Yang Bikin Gemes dan Bikin Barisan!

Yang Bikin Gemes dan Bikin Barisan!

- detikFood
Selasa, 11 Agu 2009 15:02 WIB
Jakarta - Roti manis agaknya bikin para peserta penasaran lagi. Kali ini gaya klasik yang berbaris seperti sisir, yang berbungkus kulit lumpia, dan yang berkostum lollipop. Urusan adonan, bikin isi, bentuk, pembakaran sampai hitung-hitungan matematisnya dikupas habis!

Minggu, 9 Agustus 2009 cooking class bertema roti manis kembali gilear. Kali ini pesertapun masih berjubel dan antusias. Karenanya sebelum pukul 10 pagi acara sudah dimulai di Ranch's Cooking School, Ranch Market Pondok Indah. Kembali Pak Haryanto Makmoer yang jadi 'dokter roti' menyiapkan sejurus trik dan resep andalan terbarunya.

Dua jensi roti manis yang dibuat adalah roti manis dengan isi dan tanpa isi. "Ibu-ibu, kalau mau membuat roti manis yang polos seperti roti sisir pasuruan, adonan dasarnya harus enak,"Β  ujar Pak Haryanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trik membuat biang atau 'babon' roti yang merupakan metode tidak langsung atau klasik diperagakan dengan penuh teliti. Urusan bahan, suhu adonan dan memilih loyang juga dituturkan dengan jelas. "Ingat ya suhu roti harus lebih dingin dari suhu badan kita. Karena itu tadi saya memakai es batu. Air di resep bisa diganti setengahnya dengan es batu," jelasnya.

"Adonan babon atau biang harus didiamkan dulu, tidak bisa langsung dipakai," Pak Haryanto kembali mengingatkan peserta. Tak ketinggalan dibawanya adonan yang sudah kalis berkeliling. "Adonan yang kalis kalau ditarik mulur, lembut di tangan, ayo disentuh ya..ditarik, jadi tahu teksturnya seperti apa," tuturnya sambil meminta tiap peserta menyentuh adonan.

Roti sisir pasuruan resep pertama yang dipraktekkan ini merupakan salah satu jenis roti kuno. Dan ternyata cara menyusunnya dalam loyang pun ada rumusnya sendiri. "Untuk mengetahui volume adonan atau jumlah adonan di dalam loyang ini, caranya panjang loyang kali lebar ditambah 1 dan dibagi 4," berulangkali Pak Haryanto mengulang rumusnya. Masih ditambah trik jika loyang pakai tutup dan tidak. "Duh, kok udah kayak belajar matematika lagi yah?" ujar salah satu peserta dibarengi tawa peserta lainnya.

Serentetan pertanyaan langsung memburu Pak Haryanto, seperti "Pak Har, loyang roti sisir itu beli dimana ya?", "Marville-butter dijual di mana saja?", bahkan ada yang ingin meminta loyang Pak Haryanto agar hasilnya sama seperti yang Pak Haryanto bikin loh! Proses memilin adonan dan mengaturnya berbaris pada loyangpun diperagakan dengan jelas.

Aprain Bun, roti manis dengan isian apple filling ditutup dengan kulit adonan yang warnanya cantik seprti lollipop, merah, kuning dan hijau! Tak tanggung-tanggung, Pak Haryanto juga mempraktekkan cara membuat aprain yang baik sehingga tidak sobek saat di tipiskan. "Bapak, Ibu yang mau mencoba langsung, silakan loh." ujar Pak Haryanto sambil asyik menguleni adonan.

Acara memebentuk langsung adonan pun berlangsung seru. "Duh, kok pulungan saya gak sama besar yah?" keluh seorang peserta. "Walah, ketipisan, jadi sobek deh," ujar peserta yang lain. Dari adonan roti sisir ditambah dengan aneka sukade, jadilah adonan roti lain yang tak kalah cantik. Apalagi setelah diberi topping adonan gula.

UsaiΒ  membuat semua roti dan sambil menunggu roti di istirahatkan, Pak Haryanto pun memberikan 'kuliah' tentang seluk beluk roti. Muali dari hitung menghitung biaya, cara memilih bahan, sampai cara mengemas. "Pokoknya kalau bikin roti, jangan selalu bilang 'enak ngga ya?', 'enak nggak ya' atau 'laku ngga ya', 'laku ngga ya. Kalau begitu ngomongnya jatuhnya roti nggak enak dan nggak laku," demikian wanti-wanti Pak Haryanto diiringi derai tawa peserta.

Tak hanya samapi di situ, Pak Haryanto juga memberi soal pada peserta. "Coba ya sekarang, hitung berapa kilogram terigu yang dibutuhkan kalau saya pesan roti seberat 60 gram sebanyak 250 biji?", demikian pertanyaannya. Wah, pesertapun jadi kalang kabut. Ternyata, bikin roti memang perlu ilmu matematika, fisika dan kimia!

Wangi roti yang dipanggang dalam oven mulai menggoda peserta. Satu per satu roti hangat mengepulpun dijajarkan di atas meja. Tampilannya sangat menggoda, cantik dan menggiurkan! Bukan hanya untuk dicicipi tetapi untuk difoto peserta. Harap maklum peserta senang membuat foto tiap bahan dan tampilan roti. "Biar nggak bingung waktu coba nanti," demikian tutur seorang peserta.

Sebelum pulang sekali lagi pak Haryanto memberikan nasehatnya "Ingat ya kalau bikin roti hati harus senang dan senyum jadi rotinya cantik-cantik seperti ini!", komentarnya langsung diiringi tawa peserta. Menjelang pukul 15.00 pesertapun membawa pulang sekotak roti cantik dan setumpuk ilmu untuk dipraktekkan.

Buat yang belum kebagian kelas roti manis, bersabar ya! Pak haryanto bakal hadir kembali dengan cooking class roti manis dalam paket komplet! Sampai jumpa!
(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads