Tempe Itu Asli Indonesia (2)

Tempe Itu Asli Indonesia (2)

- detikFood
Rabu, 23 Jan 2008 08:41 WIB
Jakarta - Jangan sepelekan tempe! Nutrisi tempe ini memang luar biasa dahsyat. Kandungan gizinya sangat bagus untuk jantung, bisa mengatasi diabetes tipe 2, membantu menapouse, anti kanker prostat sampai mencegah diare.

Kalau tempe sering diidentikkan dengan kemiskinan memang tak salah. Karena golongan ekonomi lemah lebih sering makan nasi plus tempe daripada nasi plus daging. Tetapi, jangan dianggap sepele. Justru tempe yang tak pernah absen itu yang membuat mereka tetap sehat. Sedangkan golongan ekonomi mapan lebih banyak dikunjungi penyakit jantung koroner, diabetes, ginjal, kanker dan lain-lain. Apa rahasia yang tersimpan pada tempe?

Sejak dulu sudah banyak diketahui jika tempe merupakan bahan pangan berprotein nabati yang paling pas menggantikan daging. Coba saja lihat, 100 gram tempe mengandung 18,3 protein, sedangkan 100 gram daging mengandung 18,8 dan 100 gram telur mengandung 12,2 protein. Jadi tak salah jika peneliti pangan Amerika mengklaim tempelah pengganti daging yang paling pas. Selain protein tempe mengandung asam amino esensial, asam lemak esensial, vitamin B kompleks dan serat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan lemak pada tempe sangat rendah yaitu 4 g per 100 g tempe. Dari 4 g lemak tersebut 14,5% berupa asama lemak jenuh dan 17.3% asam lemak tak jenuh. ASam lemak tak jenuh inilah yang sanggup mengikis plak pada pembulug darah sehingga mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan jantung koroner serta kanker.

Yang lebih mengagumkan tempe merupakan satu-satunya bahan makanan yang mengandung vitamin B12 (sianokobalamin), sekitar 1,5 – 6,3 gram / 100 gram. Vitamin ini terbentuk oleh jamur yang tumbuh pada tempe. Vitamin inilah yang memicu terbentuknya sel-sel darah merah dalam darah dan mencegah anemia.Β  Sedangkan vitamin B1, B2 dan B6 merupakan jenis vitamin B lain yang terdapat pada tempe.

Karbohidrat dan serat pada tempe juga tak kalah hebat khasiatnya. Kandungan serat kasar yang tinggi pada tempe membuat kadar gula dalam darah terjaga sehingga menghindari diabetes. Tempe jugaΒ  sangat dianjurkan dikonsumsi oleh penderita diabetes. Tempe juga sangat cocok disantap oleh mereka yang ingin langsing atau menjaga berat badan. Kandungan seratnya yang tinggi dan kalorinya yang rendah membuat cepat kenyangΒ  dan tubuh lebih cepat menyerap zat gizi. Tempe sangat cocok juga dikonsumsi oleh bayi terutama sebagai sarana untuk pencegah diare.

Nah, kalau tempe sudah sedemikian dahsyat manfaatnya apakah akan dibiarkan lenyap? Bagaimana nasib mereka yang selama ini hanya mengandalkan tempe sebagai tumpuan gizi sehari-hari?
(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads