Pernah ngemil biji cokelat panggang? Sekitar 50 peserta Chocolate Experience yang digelar Detikfood berkesempatan mencicipi tiga macam biji cokelat asli Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga bebas mengambil aneka cake cokelat!
Acara Chocolate Experience pada Sabtu (26/04/2014) di Pipiltin Cocoa Jakarta memang seperti surga bagi para pecinta cokelat. Kali ini, peserta tak menyaksikan demo memasak oleh chef, melainkan menambah pengetahuan sambil mencicipi aneka sajian berbahan cokelat.
Acara dibuka oleh Tissa Aunilla, pemilik Pipiltin Cocoa, yang bercerita singkat tentang inspirasi pendirian kafenya. "Cokelat-cokelat terkenal dari luar negeri banyak berasal dari biji cokelat Indonesia. Indonesia adalah penghasil cokelat terbesar ketiga di dunia, tapi di sini kok belum ada yang memanfaatkannya. Makanya kami mendirikan Pipiltin," kata Tissa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memahami karakteristik masing-masing jenis biji cokelat dengan lebih baik, Tissa mengajak para peserta mencicipi biji cokelat panggang yang tersedia. Cara memakannya mirip seperti menyantap kacang: tekan untuk memecahkan kulitnya, lalu kunyah biji di dalamnya yang renyah sedikit pahit seperti kacang gosong.
Hampir seluruh peserta belum pernah mencicipi biji cokelat asal Indonesia. Beberapa orang tak dapat mendeteksi perbedaan rasa ketiga jenis biji cokelat tersebut. Semuanya terasa pahit bagi mereka. Namun, salah seorang peserta yakni Alvin punya biji cokelat favorit. "Saya paling suka Tabanan. Rasanya tak begitu asam dibanding yang lain," ujar Alvin.
Dalam sesi mencicipi cokelat ini, setelah biji cokelat masing-masing daerah dicicipi, peserta bisa langsung mencicipi olahan tiap jenisnya dalam bentuk cokelat lempengan. Setelah diolah, karakter tiap biji cokelat masih terasa.
Chef Eksekutif Pipiltin Cocoa Dedy Sutan menjelaskan lebih lanjut tentang cokelat, mulai dari varietas biji kakao sampai perbedaan cokelat couverture dan compound. Para pesertapun berdiskusi langsung dengan Chef Dedy dalam suasana akrab.
Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu datang. Deretan whole chocolate cake, cake potong dengan berbagai paduan buah dan kacang ditata cantik. Hmm... Saat ditata saja peserta berebut memotret kue-kue ini, apalagi bisa memakan sepuas hati. Wah, jadi lapar mata!
Ada Crunchy Choco Cheese Cake, Eggless Chocolate Cake, Chocolate Forever, dan Nougat Sultan yang dipotong-potong. Cake Tabananpun tersaji kreatif di piring batu alam. Belum lagi cake-cake mungil noncokelat seperti Angel Cake, Carrot Cake, dan Strawberry Tart.
Dalam sekejap, kue-kue tersebut lenyap. Bahkan, beberapa peserta sampai tak kebagian. "Tenang, akan diisi lagi," ujar Chef Dedy yang disambut senyum mengembang dari para peserta.
Sambil menunggu cake-cake kembali disajikan, Chef Dedy memperagakan cara membuat satu hidangan klasik dan dua sajian inovatif. Asistennya membuatkan wafel Belgia.
"Wafel ini berbeda dengan wafel Amerika. Adonannya pakai ragi dan diistirahatkan selama beberapa waktu, seperti adonan roti," jelas Chef Dedy. Wafel yang sudah jadi bisa disajikan dengan saus sea salt caramel, cokelat, strawberry, atau raw longan honey.
Chef Dedy sendiri membuat hidangan '65 C Telur Kampung'. Setelah menyemprotkan mousse kentang ke mangkuk, ia memecahkan telur yang dimasak dengan teknik sous vide ke atasnya. Kemudian, ia menaburkan sea salt dan menyisipkan daun ketumbar sebagai hiasan. Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang kuat.
Hidangan lain yang tak kalah kreatif adalah 'Frozen Pancake'. Di atas permukaan datar mesin anti-griddle yang bersuhu rendah, adonan pancake matang yang dihaluskan dan dicampur dengan krim kocok dituang dengan bentuk bundar seperti koin.
Pancake ini harus dinikmati segera agar teksturnya terasa meleleh di mulut. Sebagai pelengkap, bisa diberi aneka saus yang dipakai untuk wafel. Rupanya frozen pancake ini menarik perhatian peserta yang sabar mengantri untuk mencicipinya.
Setelah menikmati lebih dari 15 jenis kue, peserta mulai mengelus-elus perut karena kekenyangan. Ternyata belum selesai, masih ada spaghetti carbonara atau bolognese serta scrambled egg atau omelet yang bebas dipesan sesuai selera.
Ada yang sedikit berbeda. Chocolate Experience ini juga diikuti empat orang peserta secara streaming online dari berbagai lokasi. Fasilitas ini didukung oleh Google+ Hangout On Air dan XL Axiata. Oh iya, peserta yang beruntung juga membawa pulang voucher dari Pipiltin Cocoa dan merchandise cantik dari Detikfood. Makanya, pantau terus Detikfood agar tak ketinggalan acara-acara menarik lainnya!
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN