Serunya Membungkus dan Melilit Bakcang!

Serunya Membungkus dan Melilit Bakcang!

- detikFood
Senin, 07 Jun 2010 14:29 WIB
Jakarta - Membuat bakcang ternyata gampang-gampang susah. Para peserta cooking class pun bukan cuma diajarkan cara meracik ketan, beras dan mengolah isi bakcang saja. Teknik membungkus dan mengikat bakcang yang benar pun tak ketinggalan ikut diajarkan. Yuk, intip serunya membuat bakcang lezat ini?

Sebentar lagi masyarakat keturunan Cina di seluruh dunia termasuk Indonesia bakal merayakan 'Dragon Boat Festival' atau Festival Kue Bakcang. Untuk memperingati legenda tersebut, perahu naga dan kue bakcang pun jadi bagian penting festival yang jatuh setiap tanggal 5 bulan 5 kalender Cina atau tanggal 16 Juni nanti.

Detikfood juga tak ingin ketinggalan dalam kemeriahan tersebut dengan membuat cooking class bertema Bakcang. Cooking class dilangsungkan Sabtu, 5 Juni 2010 di Pearl Chinese Restaurant, Hotel JW Marriott Jakarta. Kelas yang dipenuhi oleh para pencinta bakcang ini pun berlangsung seru. Tak tanggung-tanggung Chef John Chu yang piawai meracik hidangan Kanton ini langsung mengajak para peserta berpraktek langsung di dapur Pearl Chinese Restaurant.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin kita mengenal bakcang yang berisi ayam dan telur saja. Nah, kali ini para peserta belajar cara membuat bakcang versi Malaysia dan Hong Kong. Sudah pasti soal isi pun jauh berbeda karena tidak hanya ayam tetapi ada jamur hioko, telur asin, chestnut, daging bebek, kacang hijau dan dried scallop. Hmm... kebayang kan lezatnya?

Untuk membuat bakcang yang satu ini tidak hanya dibutuhkan daun bambu tetapi juga daun teratai. Daun teratai yang lebar pun segera menyita perhatian para peserta, tak ayal lagi chef John Chu pun langsung diserbu berbagai pertanyaan. "Chef belinya dimana tuh?" atau "Chef John daunnya teratai bisa langsung dipakai atau bagaimana?" Untunglah meski tak begitu pandai berbahasa Indonesia, chef John menjawab berbagai pertanyaan peserta dengan sabar.

Pertama-tama chef John memperaktekan cara meracik ayam sebagai isian yang lezat. "Kalau ditambahkan sedikit onion oil rasa ayam bakal makin lezat," ujar Chef John sedikit memberi tips. Setelah peserta masing-masing memperoleh selembar daun teratai dan 3 lembar daun bambu, mereka pun siap berpraktek langsung membuat bakcang.

Pertama-tama ketan ditaruh di tengah-tengah daun teratai yang sudah dibumbui. Namun bagian tengahnya disisihkan untuk menaruh jamur hioko, kemudian barulah dipinggirnya ditaruh kacang hijau, telur asin, chesnut, scallop, dll. Nah di puncaknya barulah ditaruh irisan daging ayam yang sudah dibumbui kemudian ditimbun kembali dengan ketan.

Namun, tak hanya sampai disitu sebab bagian tersulit untuk memuat bakcang ternyata teknik membungkusnya. Bakcang yang berbalut daun teratai ini memang sedikit berbeda tidak berbentuk piramida melainkan segi empat. "Wah beda ya dengan bakcang di Indonesia," celetuk salah seorang peserta sambil mengikuti gerakan sang chef membungkus.

Untuk bakcang jenis asin versi Malaysia isinya hampir sama namun tanpa dried scallop. Sedangkan bakcang manis sedikit berbeda karena berisi lotus seed paste dan red bean paste. Tidak seperti versi Hong Kong yang satu ini dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan tali hingga berbentuk piramida.

Keriuhan mulai tampak saat beberapa peserta kesulitan dalam mengikuti gerakan tangan chef John yang lincah. Namun, chef John pun segera membantu mereka yang kesulitan termasuk cara mengikat bakcang yang benar. "Gimana gak susah kan?" canda sang chef.

Asyiknya membuat bakcang tak terasa membuat jam makan siang pun tiba. Para peserta pun digiring untuk makan siang di Sailendra Restaurant yang disusul dengan pembagian tiga buah doorprizes dari Hotel JW Marriott Jakarta. Mereka yang beruntung adalah Ibu Elsa Gunawan yang memperoleh voucher makan dari Sailendra, Chandra memperoleh voucher Sunday Brunch di Pearl Chinese Restaurant, dan Ibu Mirawati memperoleh voucher Cakeshop.

Meski cooking class kali ini telah usai, namun detikfood bakal menyelenggarakan cooking class lainnya yang tak kalah seru. Nah, sampai jumpa ya!

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads