Chicken Surgery Part II
Selasa, 14 Feb 2006 17:20 WIB
Jakarta - Cooking Class yang digelar detikfood dan Arumanis, Indonesian Culinary Arts ini tak pernah surut peserta. Grup kedua ini juga tak kalah serius dan serunya dengan grup pertama. Ada yang hasilnya gendut dan mulus, ada juga yang bolak-balik ditelepon suami (yang sudah ingin mencicip!). Nah lho!Meskipun ayam kodok terkenal njelimet, namun semangat peserta CWS untuk mengikuti Ayam kodok II tidak pernah lekang. Bahkan ada seorang peserta yang mengaku sudah menunggu selama dua tahun untuk mengikuti CWS ini. Hidangan peninggalan zaman kolonial yang dahulu hanya dinikmati oleh kaum elit ini memang unik dan menarik untuk dipelajari. Seperti biasa sebelum terjun ke "kamar operasi" alias ruang praktek, peserta dibekali aneka ilmu beserta aneka tips dan triknya di dalam kelas. Sebagai orang yangtelah lima belas tahun menekuni ayam kodok, tentunya Ny. Yati punya banyak tips untuk dibagikan. Mulai dari cara memilih ayam yang pas untuk dibuat ayam kodok sampai cara menyimpan ayam kodok agar tetap lezat dibeberkan di sini. Selain aneka tips, Ny. Yati juga mengajarkan aneka variasi isi ayam kodok yang dapat dibuat peserta. "Bu, kalo dicampur udang bisa nggak?", tanya salah sorang peserta. "Wah nggak boleh, kalo dicampur udang nanti jadinya siomay bukan ayam kodok!", jawab sang chef yang disambut dengan tawa peserta. Setelah mendapatkan bekal yang cukup, tiba saatnya peserta masuk ke "kamar operasi". Di dalam "kamar operasi" tiap peserta mendapat satu ekor ayam untuk dibedah, lengkap dengan alat bedah (pisau, gunting, jarum dan benang), bumbu, dan pakaian dinasnya. Pukul 10:50 operasi siap dimulai! Pertama peserta diwajibkan, memisahkan ayam dengan kulitnya? Bagian ini adalah bagian terpenting dan tersulit dalam pembuatan ayam kodok. Sedikit saja goresan akan membuat penampilan ayam pun menjadi rusak, untuk itu harus dilakukan ekstra hati-hati. "Bu..punya saya kok bolong?", tanya salah seorang peserta. "Bu kalo robek gimana?" timpal yang lainnya lagi. "Tenang, yang robek atau bolong nanti bisa dijahit", papar bu Yati. "Kretek...", terdengar suara tulang ayam dipatahkan. Wahhh..ribeeet, beginilah kalau ibu-ibu beralih profesi menjadi ahli bedah. Setelah diisi dan dijahit, ayam lalu dikukus. Sambil menunggu ayam dikukus, peserta menikmati hidangan makan siang yang telah disiapkan...nyamm.Selepas makan siang dan menunggu ayam tanek alias matang sempurna, bu Yati memberikan satu bonus resep, salad buah. Salad ini sangat cocok sebagai pelengkap ayam kodok. Salad dengan mayonnaise buatan sendiri ini sangat segar menggugah selera. Meski agak sedikit lelah dan mengantuk, demi melihat salad buah semangat mereka pun kembali 'on'. "Hmm... seger banget bu saladnya, boleh dibawa pulang nggak?" Setelah mencicip salad, peserta membungkus bagian yang lain untuk dibawa pulang. Ayam pun sudah tanek dan siap untuk di oven, tapi ternyata...banyak yang yang robek! Wah...jadi banyak bekas operasi nih ayamnya! "Kalo begini, berarti tadi waktu ngulitinnya terlalu keras nusuknya jadi ayamnya robek. Biar luar gak robek, kalo dalem robek pasti hasilnya jadi robek," papar bu Yati. Setelah dikukus, ayam pun dipanggang dalam oven sambil sesekali diolesi kecap dan margarin. Sambil menunggu ayam masak bu Yati memberikan dua resep saus sekaligus, saus cokelat dan putih. Peserta pun bergantian menumis bumbu saus yang menebarkan bau sangat harum...mmhh tak terasa air liur pun nyaris menetes. Setelah digoda aroma saus yang begitu dahsyat, akhirnya Mbak Odi keluar membawa penawarnya seekor ayam kodok buatan bu Yati yang telah dibuat sebelumnya untu dicicipi. Tanpa ba-bi-bu peserta langsung menyerbu. "Hmm...enak banget bu. Di sini kita makan melulu ya, pulang-pulang gendut deh!", seru salah seorang peserta. Bahkan ada peserta yang dengan setia ditunggui sang suamipun, 'memaksa' sang suami mencicipi ayam kodok komplet dengan salad buah.Ngobrol sambil makan memang menyenangkan. Tak terasa, ayam kodok-ayam kodok itu pun matang. Aroma harum pun segera menyeruak ke segala penjuru. "Asiikk, ayamku berhasil! Duh, nggak sia-sia deh!", seru seorang peserta yang ayamnya mulus tanpa robekan. Ada tiga orang peserta yang berhasil membuat ayam kodok dengan mulus. Meski tak semulus ketiga rekannya, peserta lain pun tampak puas dengan hasil karyanya. "Yang penting bisa!" Setelah mengemas hasil-hasil praktek dan barang bawaannya, peserta tak sabar ingin segera membawa hasil karyanya pulang. "Biar suami makin cinta!", katanya. Nggak rugi deh ikutan CWS Ayam Kodok! Bila Anda ketinggalan sesi ini, segera daftarkan diri dan jangan sampai ketinggalan lagi sesi berikutnya. Kami tunggu ya...!
(lil/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN