Membongkar Rahasia Saus & Ranking Daging

Membongkar Rahasia Saus & Ranking Daging

- detikFood
Selasa, 10 Mei 2005 09:39 WIB
Jakarta - Mungkin tepat jika dibilang bahwa kemauan keras akan menjadi semangat yang kuat dalam mencapai sesuatu. Inilah yang ditunjukkan oleh kelompok Cooking With Style Exclusive pertama tahun ini. Buktinya, Sabtu kemarin beberapa peserta datang pukul 08.30 di William Kafe Artistik yang berlokasi di Jl. Panglima Polim Raya. Padahal acara baru mulai pukul 10.00. Bahkan mereka datang lebih awal dari tim detikfood, nah lho...Ternyata hampir semua peserta sudah duduk cantik di tempat sehingga tepat pukul 10.00 acara bisa dimulai. Sesi pertama dibuka oleh pakar kuliner William Wongso dengan perkenalan sekilas tentang beef alias daging sapi. 'Beef steak yang enak harus dari daging sapi yang berkualitas bagus. Ini tidak bisa ditawar,' demikian tegas beliau. Akhirnya pak William yang sangat kaya pengalaman ini membeberkan ilmu perdagingan di dunia, termasuk cara sapi diternakkan dan diberi makan. 'Yang teratas itu kobe beef, wagyu, Matsusaka, US prime, Australia dan New Zealand. Dari harganya saja terentang antara Rp. 2 juta rupiah sampai jenis lokal yang Rp. 40 ribu,' cerita pak William. Karena itu sangat banyak variasi beef steak. Ya, belum lagi potongannya dari tenderloin, sirloin, rib eye, porter house, dan T bone.Sesi berikutnya diisi dengan peragaan 5 jenis saus beef steak yang diawali dengan Bernaise Sauce. Trik dan rahasia mengocok telur di atas uap panas dengan penuh antusias diikuti oleh peserta. Dengan bekal sendok teh tiap peserta mencicipi saus yang masih hangat mengepul. Bernaise Sauce ini kemudian diberi sentuhan mustard dan air jeruk lemon. Tiap perubahan saus, selalu tak luput dari sendok pencicip dari peserta. Apalagi saat Choron Saus yang pedas manis segar. 'Ini lebih enak dari 1000 island dan cocok untuk seafood,' saran pak William. Demikian juga saat memperagakan Madeira Sauce yang memakai Medere. Bahkan rahasia membuat 'brown stock' yang lezat dituturkan secara detil oleh pak William. Di sinilah peserta terlihat hiperaktif. Akibatnya, resep sauspun jadi beranak-pinak. Termasuk resep membuat 'roux', adonan mentega dan terigu yang bisa jadi pengental saus yang lezat. 'Bisa dibuat dengan gradasi warna cokelat sesuai kebutuhan,' tutur pak William sambil mengaduk roux. Urusan saus memang tak luput dari 'brown stock' dan 'white stock' yang jadi bahan utama. Bahkan rahasia membuat saus ekonomis dan enak juga dengan gamblang dituturkan oleh pak William. Tak heran jika peserta makin antusias saat Mushroom Ragout Sauce diperagakan. Hampir setiap saus dikomentari 'enaak..' secara serempak oleh peserta. Bahkan ada yang sudah mulai mencari steak sebagai paduannya.Pembuatan Tournedos, tenderloin steak diberikan komplet dengan garnish di atas piring. Demikian juga dengan steak ayam berlapis keju parmesan dan Beef Burger. 'Ternyata tepung panir nggak harus dipakai ya...', komentar seorang peserta. Sesi steak ini ditutup dengan steak kakap merah. Tak hanya saus saja yang jadi sasaran cicip peserta tetapi juga steak yang panas mengepul dari wajan. Apalagi jam sudah mendekati pukul 13.00!Acara ditutup dengan makan siang komplet, semua menu yang diberikan siang itu. Saat makan inilah peserta menjadi agak diam. Maklum, sudah lewat jam makan siang. Hadiah sebuah voucher dari Flovours of William dibawa pulang oleh Christine Lee. Sambil berpamitan masih saja ada peserta yang berkonsultasi soal per-beefsteak-an dengan pak William. Untuk kelompok cooking class kedua yang akan berjumpa dengan pak William awal Juni nanti, bersiap-siaplah dengan 'kejutan' dan segudang info dan tips yang bakal diberikan oleh pak Willian. Yang belum kebagian tempat jangan kecewa, tahun depan masih bisa ikutan. Sampai jumpa! (Odi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads