Chef Ragil: Ingin Menggali Potensi Kuliner Indonesia

- detikFood Rabu, 03 Sep 2008 11:17 WIB
Jakarta - Kecintaannya akan makanan sejak kecil membuatnya bermimpi menjadi seorang chef. Hal tersebut ia buktikan, mulai dari memenangkan penghargaan di bidang kuliner, menjadi chef hotel berbintang, hingga kini menjadi pemilik beberapa restoran. Lalu apa yang membuatnya ingin berkiprah dalam kuliner Indonesia?

Chef yang bernama lengkap Ragil Imam Wibowo atau yang akrab disapa chef Ragil ini berbadan tambun namun ramah dan jenaka. Ia pun menyapa hangat kedatangan detikfood di salah satu restoran tempatnya bekerja yaitu Segarra yang berada di Pantai Carnival, Ancol.

Sambil memangku putrid kecilnya ia pun menuturkan awal mula ketertarikannya menjadi seorang chef. "Intinya saya sejak kecil suka makan, terlalu suka malah sehingga keluarga menyetop kebiasaan makan saya yang banyak tersebut. Caranya dengan mengunci semua lemari makan. Yang bisa dibuka hanya kulkas. Nah, dari situlah saya mulai belajar coba-coba memasak sendiri saat itu umur saya 5 tahun. Mulai dari mi instant, gadon dimodifikasi dengan mi atau keju dan lain-lain. Akhirnya dunia masak-memasak ini tanpa sadar mulai saya cintai," ujarnya dengan logat Jawa yang kental sambil tersenyum mengenang masa lalu.

Pria kelahiran 14 July 1972 ini meskipun anak bontot dan lelaki satu-satunya dari lima bersaudara mengaku tak pernah dimanja. "Sebenarnya cita-cita saya sewaktu kecil selain menjadi chef ya karena hobi makan tadi, saya juga ingin berkarir di bidang astrologi atau menjadi pembalap F1. Namun saat kedua impian tersebut buyar, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang chef," ujarnya terkekeh saat ditanya soal cita-citanya saat kecil.

Untuk mendukung cita-citanya, ia pun bersaing dengan ribuan orang lainnya untuk masuk ke National Hotel Institute (NHI) atau yang kini lebih dikenal dengan nama STIP Bandung. Ia pun lulus pada tahun 1993 di bidang Food Production. Karirnya dimulai menjadi seorang comis chef di California Café, Hotel Millennium yang dulu dikenal sebagai Equatorial Hotel dan mengikuti trainning selama 6 bulan lamanya di Swensen Restaurant, Singapura.

Karirnya benar-benar dimulai pada tahun 1995, saat ia mulai bekerja di Grand Hyatt Hotel Jakarta selama kurang lebih 8 tahun lamanya. Berkat kerja keras dan keuletannya, karir yang diawalinya mulai dari seorang comis chef pun merangkak naik menjadi demi chef, chef the partie, sous chef, hingga tahun 2001 ia dipercaya menjadi chef the cuisine di C's Steak and Seafood, Grand Hyatt Hotel Jakarta.

Kini berbekal pengalaman menjadi chef di hotel berbintang dan memenangkan berbagai penghargaan dibidang kuliner, chef asal Purworejo ini telah memiliki beberapa restoran yang tersebar di Jakarta dan Yogyakarta. Sebut saja Mahimahi, Warung Pasta, Asahi, dan Dixie easy dining. Selain itu kini ia juga bekerja sebagai chef di Segarra Beach Club, yang merupakan sebuah resto yang terletak di tepi Pantai Ancol.

Meskipun memiliki segudang pengalaman akan masakan Internasional, namun Chef Ragil mengaku lebih tertarik pada hidangan Asia khususnya Indonesia. "Saya kini lebih menyukai hidangan Asia, mungkin karena kebosanan akan makanan barat," ujarnya saat ditanya akan alasannya terpikat oleh hidangan Asia. "Makanan Asia khususnya Indonesia sendiri sangat kaya, baik soal rasa maupun bumbu-bumbunya. Oleh karena itu saya sangat tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang masakan Indonesia ini, yaitu seperti apa aslinya masakan tersebut dan bagaimana cara memasaknya yang benar," imbuhnya dengan semangat.

Ketertarikannya akan makanan Indonesia, membuat chef yang dikarunia dua orang puteri ini mulai mendalami dan melakukan riset akan makanan Indonesia. "Jika ditelusuri masakan Indonesia dari sabang sampai merauke ini memang tak terhitung jumlahnya. Namun sayang belum ada yang tertarik untuk mengeksplorasi makanan Indonesia ini lebih lanjut. Setahu saya baru Pak William Wongso yang sudah melakukannya," tuturnya panjang lebar.

Ia pun berharap suatu hari akan ada suatu wadah yang dapat menjadi narasumber tentang segala hal mengenai masakan Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat dan masakan Indonesia lebih dikenal bagi banyak orang hingga ke mancanegara.

Inilah salah satu masakan Indonesia yang dibagikan oleh Chef Ragil khusus untuk pembaca setia detikfood:

Kambing Bakar Bumbu Pedas

250 g Iga kambing/daging paha
Bumbu, haluskan:
2 siung Bawang putih
1/4 butir Bawang Bombay
1/2 ruas jari Jahe
1/2 ruas jari Kunyit
1 sdt Ketumbar
2 batang Daun ketumbar/kecombrang
3 buah Cabai rawit
1/2 sdt Paprika bubuk
1/2 buah Lemon, ambil airnya
2 sdm Shoyu/kecap
1 sdt Tabasco
1 sdt Worchestershire sauce/kecap Inggris
50 ml Minyak sayur

5 lbr Flour tortillas
1 bonggol kecil Lettuce iceberg iris
1 bh Tomato merah iris
1 bh Bawang Bombay iris

Cara membuat:
  • Campur bumbu halus dengan minyak sayur.
  • Lumuri seluruh permukaan daging, diamkan 30 menit. Apabila memungkinkan diamkan sehari semalam. Panggang daging dalam oven 180 C kurang lebih 15-20 menit sesuai selera kematangan daging.
  • Angkat dan diamkan beberapa saat.
  • Potong kecil-kecil agak tipis.
  • Susun dalam lembaran tortilla bersama irisan lettuce, tomato, bawang bombay.
  • Sajikan.
Tips:
  • Jangan cuci daging kambing dengan air karena akan memberikan bau yang kuat dari daging kambing.
  • Makin lama didiamkan bumbu akan meresep sempurna dalam daging kambing. Jika akan disimpan lama, taruh daging kambing berbumbu dalam lemari es.
"Saya ingin membuat sebuah restoran Indonesia yang tidak otentik, melainkan lebih menonjolkan bagaimana cara yang benar dalam memasak hidangannya. Hal tersebut tentu saja masih harus terus digali lebih lanjut," demikian ungkap chef Ragil yang berhobi berat mengutak-utik gadget tentang keinginan terpendamnya.

(dev/Odi)