Asyiknya Belajar, Belanja dan Icip-Icip Black Forest

Asyiknya Belajar, Belanja dan Icip-Icip Black Forest

- detikFood
Senin, 23 Nov 2009 16:59 WIB
Jakarta - Tak hanya memperoleh pengetahuan cara membuat cake yang lembut dan berpori halus saja. Di cooking class kali ini para peserta juga dijejali ilmu seputar ganache, memoles krim hingga mempercantik cake. Acara pun makin seru saat icip-icip dan belanja aneka bahan kue berlangsung!

Black Forest, kue yang terdiri dari cake cokelat dengan lapisan ceri hitam dan krim putih ini merupakan salah satu dessert favorit di seluruh dunia. Tak heran jika cara pembuatan black forest y ang lembut, enak, dengan tampilan cantik menawan selalu mengundang rasa penasaran.

Rupanya itu pula yang dirasakan oleh para peserta Cooking With Style yang diadakan detikfood, 22 November 2009 kemarin. Meskipun dilangsungkan pada hari Minggu, para peserta tetap antusias dengan hadir tepat waktu di Ranch's Cooking School, Pondok Indah.

Kali ini Pak Yongki Gunawan seorang pakar pastry dan kue-kue akan berbagi ilmu seputar Black Forest dan Sacher Cake. Apa sih sebenarnya beda kedua cake tersebut? "Kedua cake tersebut memang mirip tetapi pada sacher cake harus mengandung butter. Sedangkan pada black forest sebaliknya, cakenya tidak boleh memakai butter dan memakai kirsch," terang Pak Yongki.

Pak Yongki yang ramah dan penuh humor ini pun mengawali resep pertama dengan membuat Germany Sacher Cake. Pertama-tama para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan mulai dari tepung, maizena, starkies, roomboter, meltheys, dll. Spontan saja berbagai pertanyaan pun terlontar dari para peserta, "Pak Yongki apa itu meltheys?" atau "Pak Yongki terigunya pakai yang protein rendah atau tinggi ya?"

Untuk membuat cake yang lembut dan berpori halus Pak Yongki juga memberi tips khusus. "Setelah adonan selesai di mixer angkat adonan untuk melihat tekstur kekentalannya, jika dirasa terlalu kental aduk-aduk pelan hingga tidak begitu kental lagi. Sebab adonan terlalu kental inilah yang menyebabkan pori-pori cake jadi besar alias kasar dan tidak lembut," pesannya.

Saat hendak membelah cake menjadi dua bagian Pak Yongki memakai 'cake cutter' yang berbentuk seperti gergaji. "Wah apaan tuh Pak, dimana belinya?" berondong beberapa peserta. Alat yang seketika menjadi primadona ini memang unik, bentuknya seperti gergaji dan berfungsi untuk memotong cake dengan mudah dan rata menjadi dua bagian.

Hingga tiba giliran membuat Black Forest ala Bakery dan Hotel yang sudah ditunggu-tunggu oleh para peserta. "Ada yang tahu beda Black Forest ala Bakery dan Hotel?" tanya Pak Yongki. "Nah, kalau a la Hotel biasanya memakai fresh cream dan dark cherry sedangkan a la Bakery memakai vla butter cream dan ceri merah," terangnya.

Untuk cokelatnya Pak Yongki memakai Cokelat Theys dari Singapura. "Cokelat ini sangat bagus karena memiliki titik leleh atau melting point rendah sekitar 30-32C dibanding cokelat lainnya yaitu 36-38C," jelasnya saat ditanya asalasannya memilih cokelat ini.

Tak ketinggalan 3 macam cara pembuataan ganache yaitu Cream, Filling, dan Mirror pun diperagakan. Ganache merupakan adonan cokelat dan krim segar yang dalam teknik pembuatannya berbeda. Tiap perbedaan teknik menghasilkan tekstur dan warna yang berbeda pula. Dua orang peserta diajaknya untuk berpraktek langsung. "Pokoknya biar tahu bedanya gak cuma melihat saja," ujar Pak Yongki. Proses memoles krim putih, penyemprotan simple syrup dan rhum, dan menuangkan cokelat ke atas cake pun menjadi atraksi yang tak kalah menarik.

Rasa penasaran dan ingin melihat proses pembuatan black forest ini lebih dekat membuat para peserta pun mengelilingi Pak Yongki. "Wah kok sepertinya gampang ya?" ujar seorang peserta mengagumi tangan-tangan lincah Pak Yongki mempercantik kue. Bahkan setelah cake matang para peserta pun dipersilahkan icip-icip. "Duh cakenya halus dan lembut banget," puji seorang peserta.

Seakan tak ingin berakhir saat acara hampir selesai pun Pak Yongki masih diberondong oleh berbagai pertanyaan. Sedangkan mereka yang ingin segera praktek segera memborong aneka bahan kue yang dijual di salah satu stand 'Rossy'. Ada yang memborong cokelat, butter, starkies, roomboter, atau meltheys.

Seperti biasa para peserta pun tidak dibiarkan pulang dengan tangan kosong. Setiap orang memperoleh sekotak kue yang berisi 5 macam Black Forest dan Sacher Cake untuk dibawa pulang!

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads