Yongki Gunawan: 28 Tahun Berkiprah di Dunia Pastry Indonesia

- detikFood Rabu, 24 Sep 2008 14:01 WIB
Jakarta - Cita-cita menjadi seorang arsitek ditinggalkannya demi menyalurkan hobinya di bidang pastry. Justru hal tersebut merubah drastis nasibnya sehingga menjadi pengajar dan konsultan bakery terkenal. Kini sudah 28 tahun lamanya ia mengabdikan diri di dunia pastry Indonesia, lalu apa yang menjadi harapannya ke depan?

Bernama lengkap Yongki Gunawan, sang pakar kue yang kocak dan ramah ini terlahir sebagai anak lelaki satu-satunya dari enam bersaudara. Hal tersebut membuatnya sejak kecil sudah dididik untuk bekerja keras. Mulai dari membantu sang ibu berjualan kue hingga belajar dengan tekun pun dilakoni pria yang pernah tumbuh di Gombang, Jawa Tengah.

"Waktu kecil saya bandel sekali, sering bolos sekolah dan suka sekali main. Bahkan gara-gara hal tersebut membuat saya sempat tidak naik kelas selama 2 kali. Namun karena Papi saya galak, akhirnya ketika kelas 4 SD saya baru bisa belajar dengan tekun dan selalu ranking kelas hingga SMA," ujarnya sambil terkekeh geli.

Berkat kecerdasannya pria yang mengaku penggemar bakso dan gudeg ini menyabet beasiswa di tiga perguruan tinggi terkenal di Bandung. Akhirnya setelah membuat pertimbangan matang dan dukungan dari guru dan orang tua, ia pun memilih arsitek sebagai jurusannya di Parahyangan, Bandung.

Namun nasib berkata lain, baru 2 bulan ia mengenyam pendidikan menjadi seorang arsitek ia pun terpaksa drop out dari bangku kuliah. "Saat itu rasanya menjadi seorang arsitek menyenangkan, namun saat menjalaninya tidak seperti yang saya bayangkan. Bukannya kemudahan namun penolakan demi penolakan dari hasil karya saya membuat saya frustasi. Sejak saat itu saya jadi tidak menyukai pelajaran hitungan, bermodal nekat saya pun memutuskan untuk berhenti kuliah," demikan tuturnya.

Sejak berhenti kuliah, ia pun lebih rajin membantu sang ibu berjualan kue dan menyalurkan hobinya seperti membuat dan mempercantik kue. Lama-kelamaan seorang teman menawarkannya untuk melanjutkan kuliah di NHI, Bandung. Tak disangka, meskipun awalnya sempat tidak yakin ia berhasil masuk NHI dengan beasiswa di bidang Food and Pastry. Selama beberapa semester ia kuliah disana tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, sampai suatu hari ia menerima beasiswa untuk bersekolah di Swiss.

Dunia mengajar sebenarnya sudah tidak asing lagi baginya, sebab bagi pria penyuka pelajaran Kimia semasa di bangku sekolah ini sering mengajari teman-temannya. Beberapa bulan di NHI ia pun sudah diminta untuk membuat banquet untuk acara-acara khusus. "Meskipun baru namun saya yang dipilih sebab katanya buatan saya yang paling bagus," imbuhnya bangga.

Lomba demi lomba kue untuk mengasah ilmu dan keterampilan pernah diikutinya. Salah satunya adalah lomba menghias kue yang diselenggarakan oleh Femina pada tahun 1979, dimana ia menyabet juara kedua. Sedangkan juara pertama diraih oleh Hadi Tuwendi yang kini merupakan sahabatnya lebih dari 20 tahun.

Penampilan perdana mengajar di depan publik dilakoninya pada tahun 1982 di Woman International Club (WIC) dan tahun 1983 ia pun menjadi pengajar dan dekorator kue di Ny. Liem hingga kini. Setelah menyelesaikan kuliah, ia dipanggil oleh sebuah perusahaan cokelat terkenal di Jakarta yaitu Guten Braun. Disana ia bekerja dengan menghias kue coklat mengadakan demo-demo kue ke kota-kota besar di Indonesia. Tak hanya itu, guna mengembangkan ilmunya ia pun belajar ke mancanegara seperti ke Taiwan, Philipina, Hongkong, Singapore, dll.

"Bagi saya mengajar orang lain membuat cake yang cantik merupakan kesenangan tersendiri yang tidak bisa tergantikan. Oleh karena itu saya tidak berkeinginan untuk membuka toko," ujarnya menjelaskan saat ditanya keenganannya untuk berbisnis di bidang yang dilakoninya ini. "Keinginan saya di masa yang akan datang bisa membantu masyarakat kecil untuk bisa membuat bisnis rumahan sendiri dengan berjualan kue," demikian tuturnya saat ditanya soal harapannya saat ini.

Menjelang hari raya Lebaran, Pak Yongki pun ingin berbagi kebahagiaan dengan memberikan resep spesial Kue Buah Idul Fitri hasil kreasinya. "Kue ini selain rasanya enak dan cocok disajikan saat Lebaran nanti juga gampang dibuat terutama bagi mereka yang tidak punya banyak waktu," tuturnya. Nah, bagi Anda yang ingin membuat kue lebaran spesial berikut resepnya.

Kue Buah Idul Fitri

Bahan A:
15 btr merah terlur, 4 putih (420gr)
225 g gula kasar
1/2 sdt vanili bubuk
15 g emulsifier (Misal TBM, Ovalet)

Bahan B:
150 g tepung terigu
10 g tepung maizena
10 g susu bubuk

Bahan C:
200 g butter (cair)
1 sdm toffieco rhum bakar

Bahan D:
100 g vla instant
300 g susu cair
1/2sdt vanili bubuk

Bahan E:
250 g butter cream/whipped cream
150 g almond slice panggang
Jelly cair (untuk oles buah)

Bahan F:
Strawberry, kiwi, anggur, apel, peach, dll.

Cara Membuat:
  • Kocok bahan A sampai putih dengan kecepatan tinggi, lalu masukkan bahan B kedalamnya dan kocok kembali hingga mengembang dan kaku. Matikan mikser.
  • Cairkan bahan C sampai cair dan tidak mendidih, lalu masukkan ke dalam adonan di atas dan aduk hingga rata. Tuangkan ke dalam Loyang 25x3cm dan panggang selama 20 menit, lalu tiriskan.
  • Kocok bahan D sampai kental dan simpan kulkas.
  • Ambil 1 buah cake, lalu olesi dengan bahan D dan tutupi lagi dengan kue sampai 3 lapis. Terakhir tutupi dengan buttercream seluruh permukaan dan tepinya beri dengan almond slice.
  • Hias bagian atas cake dengan buah segar dan olesi dengan jelly agar mengkilap.
  • Dinginkan dalam kulas, lalu sajikan.

Tips:
  • Gunakan cake yang polos, namun harus ada aroma buah-buahan seperti lemon, tutty fruity, dll.
  • Cake tidak perlu diperciki air gula dan bagian tengahnya cukup diolesi vla agar member teksur basah.
  • Bagian keliling cake bisa ditutup dengan buttercream, almond, atau cokelat cream.
  • Sebagai alternatif buah-buahan bisa diganti dengan mangga gedong, strawberry, atau buah tropis lainnya.
  • Agar buah-buahan tampil mengkilap, olesi dengan jelly glaze atau larutan agar-agar yang polos.
  • Setelah selesai dihias cake harus dimasukkan ke dalam lemari es terlebih dulu agar rasanya makin enak saat disantap.
"Apapun yang kita kerjakan haruslah dilakukan dengan perasaan senang dan juga harus profesional. Melakukan sesuatu jangan tanggung-tanggung dan harus memiliki standar," tegasnya saat ditanya soal mottonya menjalani hidup.
(dev/Odi)