http://kulineronline.wordpress.com/2010/05/23/menikmati-asam-pedas-baung-di-rm-nyak-aki-rumbai/

Menikmati Asam Pedas Baung di RM Nyak Aki Rumbai

- detikFood Rabu, 02 Jun 2010 13:11 WIB
Jakarta - Sabtu 22 Mei 2010, saya makan siang bersama dengan teman-teman Magister Petroleum Geoscience ITB Chevron di RM Nyak Aki jalan Sekolah Rumbai.  Dulu sewaktu masih di Minas [2001-2003], saya sering makan di rumah makan ini, baik makan di tempat maupun bungkus untuk dimakan bersama-sama dengan teman-teman kantor di Minas. Makanan favorit saya adalah asam pedas baung dan gulai baung bumbu kuning.

Rumah Makan Nyak Aki didirikan pada tahun 1967 oleh Pak Mansyur [Nyak Aki] di pelabuhan Caltex lama di tepian sungai Siak, bersebelahan dengan warung Mak Cuik yang didirikan oleh Ibu Sari Banun. Pada tahun 1985, kedua rumah makan mengalami penggusuran karena perbaikan fasilitas pelabuhan, warung Mak Cuik tetap berada di komplek pelabuhan, sedangkan Rumah Makan Nyak Aki pindah ke pojok pertigaan jalan Sekolah dengan jalan Sembilang sampai saat ini. Saat ini rumah makan ini dikelola oleh Pak Masri yang merupakan putra Pak Mansyur bersama dengan keluarganya.

Kami berangkat dari Rumbai Training jam 11.00, sewaktu istirahat kuliah Petrografi Reservoir. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai, karena warung makan ini tidak jauh dari komplek perumahan Chevron Rumbai. Dari arah bundaran Chevron ke selatan menyusuri jalan Sembilang ke arah pelabuhan Caltex lama sampai  pertigaan jalan Sembilang dengan jalan Sekolah. Rumah makan Nyak Aki terletak di pojok barat daya pertigaan tersebut. Ketika kami datang, makan siang kami sudah dihidangkan di atas meja, nasi beserta lauknya.

Menu andalan di rumah makan Nyak Aki ini adalah asam pedas baung dan patin, gulai baung dan patin bumbu kuning dan asam pedas baung asap. Namun di sini juga tersedia makanan lain seperti udang galah goreng, ikan selais goreng, rendang, ikan pantau goreng dan ikan mas goreng. Dalam sehari, rumah makan ini memerlukan 25 kg ikan baung dan 10 kg ikan patin yang diantar oleh pemasok ke rumah makan ini.  Penggunaan ikan baung dan patin segar sebagai bahan baku ini merupakan salah satu keunggulan rumah makan ini.

Setelah teman-teman dan Bapak/ Ibu dosen datang semua, kami kemudian mulai makan siang dengan lauk dan sambal yang sudah tersaji di meja. Saya memilih asam pedas baung dan ikan selais goreng sebagai lauk utama dengan sayur pucuk ubi.

Rasa lapar dan suasana rumah makan yang nyaman, membuat saya menikmati makan dengan lahap. Menurut saya, asam pedas baung di RM Nyak Aki terasa lezat, pas di lidah saya, dan rasanya tidak berubah seperti dulu. Teman-teman yang lain juga terlihat menikmati makan siang masing-masing.

Selama kami makan, ada pemusik dengan gitar bolong yang memainkan berbagai macam lagu untuk menemani pengunjung makan malam.Suara pemusiknya bagus dan lagu-lagu yang dimainkan cocok untuk mengiringi makan siang. Iringan musik ini menambah suasana rumah makan terasa semakin nyaman, dan menjadi salah satu nilai lebih dari rumah makan ini.

Setelah selesai makan, kemudian dihitung makanan yang kami makan siang ini. Untuk makan siang berdelapanbelas, kami mesti membayar  Rp 600.000, harga yang relatif murah [ukuran Pekanbaru] untuk  citarasa makanan yang lezat, dengan pelayan yang baik, dan suasana rumah makan yang nyaman [kom10]



(/eka)