Kelezatan dan Keindahan Sushi
Jumat, 21 Okt 2005 09:49 WIB
Jakarta - Sushi secara tradisional sebenarnya dibuat sebagai salah satu cara mengawetkan ikan segar sehingga setiap hari orang Jepang bisa tetap menyantap ikan. Dalam perkembangannya, sushi mengalami banyak perubahan. Misalnya, ditambah dengan nasi dan bahan-bahan lainnya. Bahkan sushi di daerah Osaka dan Kyoto berbeda dengan sushi yang ada di Tokyo. Setelah popular di dunia, sushi juga mengalami penyesuaian. California Rolls merupakan salah satu bentuk sushi yang dikembangkan oleh orang Amerika. Tidak diketahui dengan pasti apakah sushi berasal dari Jepang atau Cina, tetapi makanan tradisional ini sudah ada sejak 500 tahun SM. Kepopuleran sushi di Jepang disebabkan ketika Mongolia menduduki China mereka menghapus tradisi ini karena orang mongol tidak suka makan ikan dan seafood. Di Jepang sendiri sushi mengalami beberapa perkembangan. Semula orang hanya memakan irisan dagingnya saja, sementara nasinya boleh dibuang. Akan tetapi, setelah ditemukan metode fermentasi orang melakukan fermentasi pada nasi dan barulah mereka memakan nasinya. Beberapa abad kemudian, orang menggunakan anggur sebagai pengganti fermentasi. Pada masa itu, ikan yang digunakan sebelum dimakan dimasak terlebih dahulu. Namun, sejak th 1800-an seorang pria bernama Yohei Hanaya menyajikan sashimi di atas sushi yang dijual di yattai-nya (kedai) di Tokyo dan menandai dimulainya era nigiri-zushi.Ryuchi Yoshii menuangkan berbagai keunikan dari salah satu tradisi Jepang yang unik ini dalam bukunya yang berjudul Sushi. Buku berjudul Sushi ini merupakan salah satu judul buku dalam seri The Essential Kitchen, yaitu seri buku masak yang ditujukan bagi pemula. Dalam buku setebal 112 halaman ini Yoshii mencoba mengungkap segala sesuatu yang menyangkut sushi. Berbagai bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan sushi juga dikupas di buku ini. Disajikan pula bagaimana cara membuat fillet ikan agar menghasilkan sashimi atau sushi yang lezat, beserta tahapan-tahapan pembuatannya. Bagaimana cara memasak nasi yang baik untuk membuat sushi, juga cara membuat cuka beras vinegar ala Osaka dan Tokyo. Menyajikan berbagai jenis sushi seperti sashimi, maki zushi, futomaki-zushi, temaki-zushi, nigiri zushi, vegetable zushi, dan beberapa jenis lainnya juga di bahas di sini. Resep-resep menarik dari berbagai sushi tersebut juga dipaparkan dalam buku ini. Tidak ketinggalan berbagai cara penyajian sushi dan garnis juga diungkap di sini karena bagi masyarakat Jepang penyajian dan penampilan makanan sangat berarti, sehingga tidak berlebihan bila mereka rela bekerja keras untuk menghasilka aneka bentuk sushi yang menarik. bagian akhir disertakan pula resep sup sebagai pelengkap sushi. Pada bagian akhir disajikan "Health and Benefits" yaitu keuntungan dari menyantap sushi berdasarkan bahan-bahan yang digunakan.Buku yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1998 di Amerika Serikat ini didesain dan di cetak apik di atas kertas glossy bergambar dan berwarna. Buku yang ditujukan untuk pemula ini, menggunakan bahasa Inggris yang sederhana dan mudah dimengerti untuk pengantar. Penjelasannya pun cukup detil, terutama untuk nama bahan-bahan yang mungkin asing bagi pembaca yang awam seperti kamaboko, kompyo, kimchee, mirin dan lain sebagainya. Tiap nama bahan disertai penjelasan dari apa bahan tersebut dibuat beserta fotonya. Meskipun tidak diungkap jelas siapa fotografernya, namun gambar-gambar dalam buku ini cukup menarik dan mampu mengungkap kelezatan dan keunikan sushi. Bagi Anda penggemar sushi sekaligus peminat kebudayaan Jepang, buku ini cocok sebagai salah satu bahan referensi Anda.The Essential Kitchen: SushiRyuichi YoshiiPeriplus SingaporeTersedia di Toko Buku Periplus
(lil/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN