Chef Idham Mirwan: Nyaris Menjadi Dokter

Chef Idham Mirwan: Nyaris Menjadi Dokter

- detikFood
Kamis, 06 Nov 2008 14:19 WIB
Jakarta - Executive Sous Chef ini pernah hampir 4 tahun menekuni bidang kedokteran. Namun panggilan jiwanya di bidang kuliner bagai magnet kuat yang menariknya dari bangku fakultas kedokteran. Kini dengan sepenuh hati ia menekuni karirnya sebagai chef. Apa sebenarnya yang membuatnya menjalani takdir yang berbeda itu?

Senyum ramah menghiasi bibir berkumis Executive Sous Chef Idham Mirwan atau yang akrab disapa Chef Idham saat menyambut kedatangan detikfood di Seasons CafΓ©, Hotel Four Seasons Jakarta. Karir pria berdarah Palembang ini diawali tidak semudah yang dibayangkan, meskipun kecintaannya terhadap dunia masak-memasak sudah terlihat sejak dini.

"Sebenarnya dari SMP saya tidak bisa makan kalau tidak memasak sendiri. Oleh karena itu dunia mamasak-memasak ini sudah saya cintai sejak kecil, apalagi ibu dan nenek saya juga suka sekali memasak," ujarnya mengenang masa kecil. Keinginannya untuk ikut bekerja di dapur selalu dihalang-halangi oleh orang tuanya. Ini lantaran ia sebagai pria dianggap kurang pantas berada di dapur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas keinginan dari orang tua, saat lulus SMA ia langsung melanjutkan studi ke fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang. "Saya sempat menjalani kuliah di fakultas kedokteran namun karena ada sebab tertentu setelah menjalani beberapa semester akhirnya saya memutuskan untuk berhenti kuliah," ujarnya sambil tersenyum penuh arti.

Setelah memutuskan berhenti kuliah, chef yang merupakan anak ke-2 dari 11 bersaudara ini sempat bekerja di sebuah perusahaan kontraktor selama dua tahun lamanya. Kecintaan kepada makanan membuatnya menentang keinginan orang tua dan mengambil D3 Food Production di Perhotelan Sahid Jaya, Jakarta. Saat lulus ia pun langsung diterima bekerja di Hotel Sahid Jaya selama 5 tahun lamanya.

Pengalaman bekerja pertamanya dengan Hotel Four Seasons diawali pada tahun 1995. "Saat itu Hotel Four Seasons baru buka di Jakarta dan saya kemudian melamar disini. Tak lama saya diterima bekerja hingga saat ini, jadi kira-kira sudah 13 tahun lamanya," jelasnya sambil tersenyum bangga.

Bekerja di hotel berbintang membuatnya belajar mengenal berbagai masakan dari seluruh penjuru dunia. Namun ada satu hal yang selalu melekat dalam ingatannya yaitu masakan tanah kelahirannya Palembang, sebut saja Nasi Minyak, Pempek, Kapal Selam, dan Tek Wan. Tak heran jika sajian ini juga menjadi salah satu menu ala carte yang tersedia di Seasons CafΓ©. Sedangkan pempek sendiri adalah makanan wajib yang selalu ada di rumah setiap harinya.

Pengalaman dan kerja keras membuatnya kini menempati posisi sebagai seorang Executive Sous Chef. Lalu apa rencananya kedepan? "Keinginan saya jika nanti sudah pensiun ingin membuka rumah makan sendiri atau mini market," ujar pria berusia 50 tahun ini sambil terkekeh.

Kepada pencinta detikfood chef Idham ingin berbagi resep makanan khas Palembang. "Jika pempek sudah biasa, kini saya ingin memberikan resep masakan Palembang yang juga tak kalah enak yaitu Nasi Minyak. Nasi minyak ini biasanya dibuat pada saat saat istimewa seperti pernikahan atau pesta adat dan dimakan beramai-ramai. Cara makannya, nasi minyak di taruh di atas dulang besar untuk 3-4 orang lalu dilengkapi malbi, ayam, sayur, perkedel dan pacri atau acar," jelasnya.

Nasi Minyak

Bahan:
6 siung bawang merah
2 siung bawang putih
25 gr jahe halus
25 gr nanas halus/giling
1 sdm ketumbar
1 sdt jinten
1 sdm cengkeh
2 btg kayu manis (seukuran telunjuk)
1/2 sdt bunga pala
75 gr minyak samin
1 kg beras
50 ml susu evaporated/susu kental tawar
3 sdm saus tomat

Cara Membuat:
  • Cuci beras hingga bersih lalu tiriskan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih dengan minyak samin sampai harum.
  • Masukkan jahe giling dan nanas giling.
  • Tambahkan saus tomat.
  • Tambahkan air biarkan mendidih ( ukuran beras dengan air 1: 11/4).
  • Tambahkan susu evaporated, didihkan.
  • Masukkan beras aduk sampai airnya meresap dan tutup rapat dengan api.
  • kecil. Biarkan sampai matang.
  • Angkat, taburi bawang goreng. sajikan hangat.
Tips:
  • Gunakan jenis beras yang pera/tidak pulen. Atau campur beras pulen dengan sebagian beras pera.
  • Supaya nasi tidak terlalu pera, goreng sebentar saja dalam minyak pans di atas api agar rasanya liat-liat enak.
  • Lebih enak jika disantap selagi masih mengepul hangat.
"Meskipun orang tua kurang begitu puas dengan apa yang saya lakukan sekarang, namun saya tetap bangga dengan profesi saya. Menurut saya keinginan dan tekad yang lahir dari dalam diri sendiri lebih berarti dibandingkan mereka yang memiliki bakat sekalipun," ujarnya tersenyum menutup pembicaraan. (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads