Hari Minggu (5/8) dipilih sebagai hari baik untuk menggali ilmu pada pak Yongki Gunawan, seorang ahli pastry dan bakery. Karena pak Yongki jadwalnya padat dan para pemenang pun semuanya punya kegiatan di hari kerja.
Maka jadilah 6 orang pemenang; Pritha, Neli Sestriani, Sefriyana Khairil Bariah, Regina Widjaja,Intan Fauzi,dan Hedith Prawitakanthi, sudah siap sejak pukul 10.15 pagi di rumah pak Yongki Gunawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambutan ramah yang diselingi humor membuat peserta pun langsung akrab dengan pak Yongki. Celemek detikfood yang hijau cerahpun segera dikenakan oleh peserta. Sesi pertama diawali dengan cerita pak Yongki seputar Rainbow Cake dan Red Velvet Cake. Selain kedua cake tersebut peserta juga akan membuat Blue Velvet Cake dan Rainbow Pudding.
Menurut pak Yongki, Red Velvet Cake berasal dari Filipina karena negara ini merupakan penghasil bit terbesar di dunia. Red Velvet versi pak Yongki memakai bahan campuran dari bit segar. Meskipun banyak yang menyebutkan Rainbow Cake berasal dari Italia tetapi menurut informasi pak Yongki cake yang sedang trend ini justru datang dari kalangan gay atau homoseks. Wah!
Info yang tak kalah penting dibagikan adalah soal telur. Telur yang berkualitas dan tidak berkualitas pun ditunjukkan langsung. 'Yang warnanya merah rata dan bulat seperti ini adalah telur yang bagus. Yang putih lonjong ini yang kurang bagus. Oleh penjual biasanya dicampur,' demikian tutur pak Yongki. Soal mengetes kesegaran telur dengan airpun dibeberkan lengkap. Saking seriusnya, pak Yongki menjelaskan dengan kertas dan papan tulis.
Tips mengenai ukuran telur yang bagus untuk kue, jenis butter, jenis tepung terigu hingga bentuk loyang semuanya dengan penuh detil dibeberkan oleh pak Yongki. Pesertapun asyik menyimak dan bertanya jawab. Benar-benar kelas yang komplet dan memuaskan!
Pembuatan Rainbow Cake pun dimulai dengan petunjuk langsung dari pak Yongki. Yang paling penting ternyata urutan warna. 'Harus memakai hanya 1 wadah. Jangan 6 warna pakai 6 wadah. Itu pemborosan,' demikian tegasnya. Urutan pewarnaan adonan adalah kuning telur,oranye, merah, ungu, biru dan hijau. Dengan urutan tersebut, hanya perlu 1 wadah saja.
Praktek bersama tim pak Yongki pun dilanjutkan untuk pembuatan puding. Soal pembuatanpuding yang terlihat sepele ternyata banyak ilmunya. Mulai dari perbedaan agar, jelly dan gelatine sampai menakar dengan tepat cetakan puding dan jumlah adonan yang harus dibuat. Untuk yang satu ini kalkulatorpun dipakai agar hitungan pas atau tepat.
Sambil membuat cake, godaan pun datang. Rupanya pak Yongki menyiapkan menu makan siang berupa lontong plus laksa ayam Singapura. Yang berpuasa pun harus tutup hidung karena aroma kari yang semerbak bercampur aroma kue dan aneka snack yang menggoda.
Satu persatu kuepun siap. Urusan menghiaspun diberi 'ilmunya' komplet. Termasuk membuat serbuk berwarna merah untuk lapisan Red Velvet Cake, krim keju pengolesnya. O, ya di setiap sesi, keenam peserta selalu sibuk mencatat dan tentu saja berfoto. Memotret cake yang cantik dan foto berdua dengan pak Yongki. Ya, kapan lagi bisa bebas berfoto?
Pukul 15.00 cooking class pun berakhir. Pastinya semua gembira. Selain ilmu bertambah, teman bertambah, juga tentengan pun komplet. Cake hasil praktek plus aneka snack yang jadi suguhan. 'Buat bekal buka puasa,' demikian komentar pak Yongki.
Nah, buat yang belum kebagian hadiah, jangan kecil hati. Masih ada voucher-voucher belanja dibagikan tiap minggunya dan pantau terus update infonya lewat twitter @detikfood dan @appsmasakapa! Di aplikasi Masak Apa Selalu Ada Resep Baru!
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN