Sabtu (7/7), The Energy CafΓ© di The Energy Building Jakarta penuh dengan orang-orang yang antusias terhadap beefsteak. Mulai dari anak muda sampai lansia, pelajar sampai profesional di bidang kuliner. Semuanya bersemangat ingin mencuri ilmu dari Chef Stefu Santoso.
Acara dimulai dengan presentasi dari Purnawati Hustina Rachman, community nutritionist dari Institut Pertanian Bogor yang mewakili Meat Livestocks AustraliaIa (MLA). Ia meluruskan anggapan-anggapan salah tentang daging sapi. βBanyak orang menyangka warna merah di steak adalah darah. Padahal bukan, itu adalah juice daging,β ujar wanita yang akrab disapa Tina ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef Stefu melanjutkan dengan demo masak. Sebagai permulaan, ia mengajarkan membuat saus demi-glace sebagai dasar saus steak. Pembuatan saus ini membutuhkan waktu sejam. βDemi-glace dapat ditambahkan bahan-bahan lain hingga menjadi mushroom sauce atau black pepper sauce. Bisa juga diberi red wine,β jelas Chef Stefu.
Setelah itu, Chef Stefu mempraktekkan pembuatan βRump Steak, Black Pepper Sauce, & Mashed Potatoβ. Rump yang berasal dari punggung belakang sapi dikenal dengan sebutan βtanjungβ di Indonesia. Untuk sausnya, tinggal campur cooking cream, black pepper, dan demi-glace.
Iga sapi yang saat ini digemari banyak orang pun tak luput dari perhatian sang chef. Chef Stefu juga membagikan resep βBBQ Beef Ribsβ. Steak iga ini dimasak dengan tiga teknik, yaitu direbus, dioven, lalu dibakar atau pan-seared. Namun, saus barbequenya tidak menggunakan demi-glace. βKomponen pentingnya adalah saus tomat, L&P sauce, dan madu,β ucap Chef Stefu.
Salah satu jenis daging sapi yang banyak digunakan untuk steak adalah sirloin, striploin, atau has luar. Bagian ini memiliki lemak di sisi atasnya. Chef Stefu memadukannya dengan chimichurri dressing yang asam dari Argentina serta salad tomat.
Selain potongan daging utuh, acara βCooking with Styleβ kali ini juga menggunakan daging giling untuk steak dengan bentuk seperti daging burger. βAgar daging dan bumbu tercampur dengan baik, sebaiknya aduk dengan tangan,β saran Chef Stefu.
Tak hanya steak, para peserta pun mendapat ilmu cara membuat βAustralian Meatball Soupβ. Bahannya sama dengan steak burger tadi, hanya bentuknya yang berbeda.
βKalau campurannya bagus dan merata, tanpa tepung atau telur pun bakso tidak pecah,β kata Chef Stefu. Membentuk bola-bola dagingpun harus diremas, jangan menggunakan sendok karena isinya menjadi tidak padat.
Peserta berkesempatan mencicipi setiap resep yang dipraktikkan dan bebas bertanya kepada Chef Stefu. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru. Dari soal potongan daging, jenis saus sampai pelengkap beefsteak pun didiskusikan secara detil.
Bukan cooking class Detikfood namanya kalau pulang hanya membawa ilmu. Di akhir acara, gulungan nama peserta diundi untuk doorprize. Sepuluh peserta mendapatkan payung cantik, sementara tiga orang memperoleh decanter minyak zaitun.
Selain mereka, Effendi, Eko Martini, dan Veronika Jennifer beruntung menerima voucher bersantap di The Energy CafΓ©. Semua peserta kembali ke rumah masing-masing dengan menenteng goodie bag dari Prambanan Kencana dan Meat Livestocks Australia.Ditambah belanjaan produk-produk berkualitas dari Prambanan Kencana.
Menarik kan? Jangan sampai tertinggal. Pantau terus www.detikfood.com, FB detikfood dan twitter @detikfood untuk informasi cooking class berikutnya. Sampai jumpa!
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN