Tak mudah menemui pria yang super sibuk ini. Pria berusia 37 tahun ini berpostur langsing, dengan kumis tebal dan rambut lurus hitam kecokelatan disisir belah tengah. Sekilas tampak lebih seperti pria Jepang daripada pria Prancis.
Gaya bicaranya lembut tanpa aksen Prancis yang medok. Sore itu saya berbicara santai di sela-sela kesibukannya menjelang peluncuran Camus Coffee. Ya, Camus yang kondang lebih dari seabad dengan cognac berkualitas tinggi merambah bisnis kopi. Hmm..sangat menarik bukan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya merupakan bahasa tak tertulis yang menandakan tamu ingin berlama-lama berbincang atau berdiskusi setelah acara makan," demikian tutur Cyril dengan mata berbinar. Agaknya Cyril ingin fokus padaΒ bisnis after dinner, memanjakan selera setelah acara makan.
Toraja yang tersohor di dunia sebagai penghasil kopi bermutu juga memikat hatinya. Bagi Cyril Camus Cognac dan kopi Toraja memiliki kesamaan. "Keduanya dihasilkan oleh orang dengan tradisi, iklim dan keadaan tanah yang unik dan berbeda. Tanah dan iklim berbeda akan menghasilkan anggur (bahan utama cognac) dan biji kopi yang berbeda tekstur, aroma dan rasanya," jelas pria yang berhobi traveling ini.
Cara menghasilkan buah anggur di Cognac, Prancis dan biji kopi di Tana Toraja dilihatnya sebagai kesamaan yang sangat memikat. Semuanya dihasilkan dengan cara tradisional, alami dan berlangsung dari generasi ke generasi.
Sebagai generasi kelima Camus yang dibesarkan dalam tradisi Prancis yang kuat ternyata tak membuat Cyril terpasung. Ini dibuktikan dengan mempersunting seorang gadis Cina, Isabelle sebagai istrinya dan kini telah memberinya 2 orang anak laki-laki. Hal yang sama dilakukannya dengan memilih kopi Toraja sebagai bisnis kedua setelah cognac. Sebuah terobosan baru yang belum pernah dilakukan oleh keluarga Camus.
Pilihan kopi sebagai bisnis keduanya bukan tanpa alasan. "Saya suka sekali minum kopi, dua kali sehari saya minum double espresso. Saya selalu ingin minum kopi berkualitas tiap kali saya minum kopi. Saya kira semua orang di dunia sama. Karena itulah saya ingin tiap saat orang bisa minum kopi dengan kualitas sama seperti halnya mereka menikmati Cognac Camus. Maka pilihan saya jatuh pada kopi," tuturnya sambil meneguk air es.
Selain itu Camus punya obsesi untuk mengembangkan bisnis kopi Toraja ini hingga lebih dari satu generasi. "Saya ingin membuat kopi Toraja ternama di dunia seperti halnya Camus Cognac dari generasi ke generasi," demikian ungkapnya.
Bukan hanya urusan minuman, pria yang suka traveling untuk keperluan bisnis ataupun wisata dan sangat fasih berbahasa Mandarin ini juga memiliki kriteria dalam memuaskan selera makannya. "Saya suka sekali mencicipi makanan terutama yang baru dan unik. Makanan tak harus mahal tetapi harus memiliki rasa, aroma dan tekstur. Ketiganya akan menciptakan rasa lezat yang harmonis di lidah," ujarnya sambil tersenyum.
Khusus untuk pembaca detikfood, Cyril yang suka dan biasa meracik minuman kopi sendiri membagikan tipsnya memilih kopi berkualitas.
Kopi yang berkualitas dan enakΒ haruslah kopi yang memenuhi unsur ini:
- Quality: kualitas biji kopinya bagus.
- Origin: asal muasal biji kopi ditanam juga mempengaruhi aroma dan rasa kopi.
- Roasting: dipanggang dengan suhu tepat dan waktu yang pas sehingga menggugah seluruh aroma, rasa kopi secara maksimal.
- Packaging: dikemas secara menarik, hygienis dan berkualitas (kedap udara).
- Brewing: kopi harus diseduh dengan cara tepat dengan air bersuhu tepat.
"My family has always ensured that every CAMUS product is marked by the personality of the family," demikian tegas Cyril yang memberikan jaminan nama keluarganya sebagai jaminan produk yang berkualitas bagus secara konsisten. (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN