Menyambut datangnya Valentine's Day detikfood menggelar sebuah cooking class istimewa, kali ini dengan tema "Romancing the Macaroons". Sabtu lalu (4/2) puluhan peserta memadati Garden Terrace, Hotel Four Seasons Jakarta. Kali ini sang Executive Pastry Chef, Made Kona Jakarta membagikan ilmunya kepada para peserta.
Chef yang terkenal piawai menyajikan aneka olahan cokelat, pastry dan cookies ini membuka cooking class dengan cerita seputar si macaroon yang cantik. Macaroon mulai dikenal luas pertamkali dibuat pada tahun 1868. Kue yang terbuat dari adonan putih telur dan almond bubuk ini ternyata punya trik khusus untuk membuatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isiannya pun beragam mulai dari Rose dan Lavender, Mint Kafir Lime, Lemongrass Violet, dan Passion Fruit Banana. "Kalau untuk isiannya sebenarnya tidak harus pakem memakai ini. Di luar negeri mulai dari daging, sayuran, sampai foie grass bisa menjadi isian macaroon," jelas sang chef.
Sambil mengaduk dan mencampurkan bahan-bahan, chef Kona pun diberondong berbagai pertanyaan oleh para peserta. "Chef suhunya yang cocok untuk membuat macaroon berapa ya?", "Chef kalau mengaduknya harus berapa lama ya?", "Kok macaroon saya enggak bisa keluar kakinya ya?". Wah, untunglah chef Kona sangat sabar dan ramah, satu persatu pertanyaan para peserta pun dijawabnya dengan sabar.
Membentuk macaroonpun mendapat perhatian khusus dari peserta. "Oh, kelihatannya gampang ya," celetuk salah seorang peserta sambil mengamati aksi sang chef. Sementara yang lain sibuk mengabadikan chef Kona baik dengan kamera maupun dengan video. "Supaya enggak lupa nih mba tahap-tahapnya," jelas seorang ibu yang asyik membidik chef Kona dengan video kameranya.
"Ini disebut 'Silfat' fungsinya agar kue atau macaroon tidak menempel di loyang," ujar chef yang menunjukkan alas silfat yang dipakai memanggang. Terbuat dari bahan yang aman buat makanan dan dipakai berulang-ulang.
"Membuat macaroon tidak susah, asalkan tahu trik-triknya termasuk proses penyimpanan macaroon di freezer. Kalau yang satu ini sudah diikuti pasti bisa menghasilkan macaroon berkaki yang cantik," jelas sang chef sambil memperlihatkan beragam jenis macaroon yang gagal alias kurang cantik.
Tak lama macaroon yang cantik pun siap untuk diberi filling alias isian. Decak kagum para peserta melihat macaroon yang berwarna-warni menggemaskan pun memenuhi ruangan. Pertanyaan-pertanyaan pun kembali mengalir, termasuk dari para peserta pria.
Antusias para peserta masih tinggi saat sang chef menggelar resep terakhir berupa Cheesecake Romeo and Juliet. "Harus diakui membuat cheesecake memang lama sehingga tak heran harganya mahal. Tapi kalau sudah menguasai tekniknya tak sulit lagi," jelasnya sambil sibuk mencampur dan mengaduk adonan.
Cheesecake yang satu ini unik karena terdiri dari 3 jenis cake. Sponge cake, bake cheescake dan unbaked cheesecake. "Jadi kalau mau bisa berkreasi dengan 3 jenis cake ini," tutur chef Kona. Sebagai finishing, chef Kona pun memberi hiasan cheesecake dengan bentuk hati. Wah, Si Romeo and Juliet memang cantik dan menggiurkan karena diberi hiasan macaroon cantik!
Akhirnya cooking class ditutup dengan makan siang bersama. Beberapa peserta yang beruntung kali itu adalah Tjastina, Dita Nindria dan Laksmisari masing-masing memperoleh doorprizes voucher bersantap dari Hotel Four Seasons Jakarta. Sebelum pulang, masing-masing juga dibekali cheesecake dan macaroon untuk dibawa pulang. Happy Valentine!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN