Inilah cooking class dengan tema mooncake atau kue bulan yang pertama kali digelar detikfood dan disesaki peserta (mohon maaf bagi mereka yang belum mendapat kesempatan ya..). Belum jam 09.00 pagi lebih dari 10 peserta sudah duduk manis di Lotus Room, Shang Palace, hotle Shangrila Jakarta. Yang paling pagi datang adalah ibu Lusi dari Bandung! Salut ya bu!
Dim Sum Chef Low Kien Fatt pun tak kalah semangat karena sejak pagi juga sudah siap dengan berbagai bahan dan peralatan. Tepat jam 10 kurang 10 menit chefΒ Low pun membuka kelas dengan peragaan pembuatan adonan kulit khusus mooncake tanpa panggang atau snow skin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Chef air yang hijau itu apa ya? Merknya apa? Diaduknya mesti pakai tangan ya?", itulah berondongan pertanyaan peserta yang nyaris saling berebut diajukan pada chef. Pembuatan adonan isi, alpukat dan custard pun berlangsung seru. Gangguan kecilpun terjadi karena blender yang 'ngadat' dan bocor karena kurang kuat direkatkan ke mesinnya.
Usai urusan blender ditangani olah pak Sugiyanto, asisten sang chef ternyata ada 'kejutan' lain. Gara-gara salah menekan tombol, maka saat blender diangkat, justru adonan muncrat keluar. Bukannya kaget, sang chef justru tertawa berderai diikuti oleh peserta "Ha..ha..saya memang nervous..grogi..", komentarnya.
Praktek mencetak mooncake berlangsung seru. Sang chef memakai dua cara, cara tradisional dengan cetakan kayu dan cetakan dengan air compressor. Karena itu ruangan dimeriahkan dengan gemuruh suara air compressor yang lumayan keras. Udara dari mesin ini dihubungkan dengan selang dan diujungnya ada cetakan mooncake. Dengan sekali tekan maka kuepun terlepas dari cetakan dengan mulus!
"Coba simak dulu ya caranya. Pertama, adonan dikasih tipis seperti ini ke arah luar lalu pusing adonan sambil terus digilas," chef Low memperagakan detil menipiskan adonan. Mendengar kata adonan harus dipusing-pusing pesertapun tertawa berderai. Tentu saja yang dimaksud sang chef adonan harus diputar supaya tipis merata.
Suasana Lotus Room makin heboh saat peserta berpraktek ..dok..dok..dok. suara meja yang diketok dengan cetakanpun bersahut-sahutan. Belum lagi ditambah suara gemuruh air compressor dan celoteh peserta. "Wah, celaka kulitnya ketipisan nih, adonan isinya jadi keliatan," demikian komentar seorang peserta. Pesertapun juga mencoba mencetak mooncake dengan cetakan air compressor. "Kalau pakai ini enak ya bisa mulus dan bisa cepet," komentar peserta yang mengagumi cetakan mooncake buatan Cina ini.
Usai membuat 2 jenis mooncake snow skin, pesertapun diajak menyimak pembuatan adonan kulit mooncake panggang. Hmm..ternyata tidak terlalu sulit, merk gula cair dan semua bahan pun diberikan lengkap oleh sang chef. "Ingat saja, saat memanggang, olesi kuning telur, setelah 8 menit, olesi lagi dan panggang hingga 20 menit", demikian pesan sang chef. Pesertapun kembali mengajukan persoalan alias pertanyaan dari suhu oven hingga cara menyimpan adonan kulit. "Bagaimana, masih ada persoalan?", demikian tantang sang chef.
Membuat 3 jenis mooncake panggang juga berlangsung lebih heboh. "Aku sih seneng yang kecil, makanya aku bikin kecil-kecil biar jadi banyak," tutur bu Lian yang sudah siap dengan mooncake yang mungil dan cantik. Urusan memanggangpun tak kalah heboh karena tiap kelompok kue peserta diberi nomor. "Punyaku yang sebelah sini ya, ada yang miring satu", demikian komentar peserta.
Sambil menunggu mooncake matang, pesertapun menikmati santap siang bermenu komplet. Saat satu per satu loyang besar berisi mooncake dibawa dari dapur, kehebohan kembali terjadi. Apalagi kalau bukan bingung menentukan mooncake milik masing-masing. Acara inipun diakhir dengan penarikan hadiah berupa voucher makan di hotel Shangri-la Jakarta. Selamat buat pak Rustam, pak Doni dan Rini yang membawa pulang voucher. Juga buat teman-teman yang mendapatkan berbagai voucher makan dari detikfood! Sampai ketemu di cooking class berikutnya!
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN