Mengenal Keluarga Pie dan Trik Bikin Pie Cantik!

Mengenal Keluarga Pie dan Trik Bikin Pie Cantik!

- detikFood
Senin, 20 Apr 2009 13:11 WIB
Jakarta - Siapa yang tak ingin bisa membuat pie enak lagi cantik bentuknya? Pada cooking class yang disesaki oleh puluhan peserta ini semuanya dibeberkan habis. Dari mengenal istilah keluarga pie sampai bikin kulit pie yang renyah, bikin pie jadi cantik sampai hitung-hitungan biaya jika ingin berbisnis. Semuanya komplet disuguhkan dalam cooking class yang kaya ilmu ini!

Sejak pukul 8.30 pagi para peserta sudah memenuhi kelas di Ranch's Cooking School Pondok Indah. Sedangkan Pak Haryanto, dibantu oleh para asistennya masih sibuk menata perlengkapan dan bahan-bahan yang akan dipergunakan untuk membuat pie. Meskipun tangan sibuk, bapak yang mudah senyum ini tak segan-segan menyapa dan meladeni pertanyaan dari para peserta yang rupanya sudah tak sabar ingin segera belajar.

Acara tepat dimulai pukul 9.30 dan dibuka pak Haryanto dengan perkenalan keluarga pie. "Pie juga punya keluarga lho..," demikian tuturnya. Ya, pie yang bentuknya kecil loyangnya disebut 'tarlet', yaitu anak pie. Sedangkan 'quiche' adalah pienya orang Inggris yang isinya biasanya asin atau gurih. Pemahaman istilah penting supaya tak salah mengerti. "Pie sekarang memang sedang trend, bentuknya cantik, banyak variasi dan kalau dijual selalu laku," demikian pemanasan pak Haryanto yang membuat peserta makin antusias saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada lima buah resep yang akan dibagikan oleh Pak Haryanto. Pertama-tama Pak Haryanto memberi penjelasan tentang seputar bahan-bahan yang akan dipakai. Belum apa-apa berondongan pertanyaan sudah mewarnai cooking class ini. "Pak kalau membuatnya pakai gula halus boleh tidak?" atau "Pak Har ini kok pakai susu cair bukan evaporated?" Bukan Pak Haryanto namanya kalau tidak sabar menjawab pertanyaan para peserta yang bertubi-tubi ini.

"Untuk membuat adonan saya menyarankan untuk memakai hand mixer agar lebih tercampur merata, namun jika ingin memakan mixer listrik tidak apa-apa," jelas Pak Haryanto sambil sibuk mengaduk adonan dengan hand mixer. "Pak maksudnya apa sih tepung protein rendah, sedang, dan tinggi?" celetuk seorang peserta penasaran. "Penggunaan tepung tergantung jika ibu ingin membuat apa. Misalkan protein rendah biasanya untuk membuat kue yang ringan seperti chifon, kalau protein tinggi biasanya sering dipakai untuk membuat roti. Nah sedangkan untuk pie ini kita membuatnya dengan tepung protein sedang," jelas Pak Haryanto panjang lebar.

Proses membuat kulit pie pun menjadi kegiatan yang menarik. "Untuk membuat kulit pie agar rata usahakan saat menggilas adonan memakai alas papan dibawahnya supaya rata ya ibu-ibu," jelas Pak Haryanto yang disambut dengan anggukan kepala para peserta. "Agar tidak menempel saat menggilas adonan sesekali taburkan tepung diatas adonan," lanjut Pak Haryanto.

Beberapa peserta yang penasaran pun maju untuk menjawil adonan kalis yang telah dibuat Pak Haryanto. "Oh jadinya seperti ini ya," gumam mereka. Sementara yang lain sibuk mencicipi cream yang akan digunakan untuk menghias adonan. "Hmm.. creamnya enakkk enggak bikin eneg," komentar seorang peserta sambil menjilati tangannya.

Satu per satu pun pie telah siap untuk dipanggang. Sampai-sampai beberapa peserta rela melewatkan waktu makan siangnya agar tidak ketinggalan penjelasan Pak Haryanto wah wah... Dari kesemuanya Spaghetti Pie memerlukan proses yang agak lama, karena untuk isiannya Pak Haryanto harus memasak spaghetti terlebih dahulu. Wah, tak tanggung-tanggung Pak Haryanto pun dengan royal menaburkan daging sapi cincang, wortel, paprika, dan jamur untuk isian spaghetti. Aroma harum seketika menggelitik hidung, wuihh... sedappp!

Beberapa pie yang sudah dikeluarkan dalam oven kini siap dihias. Chovo Pie terlihat cantik dengan isian berwarna hijau, Brownie Pie pun tak kalah menarik dengan warna cokelat menggiurkan. Si Blueberry Cheese Pie yang tidak dipanggangpun tampak memikat dengan mulusnya sapuan krim di permukaannya.

"Nah untuk menghias pie yang dibutuhkan hanyalah kreatifitas dari ibu-ibu dan bapak-bapak saja," ujar Pak Haryanto sambil dengan terampil menghias aneka pie sehingga terlihat sangat cantik. Trik memberi hiasan dan sentuhan berupa cokelat serut, cokelat cair dan taburan kacang almond juga diperagakan penuh detil. "Kalau sudah cantik begini pie dijual mahal langganan pasti mau karena cantik dan rasanya enak," demikian tururnya. Beberapa peserta bahkan langsung mengabadikan pie-pie cantik tersebut baik lewat kamera digital maupun HP klik..klik..

O ya, sebelum acara berakhir para peserta juga dibekali oleh ilmu lainnya oleh Pak Haryanto. Seperti apa saja yang harus diperhatikan jika ingin berbisnis kue pie ini, mulai dari sumber daya hingga perhitungan biaya-biaya serta keuntungan yang harus diperhatikan. Gimana, komplet bukan? Nah, sebelum pulang para peserta pun dibekali sekotak kue yang berisi 5 jenis kue untuk dicicipi di rumah. Sampai jumpa di cooking class selanjutnya ya! (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads