Betawi Punya Warisan Resep

- detikFood Senin, 22 Okt 2007 10:03 WIB
Jakarta - Sudah berapa lama Anda tinggal di Jakarta? Pernahkah Anda mencicipi pecak salak, sayur gabus pucung, pecak gurame, atau nasi bukhari? Sederetan nama hidangan khas Betawi tersebut ada di berbagai pelosok Jakarta. Pengaruh budaya Cina, Arab, India dan Portugis menjelma dalam hidangan unik khas Betawi. Andapun bisa mencoba memasaknya sendiri melalui resep-resep di buku ini.Perkembangan Jakarta menjadi kota metropolitan ternyata tak bisa begitu saja menggusur kuliner asli Betawi. Meskipun saat ini orang Jakarta (yang sebagian besar pendatang) bisa menikmati sushi, pizza hingga dim sum dan cokelat dari Pranis tetapi lontong sayur khas Betawi, bubur ayam Betawi dan ketoprak tetap bisa dinikmati tiap pagi. Terdorong oleh raca cinta pada kota Jakarta, Wahyuni Mulyati dan Ilse Harahap menuliskan sejarah, budaya dan seni kuliner Betawi dalam sebuah buku berjudul Wariasan Kuliner Indonesia Hidangan Betawi.Buku setebal 132 halaman yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama ini mengungkap banyak sisi kuliner Betawi yang mungkin belum banyak dipahami oleh genarasi muda atau warga pendatang. Sedikit cerita tentang sejarah terbentuknya Batavia (yang menjadi cikal bakal kota Jakarta) 5000 tahun silam hingga abad 20 dengan penduduk 116.000 jiwa menjadi pembuka buku ini. Pada Bab II dituturkan secara runut unsur-unsur budaya yang mempengaruhi kuliner Betawi. Mulai dari kuliner masyarakat Betawi asli yang sederhana tetapi sedap. Mereka mengolah hasil alam yang ada di sekitar lingkungkan seperti telubuk, bunga durian, jengkol hingga mengkudu. Kemudian pengaruh budaya Cina masuk dalam hidangan Betawi seperi hadirnya mi, soto mi, cap cay, ayam goreng mentega, capsay petai hingga kimlo. Pengaruh Arab seiring dengan perkembangan agama Islam memberikan warna unik pada kuliner Betawi seperti nasi kebuli, nasi goreng kambing, soto tangkar, marak, bagane hingga sayur bebanci. Demikian juga kedatangan saudagar Potugis dan tentara Belanda meninggalkan jejak pengaruh kuliner yang sampai saat ini masih bisa dinikmati seperti Pindang Serani, Semur Jengkol, semur terung Betawi, kroket dan risoles. Mungkin Anda pernah mendengar kisah si Pitung, jagoan Betawi yang populer di zaman Belanda. Ternyata di kawasan Marunda masih ada rumah si Pitung yang berdiri kokoh. Dari kawasan Utara Jakarta ini banyak dihasilkan seafood terutama ikan banding yang kemudian diolah dengan resep khas Marunda, banding bakar marunda. Dalam bab III buku ini dikupas tentang sisi budaya, upacara istimewa yang sering diadakan oleh orang Betawi. Mulai dari potong kerbau hingga upacara perkawinan Betawi yang unik. Tentu saja tak ketinggalan aneka hidangan khas dalam upacara seperti roti buaya, telubuk sayur, pesmo gurami talam udang hingga sayur besan. Uraian mengenai makanan unik ini sangat penting bagi pendatang dari luar Jakarta yang ingin bisa menghayati budaya Betawi asli. Yang sangat menolong, setiap uraian tentang sisi budaya dan kuliner selalu disertai dengan resep-resep yang sudah disesuaikan dengan kondisi dapur saat ini. Belum lagi gambar-gambar makanan yang jelas, cantik dan menggiurkan bisa menjadi pemancing selera pembaca.Tahukah Anda bahwa ketoprak, bir pletok, soto mi, rujak bebeg dan taoge goreng mudah ditemui di kawasan cagar budaya Setu Babakan, Srengseh Sawah, Lenteng Agung, Jagakarsa di Jakarta Selatan. Sedangkan dari kawasan Condet, Jakarta Timur yang terkenal dengan kebun buah-buahan pelestarian kuliner Betawi tetap dijaga. Di daerah ini terkenal sebagai penghasil emping yang khas dan dodol legit yang dibuat setahun sekali. Tak hanya hidangan, aneka kue-kue khas Betawi kini juga masih bisa dibeli di pusat pasar kue, pasar Senen yang dulu disebut Vincke Passer. Riwayat hadirnya pasar kue ini dituturkan secara singkat oleh pengarang. Meskipun tak dilengkapi dengan gambar pasar kue subuh tetapi resep-resep kue Betawi yang disertakan menjadi pilihan yang untuk bisa dicoba. Aneka makanan yang populer belakangan ini menjadi penutup buku ini. Misalnya gado-gado boplo, nasi uduk tanah abang, es doger hingga es teler.Jika Anda tergolong pencinta kuliner, suka memasak dan makan enak, mungkin Anda bisa ikut melestarikan hidangan Betawi. Caranya bisa dengan tetap membeli makanan Betawi dan juga mencoba membuat sendiri di rumah. Kecuali makan enak, hidangan Betawi bisa juga diperkenalkan pada anak-anak dan keluarga. Hmm..siapa tahu suatu hari Anda mempunyai menantu orang Betawi asli. Anda bisa membuat hidangan balasan besan Betawi dari buku ini!Warisan Kuliner IndonesiaHidangan BetawiWahyuni Mulyawati, Ilse HarahapPT Gramedia Pustaka UtamaRp.50.000,00Bisa dibeli di semua toko buku Gramedia

(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com