Mencuri Ilmu Meracik Cocktail dan Mencicipi Wine dari Italia

Mencuri Ilmu Meracik Cocktail dan Mencicipi Wine dari Italia

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Senin, 17 Jun 2013 13:35 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Meracik cocktail dan mocktail dari berberapa jenis minuman diperlukan keterampilan. Terutama agar rasa dan aroma minuman jadi unik dan enak. Karena itulah diperlukan pengetahuan khusus seperti yang diajarkan di Bartending and Wine Class kali ini.

'Bartending and Wine Class' yang berlangsung Sabtu (15/6/2013) malam di Satoo Garden, Hotel Shangri-la Jakarta berlangsung meriah. Pecinta cocktail, mocktail dan wine pun sudah siap menanti presentasi Aldrin Willem, Head Bar Shangri-la juga Mr. Massimiliano, seorang wine maker dari Italia.

Aldrin mengawali acara ini dengan pengenalan cocktail dan mocktail. β€œCocktail itu terbuat dari dua atau lebih bahan-bahannya begitu juga dengan mocktail. Dahulu cocktail dibuat oleh seorang bartender yang dicampur di cangkir telur atau coquetier. Karenanya disebut cocktail,” ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan penuh semangat Aldrin memulai dengan mengungkap trik membuat Hugo Cocktail. Minuman ini dikenal dengan tekstur alkoholnya yang kuat di tenggorokan. Karenanya lebih enak jika dipadukan dengan jeruk nipis segar yang dibuang bijinya dan daun mint.

β€œUntuk membuat Hugo harus menggunakan teknik Build yaitu mencampurkan langsung bahan-bahannya. Sebelum memasukkan daun mint, daunnya harus dipukul dengan tangan supaya jadi lemas dan aroma mintnya keluar,” kata Aldrin.

Aldrin juga menjelaskan teknik Shake yang merupakan salah satu teknik meracik cocktail. Kaki kiri harus maju kemudian tangan bisa langsung menggoyangkan gelas dari atas ke bawah secara berulang.

Masih membuat cocktail, Cosmopolitan cocktail berbahan dasar Smirnoff yang berasal dari Philipina. Teknik pencampuran bahan-bahannya menggunakan Shake. Agar rasanya pas, Aldrin menggunakan long bar spoon untuk menakar tiap bahan-bahannya. β€œWah sendoknya sangat panjang dan gagangnya berbentuk spiral.” celetuk salah satu peserta.

β€œSaat membuat cocktail harus menggunakan gelas yang dingin, atau bisa sediakan es batu di gelas. Jika menggunakan gelas bersuhu ruangan rasanya bisa pecah dan tidak sempurna.” jelas Aldrin usai meracik Cosmopolitan.

Pembuatan Espresso Martini makin memikat peserta karena menggunakan Kahlua yang menebar semerbak aroma kopi. Vanila vodca yang dicampur dengan kahlua diberi sedikit Baileys dan Shot of Espresso kemudian di shake. Aldrin juga menambahkan beberapa biji kopi hitam. Hmm.. aroma wanginya bikin peserta makin tak sabar untuk mencicipi.

Sambil menunggu trik membuat dua jenis mocktail, pesertapun berkesempatan untuk mencicipi tiga jenis cocktail yang diracik tadi. Wah, kebanyakan peserta lebih suka dengan Hugo, meski rasa alkoholnya strong ada semburat rasa fresh lime dan daun mint yang segar.

Ada pula yang melontarkan pertanyaan menarik, β€œApakah ada rekomendasi cocktail yang harus diminum sebelum makan malam?,” dengan tenang Aldrin menjelaskan, sebelum makan sebaiknya hindari cocktail yang manis, karena bisa membuat perut kenyang, bisa pilih yang pahit. Kalau setelah makan bisa minum cocktail yang manis seperti Espresso Martini.

Mocktail, terkenal dengan minuman tanpa alkohol juga terbuat dari campuran macam-macam sari buah. Satoo Splash, disajikan dalam gelas transparan dan warnanya sangat cantik. Ada biru dari Monin Blue Curacao, tengahnya berwarna hijau dari sprite yang bercampur Monin Blue Curacao dan Kuning dari Mango juice. Untuk menikmati jenis mocktail ini biasanya diaduk dahulu.

Mocktail Maracuja juga memikat. Di Satoo jenis mocktail ini lebih dikenal dengan Satoo Passion. Wah, mocktail yang satu ini juga mudah dibuat, semua bahan bisa dicampur dengan takaran yang pas. Aldrin menyarankan untuk menggunakan teknik Shake saat mencampurkan semua bahan.

Belum cukup sampai disini, setelah mencicipi tiga jenis cocktail dan dua jenis mocktail peserta juga diajak mengenal wine Italia. Masimiliano wine maker dari Perl di Piera memperkenalkan sparkling wine uniknya.

'Sparkling wine ini dibuat dengan karakter yang berbeda sehingga bisa mewakili setiap emosi penikmatnya,' tuturnya. Tak sekedar uraian, peserta juga diajak mencicipi sparkling wine yang dikemas dalam botol cantik, biru, kuning dan pink.

Selain mencicipi sparkling wine, P Grigio spum perle, Prosecco spum perle, Ribolla perle dan Rose perle, peserta berkesempatan untuk mencicipi wine dari Perle di Piera dari Italia ada Friulano-Terre magre (white wine) dan Tabbor-Selezione (red wine). Kedua wine tersebut belum dijual di Indonesia.

Sebelum menikmati menu makan malam lengkap, Mr Massimiliano membagikan empat Sparkling wine pada peserta sebagai door prizes. Anita Darienarita, Santiago, David Kurniadi dan Ria merupakan mereka yang beruntung membawa pulang sebotol sparkling wine Perle di Piera. Acarapun ditutup dengan makan malam di Satoo.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads