Teh keenam yang diseduh untuk peserta yaitu sakura sencha. Jenis teh blending ini memakai bunga sakura. "Jepang terkenal dengan tradisi teh tapi sekarang anak muda di sana lebih suka kopi. Teh jadi dilihat untuk orang tua. Karena itu muncul jenis teh blending yang lebih modern," jelas Ratna.
Sakura sencha punya rasa sangat halus. Berbeda dari teh Eropa, misalnya. Di dalam teh pemakaian bunga sakura kering membuat aromanya semburat wangi sakura.
![]() |
"Sakura sencha ini lebih enak dibanding teh sakura. Karena ada campuran dengan teh hijau. Kalau teh sakura biasanya bunga sakura dikasih garam biar lebih awet. Jadi ada rasa asinnya," Ratna bercerita.
Teh selanjutnya yang dicoba yaitu genmaicha. Jenis teh ini diberi campuran berondong beras. "Untuk penyeduhannya pakai suhu tinggi, 96 derajat Celcius. Seduhnya 30 detik saja. Biar keluar aroma beras tapi nggak pahit," jelas Ratna.
Ia menyeduhkan juga jenis genmaicha produksi lokal. Teh dari perkebunan di Ciwidey itu memakai campuran beras Indonesia. Inilah yang banyak dipakai di restoran Jepang di sini.
![]() |
Terkait perbedaannya, genmaicha Indonesia punya warna lebih kecokelatan dan rasa berasnya lebih kuat. Houjicha jadi teh kedelapan yang dicicipi. Teh ini berasal dari sisa pengolahan matcha dan bancha. Misalnya bagian tulang daun.
Teh houjicha punya warna kecokelatan karena melalui panas proses roasting dengan suhu tinggi. Buat beberapa orang dianggap rasanya seperti kopi. Cenderung pekat dan ada aroma smoky. Cocok diminum setelah makan untuk membilas mulut.
Disamping teh hijau, ada pengenalan teh hitam Jepang atau wakoucha. "Jepang baru bikin teh hitam beberapa tahun belakangan untuk inovasi. Kemudian malah jadi tren. Mereka tetap buat teh hitamnya nggak jauh dari rasa teh hijau. Karena lidahnya suka teh hijau. Rasanya kayak teh hijau bukan, oolong juga bukan. Tapi mereka bangga dan itulah teh hitamnya," papar Ratna.
![]() |
Ratna lalu melakukan blind testing pada peserta untuk membandingkan rasa wakoucha asal Ureshino dan teh hitam dari Ciwidey. Keduanya sama-sama sudah diseduh dengan lama 4 menit, meski sebenarnya wakoucha standarnya hanya 2 menit.
Hasilnya wakoucha lebih terasa pahit karena pengaruh iklim Jepang. Sedangkan teh hitam Indonesia lebih ringan rasanya. Untuk aroma, lebih wangi produksi Jepang. (msa/odi)