatkan juga cooking class bertopik spesial yang kami gelar tiap bulan. Sampai jumpa! (lil/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads