Jurus Sukses Bikin Cronut Diungkap Tuntas Oleh Pakar Pastry Yongki Gunawan

Jurus Sukses Bikin Cronut Diungkap Tuntas Oleh Pakar Pastry Yongki Gunawan

- detikFood
Senin, 09 Des 2013 12:48 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Antusiasme orang Indonesia terhadap cronut masih tinggi. Hal ini terbukti dari digelarnya cooking class cronut Detikfood untuk kedua kalinya. Dipandu ahli pastry Yongki Gunawan, kelas membuat pastry perkawinan croissant dan donat ini berlangsung interaktif!

Bertempat di The Cook Shop, Jakarta, Sabtu (07/12/13), cooking class cronut Detikfood dibuka kembali. Kegiatan ini digelar untuk mengakomodasi mereka yang masuk panjangnya daftar tunggu cooking class cronut pertama karena kapasitas tempat yang terbatas.

Dimulai pukul 10:00, peserta yang semuanya perempuan langsung mengelilingi meja dapur tempat Yongki beraksi. Sang pakar pastrypun membuka kelas ini dengan membeberkan hal yang perlu diingat sebelum mulai membuat cronut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cronut tak bisa menggunakan telur atau resep croissant yang dipanggang, karena akan menyerap minyak," ujar Yongki. Iapun memilih mentega dan margarin pelapis pastry yang berkadar air 0% agar minyak tak masuk ke cronut.

Dalam membuat cronut, diperlukan tepung terigu berprotein tinggi dengan kadar protein 13-14%. Salah satu merek yang populer adalah Cakra Kembar yang biasa dipakai untuk membuat roti dan mi. Bukan tepung terigu protein sedang (11-12%, Segitiga Biru) yang serbaguna maupun protein rendah (di bahwa 11%, Kunci Biru) yang sering digunakan untuk membuat cake dan kue kering.

"Kalau mau hasilnya lembut, pakai bread improver," saran Yongki. Salah satu mereknya adalah CB One, tapi bahan ini tak wajib dipakai. Pria ini juga mengingatkan teknik dasar saat mencampur bahan-bahan. "Campurkan bahan-bahan kering dulu, terpisah dengan bahan-bahan basah, baru campurkan keduanya," katanya.

Yongki merekomendasikan penggunaan es batu yang sudah dihancurkan sedikit sebagai pengganti air. Tujuannya agar adonan yang dikocok tak panas dan hasilnya bagus. Saat mengocok dengan mikser, gunakan kecepatan rendah sampai es batunya meleleh semua dan tak berbunyi 'klutuk-klutuk' lagi.

Pakailah 'hook' yang berbentuk spiral atau mengait di bawahnya, biasa untuk mengaduk adonan roti. Bukan 'whisk' yang bergelembung untuk mengocok telur, bukan pula 'paddle' yang pipih untuk mengaduk mentega.

Setelah mempraktikkan cara membuat adonan cronut orisinal, Yongki berkreasi dengan mencampurkan 'red velvet cake mix' dan 'kraftkorn' untuk membuat Red Velvet Cronut dan Cereal Cronut. Tak ketinggalan, cara membuat vla beraneka rasa seperti mangga, teh hijau, atau krim keju untuk isian cronut juga dicontohkan.

"Untuk vla teh hijau, pakai esens teh hijau untuk mendapatkan warna hijau cerah. Tambahkan sedikit bubuk teh hijau asli (matcha) untuk mendapatkan citarasa dan aromanya," jelas Yongki.

Dominique Ansel si pencipta cronut menyuntikkan vla ke cronutnya. Namun, Yongki lebih suka membelah cronut melintang agar lebih praktis dan vlanya lebih merata.

Cara membuat topping cokelat atau white chocolate juga ditunjukkan. "Sebaiknya pakai fresh dairy cream yang masih ada lemak susunya dan tak manis agar lebih enak. Berbeda dengan non dairy cream yang lemaknya sudah diambil dan rasanya lebih manis," katanya.

Yongki mendorong para peserta untuk lebih berani berkreasi membuat cronut. "Cronut gurih, kenapa tidak? Isiannya bisa berupa ragout ayam. Pakai 'mayones mayo' yang terbuat dari kedelai tak mudah leleh, jangan 'real mayonnaise' yang dibuat dari telur dan minyak salad, karena mudah meleleh," sarannya.

Usai belajar membuat adonan, melipat adonan dengan lemak, mencetak, menggoreng, dan menghias cronut, ini saatnya mencicipi perkawinan croissant dan donat ini. Para pesertapun berebut mencicipi potongan cronut yang sudah jadi.

Wah, cronutnya mengembang bagus, tinggi merata dengan lapisan pastry yang terlihat jelas. Warnanya kuning keemasan. Teksturnya renyah tanpa rasa berminyak yang tertinggal, apalagi yang Cereal Cronut. Vla dan topping cokelat serta irisan almond membuat rasanya makin enak!

Usai bersantap siang dengan nasi, sapi lada hitam, dan salad, peserta membawa pulang masing-masing dua buah cronut. Tak rugi ikut cooking class Detikfood!

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads