Menggali Ilmu Sang Chef Sampai Dapat Bonus Resep!

Menggali Ilmu Sang Chef Sampai Dapat Bonus Resep!

- detikFood
Senin, 08 Feb 2010 16:05 WIB
Jakarta - Tidak hanya berbagi tips cara memasak udang yang alami atau kepiting soka yang gurih renyah. Teknik menguliti, mengolah, dan membumbui seafood dikupas tuntas oleh chef asal Kwantung ini. Berkat rajin bertanya dan icip-icip, sang chef pun memberikan bonus resep spesial kepada peserta. Asyik kan?

Menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, detikfood menggelar sebuah kelas spesial Sabtu, 6 Februari 2010 kemarin. Cooking class yang dihadiri oleh para penggila hidangan Chinese Food ini dilangsungkan di Couryard Simply Restaurant, P laza Senayan. Meski cooking class berlangsung dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Mandarin) para peserta tetap semangat mengikuti.

Di cooking cl ass bertema 'Festive Chinese' ini 6 buah resep istimewa digelar oleh Master Chef, Yim Ying Tat atau yang akrab disapa Chef A-Tat. Jika biasanya peserta cooking class didominasi oleh kaum hawa, kali peserta pria tak kalah banyak. Semuanya sama-sama bersemangat dan tak mau kalah dalam menggali ilmu.

Pertama-tama Chef A-tat memperagakan cara membuat Tumis Udang Kristal. Udang segar yang diracik alami ini langsung menyita perhatian peserta. Cara menguliti dan mengolah udang pun diperagakan langsung. "Setelah dikupas bagian badan belakang udang dikerat jangan sampai terputus dan dibuang bagian hitamnya," terang sang chef dalam bahasa Mandarin.

Kendala bahasa tersebut tentunya tak menjadi masalah bagi para peserta karena seorang penerjemah selalu siap mendampingi sang chef. Tak heran jika berbagai pertanyaan pun tak henti-henti mengalir dari bibir para peserta. "Chef kenapa udangnya dibalut dengan tepung kemudian dibilas lagi?" atau "Chef kok meskipun bumbunya sedikit rasanya bisa enak banget ya?"

Resep kedua berupa Kepiting Soka Lada Garam pun tak kalah mendapat sambutan antusias. Kepiting soka goreng yang renyah yang populer ini juga mendapat perhatian ekstra bahkan beberapa peserta rela berdiri lebih dekat. "Sebelum dimasak pastikan tempurung kepiting dan insangnya dibuang ya," pesan Chef A-Tat. Menurut sang chef lagi saat menggoreng wajan harus selalu dipastikan dalam keadaan panas.

"Chef ngohiong ini apa sih?" celetuk seorang peserta. "Ngohiong itu sejenis bumbu yang biasanya sering digunakan dalam masakan Cinese. Gak ada nama lainnya jadi kalau beli ya bilang saja ngohiong, " terang sang chef.

Selain mengolah seafood ternyata membuat sayuran agar tampak hijau segar pun ada rahasianya. "Untuk membuat sayuran tampak hijau ada teknik tersendiri," terang chef A-tat. "Kalau beberapa restoran lain ada yang menggunakan soda tetapi teknik saya lebih alami. Ada yang mau tahu?" tanya sang chef yang langsung disambut dengan anggukan antusias peserta.

Seekor ikan kerapu berukuran sangat besar bakal menjadi bahan utama resep selanjutnya yaitu Ikan Dua Rasa. Wah seperti apa ya kira-kira hidangan ini? Rupanya ikan kerapu besar tersebut bakal diolah menjadi dua jenis hidangan dalam satu piring. "Semakin besar ikannya semakin bagus," ujarnya sambil bersiap mengolah ikan.

Ternyata untuk mengolah ikan kerapu ini pun ada teknik tersendiri. Setelah ingsangnya dipotong, ikan dibalik hingga darahnya keluar dan bersih. Setelah itu barulah dibuang sisiknya dan dikeluarkan isi perutnya. "Yang penting jangan sampai empedu ikannya pecah," pesannya.

Dalam hitungan menit dengan tangan-tangan lincah Chef A-Tat berhasil meracik ikan ini menjadi hidangan yang menggugah selera. Tak ayal lagi para peserta pun bersiap dengan sumpit di tangan dan menyerbu setiap hidangan yang sudah selesai. "Hmm... enak banget," ujar salah seorang peserta. "Wah belum sempet dipotret udah habis," keluh peserta lainnya.

Antusias peserta juga terlihat saat sang master chef memperagakan membuat adonan tahu untuk resep Tahu Pi-Pa. Tips memilih tahu sampai membentuk adonan menjadi bulat panjangpun diperagakan penuh detil. 'Wah, ngga sulit ya ternyata," komentar peserta yang kembali lagi mencicipi hasil karya sang chef panas-panas langsung dari wajan. Wouuuw!

Akhirnya Moci Wijen Kacang yang ditunggu-tunggu pencinta moci pun diperagakan. Moci yang satu ini terbuat dari tepung tang mien yang banyak digunakan untuk membuat dim sum. Tak heran kalau teksturnya putih dan lembut dengan isian kacang yang royal. "Wah bisa dipraktekin nih pas Imlek," ujar seorang peserta sambil sibuk mencatat.

Meskipun 6 buah resep sudah selesai diperagakan, rupanya antusias peserta yang menular ke chef A-Tat membuatnya ingin memberikan satu buah bonus resep. "Pare goreng ini rasanya tidak pahit dan gampang dibuat sehingga bisa dibuat sendiri di rumah," terang Chef A-Tat dengan bahasa Indonesia yang sedikit terbata saat menjelaskan resep bonusnya.

Dalam hitungan menit, pare goreng yang keriting renyahpun tersaji dengan taburan bawang putih dan cabai yang wangi menusuk hidung. Beberapa detik peserta yang sudah siap dengan sumpitpun menyerbu pare ini. Hmm... licin tandas!

Seakan tak puas bertanya saat makan siang Chef A-Tat dan Chef George Lee dari Chatterbox pun masih diberondong berbagai pertanyaan. Sambil makan siang dengan akrab, lima buah doorprize dibagikan kepada para peserta. Mereka yang beruntung adalah Hendrawan Surya, Selviani, Henny Yusniany, Herry, dan Angie Lim. Selamat buat para peserta yang beruntung dan selamat Tahun Baru Imlek buat mereka yang merayakan!

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads