Ragam dan Keunikan Teh Indonesia Diungkap oleh Ahli Teh

Indonesian Tea Class

Ragam dan Keunikan Teh Indonesia Diungkap oleh Ahli Teh

Maya Safira - detikFood
Senin, 16 Mei 2016 14:52 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Teh sejak lama sudah menjadi bagian budaya Indonesia. Dari segelas teh ternyata ada banyak hal yang dapat dipelajari. Semua dikupas dalam "Indonesian Tea Class" bersama pakar teh Indonesia.

Pada Minggu (15/05), Detikfood menyelenggarakan Indonesian Tea Class di Almond Zucchini Cooking Studio Jakarta. Kegiatan yang didukung Teh 2Tang ini menarik banyak peminat. Sekitar 40 peserta memenuhi ruangan tempat acara berlangsung.

Selama 2 jam, Ratna Somantri selaku pakar teh Indonesia membagikan informasi mengenai teh. Mulai dari jenis teh, proses produksi sampai cara membuat teh yang sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengawali kelas dengan pembicaraan mengenai perkembangan teh di Indonesia.

"Indonesia penghasil teh ke-7 terbesar di dunia. Sementara Inggris tidak punya kebun teh tapi bisa menghasilkan devisa besar dari teh. Di Indonesia, brand semuanya masuk di pasar yang sama. Kalau mau premium, beli brand dari luar. Padahal bisa jadi itu teh asal Indonesia," ungkapnya di hadapan peserta.



Selanjutnya ia menjelaskan mengenai tanaman teh yang memiliki nama latin Camellia sinensis. Terdapat dua jenis populer yang banyak tumbuh untuk daun teh.

Camellia Sinensis var. Sinensis berasal dari China. Selain itu, ada Camellia Sinensis var. Assamica untuk teh asal Assam, India. Keduanya memiliki perbedaan baik dari bentuk daun hingga rasanya.

Menurut Ratna, Camellia Sinensis var. Assamica ini cocok untuk daerah tropis. Kebanyakan tanaman teh di Indonesia berasal dari Camellia Sinensis var. Assamica.

Agar peserta lebih mengenal jenis daun teh, sempat diedarkan sample bentuk dari masing-masing teh. Sehingga peserta bisa mencium langsung aromanya yang berbeda. Para peserta terlihat antusias meneliti wangi masing-masing teh.

Ratna menjelaskan juga produksi teh di Indonesia. Ada dari perkebunan besar swasta, perkebunan teh milik negara, dan miliki petani. Tiga jenis kebun teh ini memiliki hasil berbeda. Adapun sekitar 78 persen produksi teh nasional berasal dari Jawa Barat.

Mengenai jenis teh yang diproduksi, kebanyakan di Indonesia menghasilkan teh hitam (black tea) dengan metode orthodox & CTC. Begitu juga dengan teh hijau (green tea) melalui cara pan fired. Diluar itu, Indonesia pun memproduksi specialty grade berkuantitas kecil dari teh putih (white tea), teh hijau gaya Jepang dan China, teh oolong gaya Taiwan dan China, serta teh merah (red tea) gaya China.

Masing-masing peserta mendapat kesempatan mencicipi teh dalam kelas ini. Termasuk Classic Green Tea 2Tang, salah satu produk premiun Teh 2Tang.



Classic Green Tea 2Tang dibuat dari daun teh jenis Camellia Sinensis var. Sinensis. Peserta menyebut warna teh ini lebih jernih dan tidak segelap varian Assamica.

"Rasa sinensis lebih light tapi ada sedikit sepat. Body juga lebih light dibanding Assamica, lebih aromatik dan tidak earthy," jelas Ratna mengenai karakteristik teh hijau sinensis. Teh hijau 2Tang Classic terlihat jernih dengan warna kuning muda dan aromanya harum segar daun.

Peserta bisa mengenal produk-produk teh lebih lanjut lagi karena ada 4 perkebunan teh swasta ternama yang hadir dalam acara ini. Diantaranya Bukit Sari Tea Plantation, PT. Harendong Green Farm, PT. Toba Wangi Indonesia dan PT. Kabepe Chakra.



Tiap perkebunan membawa produk unggulannya. Seperti teh hitam, teh hijau dan teh putih organik dari Bukit Sari. Harendong sendiri menyediakan teh organik berjenis teh hijau, teh oolong (dark dan light), dan black tea.

Sementara Toba Wangi punya black tea, green tea, dan white tea. KBP Chakra menawarkan green tea, white tea, grey dragon dan TGFOP. Peserta dapat langsung berinteraksi dengan masing-masing perkebunan.

Selepas makan siang, diakhir acara ada dua peserta yang masing-masing mendapat hadiah handphone OPPO persembahan Teh 2Tang. Mutia Ramaida dan Ellys jadi peserta beruntung dari hasil pengundian tersebut.



Selain adanya door prize, tiap peserta mendapat goodie bag berisi aneka jenis teh premium dari 4 perkebunan Indonesia. Tak ketinggalan teh unggulan dari Teh 2Tang seperti Classic Green Tea, Teh Hijau Alami dan Jasmine Tea Premium juga tersedia di dalam goodie bag.



Terkait acara Indonesian Tea Class, salah satu peserta mengaku dapat banyak ilmu.

"Karena saya suka teh, jadi ingin tau cara penyeduhan teh agar rasanya lebih enak. Setelah ikut ini jadi tambah ilmu dan pengetahuan teh yang bagus, produksi teh dan lainnya," sebut Sari, seorang ibu rumah tangga yang menyukai teh hijau ini.

Hal serupa juga diungkapkan Fadillah Satria, pengusaha kafe yang khusus datang dari Bandung.

"Saya pengin tahu lebih jauh tentang teh Indonesia. Karena yang biasa beredar jenis low grade, sedangkan yang bagus buat ekspor. Sekarang saya jadi lebih tahu cara seduh, bagaimana pembuatan teh. Dan ternyata nggak gampang untuk buat segelas teh," jelas pria pemilik kafe Kopi Jenggo yang sudah pernah ikut cooking event Detikfood sebelumnya.

Tentu selalu ada ilmu baru yang didapat peserta dalam cooking event Detikfood. Karena itu, jangan lewatkan kegiatan lainnya bersama Detikfood. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads