Serunya Belajar Membuat Inari Sushi dan Tamagoyaki Langsung dari Sushi Chef!

Serunya Belajar Membuat Inari Sushi dan Tamagoyaki Langsung dari Sushi Chef!

- detikFood
Senin, 03 Jun 2013 12:23 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Pada cooking class kali ini, peserta diberi ilmu membuat sushi klasik Jepang yang lebih alami dan menyehatkan. Semua tips dan triknya dibeberkan secara langsung oleh chef Singho Ishimaru. Pesertapun puas mencicipi sushi asli dan membawa pulang hadiah!

Sushi Cooking Class yang kedua kali digelar Sabtu pagi (01/06/2013), di Nishimura Japanese Restaurant Shangri-la Jakarta, masih dipadati peserta. Semuanya sama-sama antusias belajar membuat sushi klasik. Karena saat ini gempuran suhsi gaya Amerika yang digoreng dengan lumuran mayonnaise sudah makin gencar.

Sang Sushi Chef Singho Ishimaru dan chef Asep dari Nishimura Japanese Restaurant langsung mengawali dengan mempraktekkan cara pembuatan nasi sushi. Nasi sushi yang memiliki tekstur cenderung kering dicampur dengan vinegar sauce, gula dan garam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berasnya bisa impor dan tapi bisa juga lokal. Usai dicampur, diamkan dulu beberapa saat agar nasi dan bumbunya lebih menyerap," kata chef Singho. Iapun menyimpan nasi di dalam mangkuk kayu alami berbentuk bundar bertutup. Dalam waktu singkat, nasi sushipun selesai dibuat, dan digunakan dalam pembuatan sushi lainnya.

Menu kedua yang diperagakan adalah tamagoyaki atau omelet a la Jepang. Merupakan dadar telur berlipat-lipat tanpa putus. Dibuat selapis demi selapis yang kemudian membentuk lipatan tebal. Chef Singhopun memberi tipsnya dalam membuat tamagoyaki.

Untuk melapisi pan dengan minyak, ia menggunakan tisu yang direndam dalam minyak. Pulasan minyak pada wajanpun bisa tipis dan merata. Telur dimasak di atas api kecil, dan suhunya tak terlalu panas. 'Jangan lupa untuk menyeimbangkan suhu panas di bagian kiri, kanan, atas dan bawah wajan agar panasnya merata,' pesan sang chef.

"Wah, kelihatannya sih gampang ya, tinggal bikin omelet. Tak tahunya perlu trik juga supaya telur matang merata dan lipatannya pas," kata salah satu peserta.

Inari sushi mendapat giliran ketiga dipraktekkan. Menggunakan aburaage atau kulit tahu siap pakai yang direbus bersama air, gula dan kecap, kemudian diisi dengan nasi sushi yang sudah dicampur dengan irisan daun ooba, wijen dan gari. "Sebelum menyentuh nasi, tangan Anda harus agak basah," kata chef Jepang yang butuh waktu 3 tahun untuk mahir membuat sushi ini.

Para pesertapun dibuat terkejut saat melihat pembuatan aburi salmon temari sushi. Sushi yang terdiri dari ikan salmon segar dan nasi sushi ini rupanya 'dicetak' dalam plastik yang diputar-putar, dan membentuk bulatan rapi. Ah, rupanya gampang sekali!

Lain lagi dengan pembuatan akami zuke sushi. Yang ini merupakan ikan tuna segar yang direndam dalam zuke sauce atau kecap kikkoman dan mirin. Hasilnya, permukaan ikan menjadi berwarna agak putih tetapi saat diiris bagian dalamnya terlihat merah segar. Ikan kemudian diiris dan ditumpuk dengan nasi sushi.

Para peserta yang penasaranpun mencoba mempraktekkannya bersama sang chef. Bulatan nasi dan ikan perlu beberapa kali dibalik, ditekan, dan diputar. "Duh, susah juga ternyata bikin sushi dan ikan tunanya menempel rapi," ungkap peserta.

Menu terakhir, cucumber roll atau kappa maki sushipun tak kalah menarik. Paduan nasi sushi, nori, wasabi, wijen dan juga mentimun ini dibuatnya gampang-gampang susah. 5 peserta tertarik mencoba langsung. Hasilnya, ada yang nasinya terlalu banyak, menggulungnya kurang pas, hingga buyar saat diiris dengan pisau!

Agar tetap tajam dan memotong dengan sempurna, chef Singho menganjurkan untuk memakai pisau yang benar-benar tajam. Tiap kali digunakan untuk memotong makanan, seperti sushi, ia tak lupa membersihkan pisau dengan tisu agar kembali bersih. Sesekali, pisau juga diberi air agar tak lengket.

"Kayaknya hal pertama yang harus dilakukan saat pulang nanti adalah beli pisau yang tajam, nih!" seloroh peserta.

Setelah memperagakan 6 jenis makanan, tiba saatnya makan siang dan mencicip seluruh menu. Dari aburi salmon temari sushi, inari sushi, kappa maki sushi, tamagoyaki, dan akami zuke sushi disajikan bersama menu pelengkap chawanmushi dan juga miso soup yang hangat gurih dan ditutup dengan vanilla ice cream. Nyam!

Sambil menikmati makan siang, detikFoodpun membagikan hadiah untuk peserta yang beruntung. Ada ibu Lasmaroha, Rosalyn, Rahma, Stephanie dan Ivonne yang mendapat Goodie Bag detikFood, juga ibu Renny dan ibu Nyimas Airin yang berkesempatan mendapat voucher makan di Satoo restaurant, Shangri-la hotel Jakarta. Usai sudah acara sushi cooking class kali ini. Sampai jumpa di cooking class lainnya, jangan sampai ketinggalan!

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads